<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>AHMAD RIFA&#039;I RIF&#039;AN</title>
	<atom:link href="http://rifay.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rifay.wordpress.com</link>
	<description>Sejarah Hanya ditulis dg nuansa dua warna. Merah darah para pejuang, dan hitam tinta para penulis.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Nov 2009 04:16:24 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='rifay.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d9ab6bd7a1ddd6426bc9d494409bf3b9?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>AHMAD RIFA&#039;I RIF&#039;AN</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Bergerak atau Mati!</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2009/10/30/bergerak-atau-mati/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2009/10/30/bergerak-atau-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 23:47:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[ABOUT ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[MOTIVASIKU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/?p=488</guid>
		<description><![CDATA[

Teruslah bergerak, hingga kelelahanlah yg lelah mengikuti gerakmu. 
Teruslah berlari, hingga kebosanan yg justru bosan mengejarmu. 
Teruslah berjalan, hingga keletihan yg akan letih bersamamu. 
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan menjadi lesu menemanimu. 
Karena tak ada sedetik pun jedah istirahat sblm kita menginjakkan kaki di pelataran surga.
.
.
Indonesia !!
Negeri yang gemah ripah loh jinawi, negeri yang subur tanahnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=488&subd=rifay&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-502" title="geraklh" src="http://rifay.files.wordpress.com/2009/10/geraklh.jpg?w=283&#038;h=300" alt="geraklh" width="283" height="300" /></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><em>Teruslah bergerak, hingga kelelahanlah yg lelah mengikuti gerakmu. </em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Teruslah berlari, hingga kebosanan yg justru bosan mengejarmu. </em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Teruslah berjalan, hingga keletihan yg akan letih bersamamu. </em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Tetaplah berjaga, hingga kelesuan menjadi lesu menemanimu. </em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Karena tak ada sedetik pun jedah istirahat sblm kita menginjakkan kaki di pelataran surga.</em></p>
<p style="text-align:center;">.</p>
<p style="text-align:center;">.</p>
<p>Indonesia !!<br />
Negeri yang gemah ripah loh jinawi, negeri yang subur tanahnya dan kaya sumber alamnya, kok bisa-bisanya terdapat seonggok balita gizi buruk, orang meninggal akibat kelaparan, lebih dari separo penduduknya buta huruf, dan banyak lagi persoalan lain. Menyedihkan, juga agak tercengang melihatnya.<br />
.</p>
<p>Mungkin hingga rusak tuts keyboards ini, saya tak ‘kan mampu mengungkap anomali negeri ini. Mungkin sampai jari tangan saya lecet jika saya tulis semua kengerian di balik makmurnya negeri kita. Tetapi sudahlah. Bukan saatnya ratapan masih kita junjung saat ini. Satu kata tanya yang wajib kita dengungkan untuk generasi muda, “Masih belum bangunkah nalar pejuanganmu?.”</p>
<p>,<br />
Meskipun cukup tebal kerak yang menutupi kilau peradaban kita, semoga sikap optimis tetap menjadi pengobar semangat untuk merindu kehidupan yang lebih baik. Sungguh masih banyak cercah harapan untuk memperbaiki umat ini. Apalagi kita sebagai muslim harus senantiasa optimis karena memiliki teladan yang telah memberikan ‘uswah luar biasa dalam berjuang.<br />
Nabi Muhammad SAW telah membuktikan mampu mengubah masyarakat Arab jahiliyah dan terbelakang menjadi negara adidaya hanya dalam tempo 21 tahun. Keberhasilan ini didukung oleh banyaknya generasi sahabat yang dilahirkan Rasulullah dengan kemampuan leadership, entrepreneur, dan dilandasi dengan nilai Qur’ani.</p>
<p>Lanjutannya jg besok aja ya..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/488/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=488&subd=rifay&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2009/10/30/bergerak-atau-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2009/10/geraklh.jpg?w=283" medium="image">
			<media:title type="html">geraklh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Islam ‘n Tecno</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2009/10/30/islam-%e2%80%98n-tecno/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2009/10/30/islam-%e2%80%98n-tecno/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 23:32:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[ABOUT ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[SEDIKIT TENTANG TECNO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/?p=484</guid>
		<description><![CDATA[Pade tahu definisi kata ‘teknologi’?
Hmm.. nggak usah ngernyitin dahi gitu.. mbah Google da nyediain kok.. 
Yups, dari browsing sana-sini, dapat saya ambil simpul bahwa Teknologi adalah ilmu tentang cara menerapkan sains dan digunakan untuk kesejahteraan dan kenyamanan umat manusia.
Dari pengertian itu saja paling tidak kita dapat menemukan kata-kata kunci tentang teknologi, yaitu ilmu, sains, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=484&subd=rifay&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="size-full wp-image-485   alignright" title="ssss" src="http://rifay.files.wordpress.com/2009/10/ssss.jpeg?w=120&#038;h=103" alt="ssss" width="120" height="103" />Pade tahu definisi kata ‘teknologi’?<br />
Hmm.. nggak usah ngernyitin dahi gitu.. mbah Google da nyediain kok.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
Yups, dari browsing sana-sini, dapat saya ambil simpul bahwa Teknologi adalah ilmu tentang cara menerapkan sains dan digunakan untuk kesejahteraan dan kenyamanan umat manusia.</p>
<p>Dari pengertian itu saja paling tidak kita dapat menemukan kata-kata kunci tentang teknologi, yaitu ilmu, sains, dan digunakan untuk kesejahteraan umat manusia.</p>
<p>Kita bahas lebih detail untuk mencari relasi antara teknologi dengan islam..</p>
<p><strong>Ilmu, itu yang Pertama</strong></p>
<p>Rukun pertama dari teknologi adalah ilmu. Ya, ilmu. Tak usah berdebat, islam sangat menjunjung tinggi umatnya yang semangat untuk berilmu. Dengarlah Ibnu Abbas ra yang telah berkata,”Orang-orang yang berilmu mempunyai derajat sebanyak tujuh ratus kali derajat di atas orang-orang mu’min. Jarak di antara dua derajat itu terbentang sejauh lima ratus tahun.”</p>
<p>.<br />
Takjublah kita, betapa tingginya perhatian islam terhadap ilmu saat kita menyadari bahwa kata ilmu telah terulang 854 kali dalam al-Qur’an. Ya, inilah agama kita, agama fitrah yang mengajarkan umatnya untuk cerdas. Inilah islam, agama yang seharusnya menjadi kebanggaan di dada kita. Inilah islam, agama yang kita yakini kebenarannya dengan ikhlas, ia telah mengajari pemeluknya agar menjadi pengajar, pelajar, pendengar, dan pencinta ilmu.</p>
<p>.</p>
<p>Ya, inilah islam, agama yang dengan tegas dan lantang membahasakan kepada kita bahwa kaum membodoh, pasti menjadi orang yang celaka.</p>
<p>.<br />
<em>“Jadilah kamu pengajar, pelajar, pendengar ilmu, atau pencinta ilmu, dan janganlah kalian menjadi orang yang kelima (selain yang empat), kamu pasti menjadi orang yang celaka”</em>. (H.r. al-Baihaqi)</p>
<p>.<br />
Ingatlah wahai generasi muda islam, tak pernah islam menghalangi umatnya untuk maju. Tak pernah sekalipun. Tak ada satu perintah pun yang mendekatkan kita pada kejahilan. Juga tak ada satu larangan pun yang mendekatkan kita kepada ilmu.</p>
<p>.<br />
Tentu kau juga tak ragu, bahwa inilah agama yang sejak awal kali turunnya sudah menunjukkan perhatian yang tinggi terhadap perintah menuntut ilmu. Iqro’. Bacalah! Amati kawan, wahyu  pertama  itu  tidak  menjelaskan apa yang harus kita baca, kenapa? karena Al-Quran menghendaki umatnya membaca  apa saja selama bacaan  tersebut  bismi  Rabbik, dalam arti bermanfaat untuk kemanusiaan.</p>
<p>.<br />
Iqra&#8217;, bacalah,  telitilah,  renungilah, dalamilah, ketahuilah segala ilmu yang bermanfaat. Bacalah alam, karena bejibun ayat kauniyah dalam kalam Ilahi juga satu pertanda bahwa kita harus mendalaminya. Bacalah sejarah, karena kisah yang terbentang di sana begitu sayang untuk terabaikan. Bacalah segala hal, dulang banyak informasi tentang segala ilmu. Jelajahi berbagai tempat di belahan dunia, kenali berbagai kecanggihan teknologi, teladani biografi tokoh-tokoh dunia, tilik berita sosial-politik dan perkembangan gaya hidup. Semuanya. Karena ilmu, terlalu sayang untuk tak digapai.</p>
<p>.<br />
<em>”Ilmu, sebagai penghibur di waktu sunyi. Teman dalam pengasingan. Pembicara di kala seorang diri. Memberi petunjuk di kala senang dan sedih. Senjata terhadap musuh. Dengan ilmu dapat diketahui barang halal dari yang haram. Ilmu iman beramal. Dan amal itulah yang menyertainya”.(HR. Ibnu Abdil Barri)</em></p>
<p><em>.</em><br />
Ilmu adalah keistimewaan yang menjadikan manusia unggul terhadap makhluk-makhluk lain dalam rangka menjalankan fungsi kekhalifahan.Ini tercermin dari kisah kejadian manusia pertama yang dijelaskan al-Quran  dalam al-Baqarah ayat 31 dan 32:</p>
<p>.<br />
<em>“Dan dia (Allah) mengajarkan kepada Adam, nama-nama  (benda-benda) semuanya. Kemudian Dia mengemukakannya kepada para malaikat seraya berfirman, &#8220;Sebutkanlah kepada-Ku nama-nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar (menurut dugaanmu).&#8221; Mereka (para malaikat) menjawab, &#8220;Mahasuci Engkau tiada pengetahuan kecuali yang telah engkau ajarkan. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.&#8221;</em></p>
<p><em>.</em><br />
Ah, indah. Sungguh indah islam memberi umpama. Engkau wahai penuntut ilmu, dikaruniai-Nya derajat yang lebih tinggi dibanding para ahli ibadah. Ya, seperti purnamanya bulan dibanding kerlip sang bintang.</p>
<p>.<br />
<em>“Kelebihan orang yang berilmu atas ahli ibadah ialah seperti kelebihan rembulan pada malam purnama atas seluruh bintang-gemintang.” (Hr. Ibnu Majah)</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/484/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=484&subd=rifay&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2009/10/30/islam-%e2%80%98n-tecno/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2009/10/ssss.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">ssss</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Online-nya Manusia-Manusia Langit</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2009/10/23/online-nya-manusia-manusia-langit/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2009/10/23/online-nya-manusia-manusia-langit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 02:52:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[ABOUT ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[SEDIKIT TENTANG TECNO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/?p=467</guid>
		<description><![CDATA[
Tenang..tenang..! Ada banyak teman. Tak hanya kaum muda kayak kita-kita yang pada gila online, kaum berumur pun suka. Nggak cuma orang biasa macam kita yang doyan fesbukan, para artis pun gemar. Tak hanya rakyat seperti kita yang senang ngenet, si kepala pemerintahan pun banyak yang tertarik. Apalagi, konon, Obama terpilih sebagai presiden Amerika Serikat juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=467&subd=rifay&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:small;"><img class="alignleft" title="images" src="http://rifay.files.wordpress.com/2009/10/images2.jpeg?w=116&#038;h=116" alt="images" width="116" height="116" /></span></p>
<p><span style="font-size:small;">Tenang..tenang..! Ada banyak teman. Tak hanya kaum muda kayak kita-kita yang pada gila online, kaum berumur pun suka. Nggak cuma orang biasa macam kita yang doyan fesbukan, para artis pun gemar. Tak hanya rakyat seperti kita yang senang ngenet, si kepala pemerintahan pun banyak yang tertarik. Apalagi, konon, Obama terpilih sebagai presiden Amerika Serikat juga tak lepas dari meraup dukungan lewat Facebook. Ya, online digandrungi oleh berbagai kalangan.</span></p>
<p><span style="font-size:small;">. </span></p>
<p><span style="font-size:small;">Begitulah. Internet menjadi salah satu kebutuhan dan gaya hidup orang-orang di seluruh dunia saat ini. Dengan internet arus informasi semakin cepat. Bumi pun terasa sempit aja dibuatnya. </span></p>
<p><span style="font-size:small;">.</span></p>
<p><span style="font-size:small;">Tapi ternyata kemudian kita pun tersadar, bahwa tak selamanya teknologi selalu membawa kebaikan. Karena meskipun begitu banyak kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi, tetapi begitu banyak pula yang direnggutnya. Begitu sarat manfaat yang ditawarkannya, tetapi begitu banyak pula tabu yang dilanggarnya. </span></p>
<p><span style="font-size:small;">.</span></p>
<p><span style="font-size:small;">Harus kita terima sebagai sebuah keniscayaan hidup di era modern ini ketika menyaksikan kicau burung yang membawa kedamaian di pendengaran telah berganti dengan suara MP3 di Win Amp. Kokok ayam di pagi hari telah terganti dengan nada dering HP. Inilah realitas hidup di era teknologi serba canggih yang berhasil mengubah petak umpet menjadi </span><em><span style="font-size:small;">game-game</span></em><span style="font-size:small;"> perang. Suara serangga pun telah tersubtitusi dengan deru kendaran. </span><em><span style="font-size:small;">Ah</span></em><span style="font-size:small;">, inilah kehidupan modern yang mengubah konsep silaturrahim yang indah dengan saling mengunjungi dan bersalam-salaman berganti dengan pesan sms, “Kami Fulan sekeluarga mengucapkan </span><em><span style="font-size:small;">minal aidhin wal fa’izin</span></em><span style="font-size:small;">, mohon maaf lahir dan bathin”. Maka bagaimana sebenarnya penyikapan islam terhadap perkembangan teknologi seperti facebook, dll</span></p>
<p><span style="font-size:small;">Insyaallah lanjutannya akan saya ungkap dalam seri &#8216;Onlinenya Manusia Langit&#8217;. Doain ada waktu luang..</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/467/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=467&subd=rifay&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2009/10/23/online-nya-manusia-manusia-langit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2009/10/images2.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tuhan Memang Tak Butuh, Tapi Kau?</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2009/10/23/tuhan-memang-tak-butuh-tapi-kau/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2009/10/23/tuhan-memang-tak-butuh-tapi-kau/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 02:17:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[ABOUT ISLAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/?p=464</guid>
		<description><![CDATA[
Ada kalimat yang selama ini menggema dari Catatan Pinggir Gunawan Muhammad, “Tuhan tidak butuh sembahyang manusia”. 
Tak ada yang membantah kebenaran kalimat itu. Saya yakin. Bahkan jikapun seluruh makhluk-Nya tak ada yang menyembah-Nya, Ia tak ‘kan kehilangan Kuasa.
“Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan.” (Adz Dzaariyaat : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=464&subd=rifay&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:x-small;"><img class="size-full wp-image-494 alignleft" title="butuh Allah" src="http://rifay.files.wordpress.com/2009/10/butuh-allah.jpeg?w=93&#038;h=124" alt="butuh Allah" width="93" height="124" /></span></p>
<p><span style="font-size:small;">Ada kalimat yang selama ini menggema dari </span><em><span style="font-size:small;">Catatan Pinggir Gunawan Muhammad</span></em><span style="font-size:small;">, “Tuhan tidak butuh sembahyang manusia”. </span></p>
<p><span style="font-size:small;">Tak ada yang membantah kebenaran kalimat itu. Saya yakin. Bahkan jikapun seluruh makhluk-Nya tak ada yang menyembah-Nya, Ia tak ‘kan kehilangan Kuasa.</span></p>
<p>“<em><span style="font-size:small;">Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan.” (</span></em><span style="font-size:small;">Adz Dzaariyaat : 57)</span></p>
<p><span style="font-size:small;">Tapi sayang, kalimat yang benar tidak selalu membuahkan kebenaran. Seperti Ali </span><em><span style="font-size:small;">radhiyallahu ‘anh</span></em><span style="font-size:small;"> saat mengomentari Khawarij yang gemar menyelewengkan ayat, Ali berkata, “</span><em><span style="font-size:small;">Kalimatu haqqin, wuridha bihal baathil</span></em><span style="font-size:small;">.. kalimat benar yang dengannya termaksud kebathilan”.</span></p>
<p><span style="font-size:small;">Tak harus selalu bertentangan dengan Pak Gunawan Muhammad serta rekan-rekannya di komunitas Utan Kayu. Sebagaimana kita juga tak harus selalu sependapat dengan mereka. “Setiap orang bisa diterima atau ditolak kata-katanya” seru Imam Malik di </span><em><span style="font-size:small;">Raudhah</span></em><span style="font-size:small;"> Masjid Nabawi, “Kecuali orang yang berada dalam kubur ini!” Beliau menunjuk ke arah makam Rasulullah. </span></p>
<p><span style="font-size:small;">Imam Malik benar, dan saya memilih tidak sependapat dengan Pak Gun yang gencar menyuarakan kalimat di atas. Kenapa? Ya, Pak Gun menggemakan Adz Dzaariyaat ayat 57 tapi menegasikan ayat 56 nya.</span></p>
<p>“<em><span style="font-size:small;">Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (</span></em><span style="font-size:small;">Adz Dzaariyaat : 56)</span></p>
<p><span style="font-size:small;">Tulisan-tulisan komunitas Utan Kayu memang kritis. Kita akui itu. Referensi-referensinya juga luas. Kita juga paham itu. Tapi semua itu tak boleh menjadikan kita senantiasa taqlid pada pemahaman-pemahaman mereka tentang segala hal. Karena selama ini kita seringkali terjebak dalam ketertarikan tokoh, bukan pada apa yang disampaikannya.</span></p>
<p><span style="font-size:small;">Sejenak mari kita jadikan kalimat Pak gun di atas sebagai sample. Bukankah kalimat itu bisa mengungkap semangat yang pincang dari perintah beragama?. Yang diungkap oleh pak Gun hanya satu semangat saja, yakni ingin menyadarkan khalayak bahwa beragama tidak semata bergelut dengan ritual formal peribadahan. Pak Gun ingin menekankan bahwa beragama bukan dalam rangka melaksanakan ibadah untuk menyenangkan Tuhan. Tapi Pak gun mungkin tak memprediksi, bahwa kalimatnya itu memberi pemahaman lain pada khalayak awam, “Buat apa sembahyang kalau tuhan tidak butuh?”. </span></p>
<p><span style="font-size:small;">Nah, pemahaman rusak pun semakin menggejala. Bukan hanya pada masyarakat awam, tapi juga kaum intelektual yang berpikir bahwa tugas sosial lebih utama daripada sekedar ibadah-ibadah formal. Lahirlah para pembebas </span><em><span style="font-size:small;">mustadz’afin</span></em><span style="font-size:small;"> yang meremehkan sholat. Muncullah para aktivis muslim yang tak pernah menyentuh Qur’an. Lahirlah sang pejuang kemanusiaan yang tak pernah merasai sejuknya puasa di siangnya Ramadhan. Sayang, bukan?. Padahal sang pejuang pembebas bumi dari penindasan tak terbebas dari kewajiban ritual menunaikan kewajiban </span><em><span style="font-size:small;">mahdhah</span></em><span style="font-size:small;">.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/464/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=464&subd=rifay&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2009/10/23/tuhan-memang-tak-butuh-tapi-kau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2009/10/butuh-allah.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">butuh Allah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Miyabi Undercover (bagian 2)</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2009/10/19/miyabi-undercover-bagian-2/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2009/10/19/miyabi-undercover-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 02:43:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[ABOUT ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[KE-LAIN-AN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/?p=455</guid>
		<description><![CDATA[Miyabi kalo make jilbab cantik &#8216;kan?.
Gimana kalo film &#8216;Penculikan Miyabi&#8217; Miybi disuruh make jilbab+jubah seperti wanita2 muslimah?
Hehe..
Saya masih mau nerusin artikel yg tadi..tentang kontroversi film miyabi di Indonesia.
.
Sampai saat ini saya percaya bahwa manusia besar selalu mengurusi hal-hal besar dalam hidupnya. Maka ketika orang-orang Irak jauh-jauh menemui Ibnu Abbas untuk menanyakan suatu permasalahan, dengan lantang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=455&subd=rifay&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-full wp-image-458" title="miyabipakejilbabyq5" src="http://rifay.files.wordpress.com/2009/10/miyabipakejilbabyq51.jpg?w=190&#038;h=265" alt="miyabipakejilbabyq5" width="190" height="265" />Miyabi kalo make jilbab cantik &#8216;kan?.</p>
<p>Gimana kalo film &#8216;Penculikan Miyabi&#8217; Miybi disuruh make jilbab+jubah seperti wanita2 muslimah?</p>
<p>Hehe..</p>
<p>Saya masih mau nerusin artikel yg tadi..tentang kontroversi film miyabi di Indonesia.</p>
<p>.</p>
<p>Sampai saat ini saya percaya bahwa manusia besar selalu mengurusi hal-hal besar dalam hidupnya. Maka ketika orang-orang Irak jauh-jauh menemui Ibnu Abbas untuk menanyakan suatu permasalahan, dengan lantang Ibnu Abbas mengingatkan, “Tanyakan padaku perkara besar. Berikan perkara yang remeh pada orang lain”.</p>
<p>.<br />
Apa ini pertanda kesombongan?. oh bukan. Bukannya Ibn Abbas berniat sombong dengan pernyataan itu, Ibnu Abbas ingin kita meneladaninya bahwa dalam hidup kita harus  mengambil peran pada hal-hal yang lebih besar.</p>
<p>.</p>
<p>Bukankah dalam hidup kita selalu ada pilihan-pilihan persoalan. Ada yang kecil dan ada yang besar. Jika dua-duanya adalah permasalahan hidup, mana yang kita prioritaskan untuk segera menyelesaikannya?.</p>
<p>.<br />
Ingat kawan, usia kita terbatas. Kita juga diberi jatah waktu yang sama tiap hari, 24 jam. Jangan sampai permasalahan remeh selalu menghabiskan jatah usia kita, sehingga permasalahan besar terabaikan. Permasalahan bangsa ini juga besar, jangan sampai perhatian kita terserap oleh kontroversi Miyabi ini.</p>
<p>.<br />
Saya jadi teringat kalimat syaikhut tarbiyah saat menyikapi artis dangdut dengan goyang seronoknya, “Lisan kita terlalu mulia untuk membicarakannya”.</p>
<p>.<br />
Ah, begitulah sikap orang-orang besar menghadapi persoalan hidup. Ia fokus pada permasalahan besar negeri ini.<br />
Lalu menyikapinya gimana?</p>
<p>.<br />
Jika bisa dengan tangan, larang kemaksiatan dengan tanganmu, ini jelas tugas pejabat pemerintah. Kalau tidak bisa dengan kuasa, cegah dengan lisanmu, suarakan penolakan kita. bisa lewat ceramah agama bagi para ustadz, ulama’, atau kita-kita yang pada hakikatnya jg da’i. bisa juga lewat tulisan kayak artikel ini. Jangan salah lho, ini juga upaya saya dalam menyuarakan penolakan. Kalau tidak mampu juga, cukuplah hati kita membencinya. Jangan sampai getar hati kita seirama dengan para pendukung dosa.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/455/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=455&subd=rifay&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2009/10/19/miyabi-undercover-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2009/10/miyabipakejilbabyq51.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">miyabipakejilbabyq5</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Miyabi Undercover</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2009/10/19/miyabi-undercover/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2009/10/19/miyabi-undercover/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 02:25:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[ABOUT ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[KE-LAIN-AN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/?p=449</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini saya ingin ikut andil berkomentar tentang maraknya kontroversi pada satu wanita terkenal yang saya dari dulu hanya saya ketahui namanya dari cerita kawan-kawan di kampus. Meskipun baru sempat melihat wajah ayu itu beberapa waktu terakhir ini, dari pemberitaan di tv.
.
Saya pernah mengulas artikel yang membahas glasnot vulgar di blog ini juga yaitu tentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=449&subd=rifay&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kali ini saya ingin ikut andil berkomentar tentang maraknya kontroversi pada satu wanita terkenal yang saya dari dulu hanya saya ketahui namanya dari cerita kawan-kawan di kampus. Meskipun baru sempat melihat wajah ayu itu beberapa waktu terakhir ini, dari pemberitaan di tv.</p>
<p>.<br />
Saya pernah mengulas artikel yang membahas glasnot vulgar di blog ini juga yaitu tentang Trio Singa yang saya ulas dari segi moralitas religi. Kali ini seperti biasa, saya menggunakan latar religi dalam mengurai masalah ini.<br />
Lumayan sering negeri kita yang sudah carut-marut ini dihebohkan dengan kontroversi terkait hal-hal berbau porno. Mulai dari semakin merebaknya film-film porno, website pornografi yang masih laris, UU antipornografi yang menjadi bahasan cukup lama, serta kasus terakhir yaitu kontroversi dalam pembuatan film yang dibintangi oleh artis porno dari Jepang, Miyabi, yang berjudul Penculikan Miyabi.</p>
<p>.<br />
Penilaian saya tentang hal ini, sederhana saja. Sebagai warga Negara, saya setuju jika Miyabi diizinkan untuk bermain dalam film Indonesia. Alasannya? Karena sampai saat ini belum ada Undang-Undang yang melarangnya. Asal ia bermain sesuai aturan yang berlaku di negeri ini, tegakkan aturan itu dengan objektif.</p>
<p>.<br />
Tapi sebagai muslim, dengan tegas saya menyatakan menolak. Penghancur negeriku adalah musuhku. Seperti kedatangan si Bush yang penghancur aspek ekonomi politik sosial negeri-negeri saudaraku seiman, seperti itu pula saya juga menolak kedatangan Miyabi, si penghancur mental bangsaku.</p>
<p>.</p>
<p>Saya sepakat Miyabi, menurut MUI merupakan lambang pornografi yang kedatangannya akan membuat buruk citra umat beragama di Indonesia. Meskipun film yg digrap bukn film parno. Bahkan kalopun di film itu si miybi make jilbab, apa kita merubah sikap?.</p>
<p>. <img class="aligncenter size-full wp-image-452" title="miyabipakejilbabyq5" src="http://rifay.files.wordpress.com/2009/10/miyabipakejilbabyq5.jpg?w=190&#038;h=265" alt="miyabipakejilbabyq5" width="190" height="265" /></p>
<p>Cakep kan ya?</p>
<p>Tapi apakah itu menghilangkan kesan parno dari muka Miyabi?. Coba perhatikan yg ini!</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-453" title="91a0b723079fb47f6a8c03cfefb56add400x280" src="http://rifay.files.wordpress.com/2009/10/91a0b723079fb47f6a8c03cfefb56add400x280.jpg?w=300&#038;h=221" alt="91a0b723079fb47f6a8c03cfefb56add400x280" width="300" height="221" /></p>
<p>Mulai sekarang, udah yah., jangan panjang-panjang mengkontroversikannya. Karena semakin ia kontroversi, ia akan semakin laris. Betul?.<br />
&#8230;</p>
<p>Sebentar.. saya makan dulu.. nanti saya lanjut..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/449/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=449&subd=rifay&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2009/10/19/miyabi-undercover/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2009/10/miyabipakejilbabyq5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">miyabipakejilbabyq5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2009/10/91a0b723079fb47f6a8c03cfefb56add400x280.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">91a0b723079fb47f6a8c03cfefb56add400x280</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kok Prestasi, Mbok Kontribusi</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2009/10/03/kok-prestasi-mbok-kontribusi/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2009/10/03/kok-prestasi-mbok-kontribusi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 07:50:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[CAMPUR-CAMPUR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/?p=314</guid>
		<description><![CDATA[
atau&#8230;

Kata prestasi telah mengalami penyempitan makna seiring penghargaan yang berlebihan terhadap kualitas IQ seseorang. Kita lebih mudah menjumpai apresiasi terhadap prestasi akademik seseorang daripada penghargaan terhadap perjuangan dalam bidang sosial misalnya. Sehingga akan tetap ditulis dengan tinta emas bagi pelajar atau mahasiswa yang memenangkan olimpiade mata pelajaran tertentu, peraih nilai raport atau indeks prestasi akademik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=314&subd=rifay&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-full wp-image-435" title="ifffffmages" src="http://rifay.files.wordpress.com/2009/06/ifffffmages.jpeg?w=107&#038;h=119" alt="ifffffmages" width="107" height="119" /></p>
<p style="text-align:center;">atau&#8230;</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-437" title="imagdddes" src="http://rifay.files.wordpress.com/2009/06/imagdddes1.jpeg?w=121&#038;h=91" alt="imagdddes" width="121" height="91" /></p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;line-height:115%;" lang="en-US" align="justify">Kata prestasi telah mengalami penyempitan makna seiring penghargaan yang berlebihan terhadap kualitas IQ seseorang. Kita lebih mudah menjumpai apresiasi terhadap prestasi akademik seseorang daripada penghargaan terhadap perjuangan dalam bidang sosial misalnya. Sehingga akan tetap ditulis dengan tinta emas bagi pelajar atau mahasiswa yang memenangkan olimpiade mata pelajaran tertentu, peraih nilai raport atau indeks prestasi akademik terbaik, juara karya ilmiah, meskipun ia tidak pernah mengenal tetangga sebelah rumahnya. Meskipun ia tak mau tahu di depan kampusnya ada ketimpangan sosial. Bahkan mungkin juga menurutnya tidak penting menyaksikan kedzaliman terstruktur dalam beberapa penggusuran PKL di jalanan yang dilaluinya tiap hari. Yang penting belajar dengan rajin, kuliah dengan serius, praktikum dengan lancar, IP bagus, lulus cepat, dapat kerja di perusahaan bonafide, makmurlah hidupnya.</p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;line-height:115%;" align="justify">Kita mungkin malu jika menguak sejarah masa lampau tentang peran kaum muda terhadap indahnya nasib negeri ini. Mari  sejenak memeriksa memori kita tentang sejarah perjuangan gerakan mahasiswa masa lampau. Kita akan teringat bahwa justru kaum mudalah yang selalu menjadi motor utama perubahan. Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, merupakan hasil konkret perjuangan mahasiswa dan kaum Muda Indonesia. Pada saat itu, kelompok pemuda dari Gerakan Menteng 31 menganggap bahwa masa kekosongan kekuasaan -karena Jepang baru saja kalah dalam perang Asia Timur Raya- harus dimanfaatkan untuk menyiapkan kemerdekaan. Kaum muda tidak sepakat dengan metode yang ditempuh golongan tua (Soekarno dan Hatta) dengan berharap belas kasihan Jepang, dengan bekerja di BPUPKI dan PPKI.  Terjadilah peristiwa Rengasdengklok, mahasiswa dan pemuda menculik Soekarno–Hatta dan memaksa mereka untuk menandatangani teks proklamasi dan membacakannya tanggal 17 Agustus. Kalau bukan kepeloporan kaum muda, insyaallah kita tidak memperingati kemerdekaan tiap tanggal 17 Agustus.</p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;line-height:115%;" align="justify">Dalam analisa sejarahnya soal revolusi sosial di Jawa tahun 1945-1946, Ben Anderson menyebut gejolak tersebut sebagai revolusi pemuda, karena pada saat itu golongan pemuda merupakan motor dari revolusi yang tengah bergulir. Bahkan, peranan mereka sekaligus mengalahkan peranan kaum intelegensia dan kelompok lainnya dalam kancah perpolitikan saat itu.</p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;line-height:115%;" lang="en-US" align="justify">Juga masih lekat dalam ingatan saya beberapa mahasiswa berkali-kali masih menjadi inspirasi perubahan fundamental di negeri ini. Ketika dosen, rektor, menteri bahkan presiden sebagai pemegang amanah kekuasaan dari rakyat tidak mampu lagi untuk mentransformasikan amanah tersebut menjadi suasana keadilan, kesejahteraan dan pemerataan kemakmuran, maka beberapa mahasiswa masih sempat tampil untuk menyuarakannya. Sehingga berulang kali sejarah telah mencatat mereka sebagai aktor penting dalam menentukan hitam-putih bangsa ini.</p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;line-height:115%;" lang="en-US" align="justify">Anda ingat tragedi turunnya rezim Orde Baru? Mahasiswa menunjukkan taringnya dalam momentum ini. Ketika dunia akademik memaknai prestasi adalah bidang akademik, maka sungguh komponen gerakan mahasiswa yang bisa menjatuhkan rezim Soeharto itu bukanlah mahasiswa cerdas berotak encer. Jika ukuran kecerdasan adalah IPK maka mereka sungguh jauh dari kategori cerdas. Masuk kuliah saja jarang-jarang <em>kok</em> mau IPK bagus. Bahkan  ada diantara mereka yang harus di-DO karena kehabisan waktu studi di kampus. Hari-harinya sudah terlanjur digadaikan untuk rapat-rapat aksi, merancang gerakan massa, menggalang kekuatan dari kampus ke kampus. Mereka harus iuran untuk membiayai kegiatan. Kalau perlu <em>ngamen</em> di kantin kampus. Hasilnya bisa dipake keliling untuk konsolidasi. Karena kampus tidak akan sudi membiayai aktivitas semacam itu sekalipun proposalnya dibuat rangkap tiga bahasa.</p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;line-height:115%;" lang="en-US" align="justify">Lalu untuk apa mereka melakukan “hal bodoh” semacam itu?. Untuk siapa mereka korbankan masa depan mereka sendiri?.  Untuk apa mereka berorasi di terik matahari yang menyengat dengan begitu bersemangat?. Apa yang menggerakkan mereka untuk melakukan itu semua?</p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;line-height:115%;" lang="en-US" align="justify"><em>Ah,</em> saya masih yakin bahwa senyum tulus kebahagiaan yang ditemani mata gerimis dari kaum tertindas menjadi penghargaan dan apresiasi paling fenomenal di hati mereka.</p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;line-height:115%;" lang="en-US" align="justify">Sungguh, di sini saya hanya ingin mengapresiasi ketulusan  yang telah diteladankan oleh rekan-rekan yang terlibat aktif dalam setiap gerakan mahasiswa di negeri ini. Kalau bangsa kita sampai saat ini belum mampu memberikan penghormatan kepada mereka, biarlah tulisan ini yang menjadi inspirasi atas lahirnya generasi-generasi hebat seperti itu satu kali lagi.</p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;line-height:115%;" align="justify">Jika kita kaji secara singkat, setidaknya ada beberapa sifat kaum muda masa lalu yang sangat mempengaruhi akselerasi perubahan bangsa menuju ke arah yang lebih baik. Sebut saja semacam tiga pilar utama. Pilar-pilar itu adalah progressif, radikal dan militant.</p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;line-height:115%;" align="justify">Progresif, hasrat kaum muda yang menggebu untuk maju dan selalu lebih maju. Radikal, hasrat merubah dan merombak sistem yang usang. Dan militan, pemilik jiwa heroik dan semangat juang yang membaja.</p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;line-height:115%;" lang="en-US" align="justify">Lalu bagaimana dengan mahasiswa sekarang?</p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;line-height:115%;" lang="en-US" align="justify">Amatlah berlebihan bila menganggap mereka tidak melakukan apa-apa. Lihatlah mereka sangat aktif mengikuti pelatihan-pelatihan kepribadian<em> (soft skill)</em> yang dianggap cukup sebagai bekal di masa depannya. Lihatlah, waktu luang pun bisa mereka manfaatkan untuk mengerjakan karya tulis ilmiah. Lihatlah, mereka masih terus aktif berdiskusi di kampus, menghabiskan waktu di laboratorium-laboratorium, dan yang juga sering kita jumpai adalah mereka yang sering menghadiri acara-acara di stasiun televisi. Sekalipun rakyat masih harus antri minyak tanah, sekalipun penggusuran semakin marak, sekalipun biaya pendidikan semakin tinggi, sekalipun angka pengangguran terus bertambah, yang jelas sampai saat ini kita dengan bangga menyaksikan puluhan hingga ratusan mahasiswa memakai jas almamater biasa bersorak sorai dan bertepuk tangan di Republik Mimpi, Empat Mata, atau <em>Democrazy</em>.</p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;line-height:115%;" lang="en-US" align="justify"><em>Duh,</em> lihatlah wajah-wajah mereka yang anggun. Mari kita dengan penuh semangat menyambut mereka dengan pekik: HIDUP MAHASISWA!</p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;line-height:115%;" lang="en-US" align="justify">Kawan, kalau kau sempat, sesekali cobalah sejenak menelusuri lorong-lorong sempit perkampungan kumuh di kotamu. Pilih salah satu rumah yang paling mengenaskan, ketuk pintunya, ucapkan salam dengan tulus. Setelah kau dipersilahkan masuk, duduklah di sebelah pemilik rumah. Tanyakan padanya, sebenarnya apa yang mereka banggakan dari seorang mahasiswa. Tanya kepada mereka, apakah mereka berbahagia saat bertemu mahasiswa dengan IPK empat?. Tanyakan juga pada mereka, apakah mereka bangga menyaksikan mahasiswa menggema suaranya, bersorak sorai, dan bertepuk tangan di depan kamera televisi seperti itu?. Dan jangan lupa, pungkasi pertemuan itu dengan satu pertanyaan,”Apa yang dapat membuat anda bangga kepada kami?”.</p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;line-height:115%;" align="justify">Sungguh, tangis dan jerit masyarakat masih belum redam oleh ulah konyol para insinyur yang dulu lahir dari rakyat jelata, tetapi setelah diwisuda, tanpa rasa berdosa melaksanakan proyek penataan kota dengan menggusur rumah bekas tetangganya dulu. Miris sekali. Ia mungkin lupa, (atau memang <em>nggak</em> pernah ngaji tentang <em>Sirah Shahabat kali yah,,),</em> dialah Amr bin ‘Ash yang dulu sedang menjabat sebagai gubernur sempat berkucuran keringat dingin saat mendapat kiriman tulang dari Umar ibn Khattab yang dibawa oleh rakyatnya yang kebetulan beragama Yahudi.</p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;line-height:115%;" align="justify">Awal kisahnya, sang Yahudi saat itu rumahnya akan digusur oleh Amr. Padahal ia bersikeras tidak bersedia untuk dipindahkan dari rumahnya, yaitu sebuah gubuk reot dan beberapa lahan pertanian.</p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;line-height:115%;" align="justify"><em>Nah</em>, Amr ‘kan merasa risih, <em>“Masak di </em><em>sebelah</em><em> kantor gubernur ada gubuk reot. Milik Yahudi pula”.</em> Akhirnya Amr bin ‘Ash mengancam si Yahudi bahwa jika ia tak mau menjual tanahnya, maka Amr akan menggusurnya.</p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;line-height:115%;" align="justify">Mendapat ancaman itu si Yahudi memutuskan melaporkan kepada Khalifah Umar di Madinah. Setelah memperoleh laporan itu, Umar menyuruh si Yahudi untuk mengambil sepotong tulang di tempat sampah. Tulang itu digaris lurus dengan ujung pedang Umar. Si Yahudi disuruh oleg Umar untuk menyampaikan tulang itu kepada Amr bin Ash.</p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;line-height:115%;" align="justify">Usai disampaikan, Amr bin ‘Ash mendadak berkucuran keringat saat mendapat kiriman tulang itu. Si Yahudi bingung donk, “Ini gubernur, dapat kiriman tulang aja merinding kaya’ gini”.</p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;line-height:115%;" align="justify">Seketika Amr bin ‘Ash menjelaskan kepada si Yahudi, bahwa goresan garis lurus dengan ujung pedang pada tulang itu adalah peringatan keras dari Umar, seolah-olah Umar sedang berkata kepada Amr, ”<em>Hai Amr bin ‘Ash, luruslah kamu dalam menjalankan tugasmu. Jika kau membelok, aku tidak akan segan-segan meluruskanmu dengan pedang ini</em>”.</p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;line-height:115%;" align="justify">Si Yahudi takjub dengan keadilan dan keindahan ajaran Islam. Seketika itu juga ia mengucap dua kalimat syahadat.</p>
<p style="text-indent:.39in;margin-bottom:0;line-height:115%;" align="justify"><em>Duhh</em>,, Alangkah malang nasib kita, kawan seperjuanganku. Dunia ini terlalu sempit kalau hanya kekayaan materi dan kesenangan sendiri yang kita impikan, jabatan tinggi yang kita damba, kursi empuk kekuasaan yang kita harap, namun dengan melupakan tugas sosial kita. Ingatlah, bahwa kehebatanmu akan dicatat dengan tinta emas oleh sejarah melalui kontribusi yang kau berikan pada sesama.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/314/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=314&subd=rifay&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2009/10/03/kok-prestasi-mbok-kontribusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2009/06/ifffffmages.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">ifffffmages</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2009/06/imagdddes1.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">imagdddes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siapa manusia terhebat di dunia saat ini?</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2009/10/03/siapa-manusia-terhebat-di-dunia-saat-ini/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2009/10/03/siapa-manusia-terhebat-di-dunia-saat-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 06:48:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[ABOUT ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[CAMPUR-CAMPUR]]></category>
		<category><![CDATA[KE-LAIN-AN]]></category>
		<category><![CDATA[MOTIVASIKU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/?p=419</guid>
		<description><![CDATA[Siapa manusia terhebat di dunia saat ini?
Mungkin beragam jawaban telah terpikir dari benak kita masing-masing. Tapi jika kalimat tanya itu ditujukan padaku, tak akan terlintas jawaban lain kecuali: Ibu. Kemudian? Bapak. Lho, kenapa?. alasan yg paling logis, karena ibu adalah manusia yg melahirkan calon manusia sukses. Bapak? Oh, dia adalah manusia yg akan sukses mendidik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=419&subd=rifay&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;">Siapa manusia terhebat di dunia saat ini?<br />
Mungkin beragam jawaban telah terpikir dari benak kita masing-masing. Tapi jika kalimat tanya itu ditujukan padaku, tak akan terlintas jawaban lain kecuali: Ibu. Kemudian? Bapak. Lho, kenapa?. alasan yg paling logis, karena ibu adalah manusia yg melahirkan calon manusia sukses. Bapak? Oh, dia adalah manusia yg akan sukses mendidik calon manusia hebat.<br />
Narsis ya?</p>
<p style="text-align:left;">Bukan. Ku hanya ingin menunjukkan, bahwa kelahiran kita di dunia ini istimewa. Maka menatap masa depan dg cara pandang optimis tentu menjadi keniscayaan sikap. Kita semua adalah mahakarya Sang Pencipta yg dahsyat.<br />
Relakah sejarah hidupmu hanya tertulis dg 3 baris kalimat di nisan kita:</p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Nama		: Fulan<br />
Lahir	: 03 Oktober 1989<br />
Wafat	: 04 Oktober 2100</em></strong></p>
<p>Padahal buku sejarah dunia –dan juga sejarah akhirat- menyediakan tambahan halaman untuk kerja-kerja besar dan amal shalihmu. Ingat, sejarah tak lebih dari kumpulan kisah orang-orang besar. Kaukah itu?.</p>
<p>Maka jangan terkejut, bagiku, 3 Oktober menjadi waktu terhebat dalam sejarah hidupku. Karena tanggal itu aku terlahir dari rahim sang bunda. Tak sekedar itu, ku kan berusaha semampuku agar 3 Oktober juga menjadi hari yg akan dikenang oleh sejarah dunia. Caranya? Tentu dg berusaha semampuku agar hidupku bermanfaat bagi sebanyak umat.<br />
Bagiku, orang besar adalah orang yg paling banyak bermanfaat bagi sesama dan benar dalam mengambil akhlak yg benar terhadap Tuhannya. Maka memaknai sukses pun demikian. Kutipan kalimat dari buku <em>Sukses Tanpa Sarjana</em> insyaallah sesuai bagi kita:</p>
<p><em>Hidup sekali nggak kaya?<br />
Percuma!<br />
Kaya nggak bahagia?<br />
Percuma!<br />
Bahagia nggak bermanfaat bagi sesama?<br />
Percuma!<br />
Bermanfaat bagi sesama tapi akhirat sengsara?<br />
Percuma!</em></p>
<p>-  <em>“Sukses Tanpa Sarjana”</em>, A. Rifai Rifan -</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/419/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=419&subd=rifay&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2009/10/03/siapa-manusia-terhebat-di-dunia-saat-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>9 Rahasia Doa</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2009/10/01/300/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2009/10/01/300/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 12:47:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[TENTANG BUKU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/?p=300</guid>
		<description><![CDATA[
Sory kawan-kawan pengunjung rumah maya rifay yang baik&#8230;
Kagak boleh lagi menayangkan artikel tentang 9 Rahasia Doa yang pernah terapload dulu.
Karena melanggar hak cipta. Sekarang hak cipta diambil oleh penerbit, ane sebagai penulis cukupmenerima royaltinya. Kagak berhak mengcopy-nya ke blog ini.
So beli yah..
Alhmdulillah&#8230;Baru satu bulan didistribusikan langsung mendapat respon positif dari pembaca. Sampe penerbit Marsua Media [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=300&subd=rifay&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="size-medium wp-image-433 alignleft" title="dsc01186-copy" src="http://rifay.files.wordpress.com/2009/05/dsc01186-copy2.jpg?w=300&#038;h=224" alt="dsc01186-copy" width="300" height="224" /></p>
<p>Sory kawan-kawan pengunjung rumah maya rifay yang baik&#8230;</p>
<p>Kagak boleh lagi menayangkan artikel tentang 9 Rahasia Doa yang pernah terapload dulu.</p>
<p>Karena melanggar hak cipta. Sekarang hak cipta diambil oleh penerbit, ane sebagai penulis cukupmenerima royaltinya. Kagak berhak mengcopy-nya ke blog ini.</p>
<p>So beli yah..</p>
<p>Alhmdulillah&#8230;Baru satu bulan didistribusikan langsung mendapat respon positif dari pembaca. Sampe penerbit Marsua Media terlambat menghadirkan cetakan berikutnya karena tidak dikira sedemikian cepat habisnya. Terima kasih atas sambutan dan apresiasi karya yang berawal dari artikel kecil di blog yang kebetulan diminati penerbit itu.</p>
<p>Yang belum punya buruan ke toko buku terdekat, Gramedia, Togamas, Uranus, atau yang lain..</p>
<p>Buat siswa SMA di Lamongan, bisa langsung ke koperasi sekolahnya masing-masing.. Beberapa sekolah yg menyediakan misal: SMA 1 Lamongan, SMAN 2 Lmg, SMAN3 Lmg, MAN 1 Lmg, SMKN 1 Lmg, SMPN 1 Lmg, SMPN 2 Lmg..</p>
<p>Sekarang da cetakan keempat tuh..</p>
<p>Semoga bermaanfaat..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/300/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=300&subd=rifay&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2009/10/01/300/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2009/05/dsc01186-copy2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dsc01186-copy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Awal Menulisku..</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2009/09/14/kisah-awal-menulisku-sebuah-berkah/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2009/09/14/kisah-awal-menulisku-sebuah-berkah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 16:01:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[ABOUT ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[CAMPUR-CAMPUR]]></category>
		<category><![CDATA[TENTANG BUKU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/?p=404</guid>
		<description><![CDATA[
&#160;
“Semoga Allah berkahi tiap kata yang mengalir dari jemari kita. sungguh sebuah buku dapat merubah jiwa manusia dan nasib dunia” (M. Fauzil Adhim)
Sedikit Ceritaku..
Awalnya hanya sebuah riak-riak kecil berupa harapan untuk berbagi. Berbagi sedikit pengetahuan dan pengalaman melalui artikel-artikel kecil dalam sebuah blog. Menulis yg terpikir. Mengetikkan yg terenung. Mencoretkan yg terkenang. Namun lewat lisan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=404&subd=rifay&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em><img class="aligncenter size-medium wp-image-497" title="writingletters" src="http://rifay.files.wordpress.com/2009/09/writingletters.jpg?w=300&#038;h=183" alt="writingletters" width="300" height="183" /></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>“Semoga Allah berkahi tiap kata yang mengalir dari jemari kita. sungguh sebuah buku dapat merubah jiwa manusia dan nasib dunia” </em>(M. Fauzil Adhim)</p>
<p>Sedikit Ceritaku..</p>
<p>Awalnya hanya sebuah riak-riak kecil berupa harapan untuk berbagi. Berbagi sedikit pengetahuan dan pengalaman melalui artikel-artikel kecil dalam sebuah blog. Menulis yg terpikir. Mengetikkan yg terenung. Mencoretkan yg terkenang. Namun lewat lisan polos seorang sahabat(i) yg berkomentar terhadap tulisan-tulisan saya di blog yg menurutku tak beraturan, susah dimengerti, mbulet, dengan bahasa yang sok (ng)intelek &amp; idealis, ia justru memberi saran “Terus menulis ya.. ntar tulisan2nya dikumpulin, ‘kan lama2 bisa jadi buku…”. Saat itu masih sebuah harapan yg terlalu mengawang-awang, “Buku? Wah, terlalu tinggi. Bisa ngerti tulisanku aja mending…”.<br />
Tapi semangat untuk terus belajar saat itu masih tinggi. Dengan satu tujuan, pembaca bisa mengerti apa yg kusampaikan. Sederhana memang. Tapi niat polos itu ternyata melahirkan berkah.</p>
<p>.<br />
Awal Maret 2009, sebuah penerbit menyatakan tertarik dengan seri artikel ‘Rahasia Doa’ yg kutulis dan ku posting hanya beberapa hari. Seingatku tak sampai satu minggu. Penerbit itu menilai penuturan dari seri rahasia doa yang kuungkap unik.  Ide-ide jarang tersampaikan dalam tulisan-tulisan maupun ceramah-ceramah umum. Tapi penerbit itu ingin mengkhususkan rahasia doa itu terangkai untuk menyambut momentum musim ujian bagi siswa-siswi sekolah. Judul yg ditawarkan &#8216;Rahasia Doa Lulus Ujian&#8217;. Tapi, saat itu ku tak langsung setuju. Karena bertepatan dengan saat ku punya harapan untuk mendirikan sebuah usaha. Ya, usaha kecil-kecilan. Untuk memulai memutus ketergantungan dari jatah beasiswa dari kampus yang sebenarnya lebih dari cukup untuk membiayai hidup sehari-hari.</p>
<p>.<br />
Nah, dari sana timbullah niat untuk mendirikan usaha penerbitan, singkat cerita, akhirnya berdirilah penerbit Marsua Media pada akhir Maret 2009. Kucoba tanya-tanya ke pimpinan penerbit yg sudah berpengalaman. Ternyata cetak buku minimal di penerbit adalah di atas 2000 eksemplar. Wuih, butuh banyak modal donk.</p>
<p>.<br />
Tapi akhirnya, dengan modal yg serba pas-pasan, kucoba untuk mengoptimalkan karya perdana ini. Asal terbit lah. Ya, untuk cetakan pertama saat itu asal bisa terbit aja syukur. Karena memang karya ini adalah hanyalah karya kumpulan artikel yang sangat sederhana di blog yg tentu saja tak beraturan, asal bisa terbit dan diterima pembaca, tentu sebuah kegembiraan yang luar biasa.</p>
<p>.<br />
Tapi berkah itu pun muncul. Satu bulan setelah kukirim ke distributor untuk didistribusikan ke toko-toko buku, distributor menyatakan stok buku 9 Rahasia Doa Lulus Ujian minta segera dikirim, karena stok di distributor telah habis. Saat itu ucapan Alhamdulillah saya sertai sujud syukur, karena tak ku sangka karya itu bakal secepat itu habisnya. Hingga Mei 2009, cetakan ketiga telah terdistribusi. Sebuah awalan yg luar biasa bagi seorang pemula yg sedang belajar. Maka sejak cetakan ketiga, Best Seller pun tercantumkan di cover.</p>
<p>.<br />
4 bulan berlalu, cetakan keempat pun terbit. Jika dirata-rata satu bulan sekali naik cetak. Hasil penjualan pun sudah bisa untuk mencetak dua kali lipat buku cetakan sebelumnya, mencetak satu buku baru, dan sisanya sedikit diinvestasikan. Saat ini (yg berarti enam bulan sejak awal saya mulai belajar menulis buku) Alhamdulillah telah terselesaikan 4 buku dan sekarang sedang menulis buku kelima.</p>
<p>.<br />
Itulah berkahnya. Enam bulan belajar menulis, dan dalam perjalanan belajar ternyata bisa sekaligus menghasilkan 4 karya. Itulah yg menurutku berkah. Ribuan mata membaca tulisan tak beraturan itu. Hadiah nampaknya, tentu berupa ratusan SMS, kiriman email, serta saat bertatap muka yg kadang berupa pujian, kadang saran, terkadang nasehat, ada pula makian.<br />
Ah, itulah indahnya, dari sana jiwa ini bisa banyak belajar. Semakin banyak saudara-saudara baru yang secara tak langsung perhatian.</p>
<p>.<br />
Nikmat lain tentu materi. Awalnya tak menyangka juga, dari niat mendirikan usaha kecil-kecilan ternyata buahnya lumayan tiap bulan, sedikit mirip dg gaji bulanan PNS yang telah mengabdi bertahun-tahun lah. Hehe..<br />
Bukannya berbangga dg prestasi yg saya anggap kebetulan itu. Tapi sedikit berbagi, bahwa dg niat yg tulus untuk berbagi, insyaallah keberkahan akan mengekor di belakangnya.</p>
<p>.<br />
Lebih dari materi. Impian terbesarku dari menulis adalah ketika nanti di Mahsyar ku terbelalak melihat catatan amalku, “Ya Allah, bukankah timbangan amalku tak sebesar ini?”, kemudian ku terima jawaban dari-Nya, “Ya, kau benar. Tapi ribuan orang telah tergerak beramal kebaikan setelah membaca tulisan2mu. Berantai amal sunnah terkerjakan setelah ribuan manusia membaca karya dari jemarimu”. Ah, demi Allah Yang Maha Tahu, itulah harapan tertinggiku.</p>
<p>.</p>
<p><em>Sejarah hanya ditulis dengan nuansa dua warna, hitam tinta para ulama’, dan merah darah para syuhada’. </em><br />
(Abdullah Azam)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/404/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=404&subd=rifay&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2009/09/14/kisah-awal-menulisku-sebuah-berkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2009/09/writingletters.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">writingletters</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahagia (Always)</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2009/09/12/sms-hari-ini-edisi-3/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2009/09/12/sms-hari-ini-edisi-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 13:34:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[KE-LAIN-AN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/?p=398</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Tempat untuk berbahagia itu ada di sini. Waktu untuk
berbahagia itu kini. Cara untuk berbahagia ialah dengan
membuat orang lain berbahagia&#8221; 
Robert G. Ingersoll

Sahabat, bukannya sok tahu, tapi sekedar ingin berbagi. Ya, sedikit coretan, cedikit renungan, sedikit ilmu, karena memang itu mampuku saat ini. Cuma sedikit yg ku punya. Smg yg sedikit itu barakah sehingga manfaatnya dilipatkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=398&subd=rifay&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><em>&#8220;Tempat untuk berbahagia itu ada di sini. Waktu untuk<br />
berbahagia itu kini. Cara untuk berbahagia ialah dengan<br />
membuat orang lain berbahagia&#8221; </em></p>
<p style="text-align:center;">Robert G. Ingersoll</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:left;">Sahabat, bukannya sok tahu, tapi sekedar ingin berbagi. Ya, sedikit coretan, cedikit renungan, sedikit ilmu, karena memang itu mampuku saat ini. Cuma sedikit yg ku punya. Smg yg sedikit itu barakah sehingga manfaatnya dilipatkan oleh menjadi kemanfaatan yg nggak sedikit.</p>
<p style="text-align:left;">Sahabat, sudahkah engkau berbahagia selama ini?</p>
<p style="text-align:left;">Menurut kamu, di mana letak kebahagiaan kita sesungguhnya?<br />
pada moleknya tubuh? &#8230;Jelitanya rupa? &#8230;Tumpukan harta? Popularitas melangit? atau pangkat memuncak?</p>
<p style="text-align:left;">Bukan untuk memupus keinginan sahabat untuk optimis meraih kaya. Bukan! Tapi sekedar ingin berbagi, bahwa letak bahagia bukan di sana. Demi Allah bukan!</p>
<p style="text-align:left;">Ini kisah nyata..</p>
<p style="text-align:left;">Ada delapan orang miliuner yang memiliki nasib kurang<br />
menyenangkan di akhir hidupnya. Tahun 1923, para miliuner<br />
berkumpul di Hotel Edge Water Beach di Chicago, Amerika<br />
Serikat. Saat itu, mereka adalah kumpulan orang-orang yang<br />
sangat sukses di zamannya.</p>
<p>Namun, tengoklah nasib tragis mereka 25 tahun sesudahnya!<br />
Saya akan menyebutnya satu persatu :</p>
<p>Charles Schwab, CEO Bethlehem Steel, perusahaan besi<br />
baja ternama waktu itu. Dia mengalami kebangkrutan total,<br />
hingga harus berhutang untuk membiayai 5 tahun hidupnya<br />
sebelum meninggal.</p>
<p>Richard Whitney, President New York Stock Exchange.<br />
Pria ini hrs menghabiskan sisa hidupnya dipenjara Sing Sing.</p>
<p style="text-align:left;">Jesse Livermore (raja saham &#8220;The Great Bear&#8221; di Wall<br />
Street), Ivar Krueger (CEO perusahaan hak cipta), Leon</p>
<p style="text-align:left;">Fraser (Chairman of Bank of International Settlement),<br />
ketiganya memilih mati bunuh diri.</p>
<p style="text-align:left;">Howard Hupson, CEO perusahaan gas terbesar di Amerika<br />
Utara. Hupson sakit jiwa dan meninggal di rumah sakit jiwa.</p>
<p style="text-align:left;">Arthur Cutton, pemilik pabrik tepung terbesar di dunia,<br />
meninggal di negeri orang lain.</p>
<p style="text-align:left;">Albert Fall, anggota kabinet presiden Amerika Serikat,<br />
meninggal di rumahnya ketika baru saja keluar dari penjara.</p>
<p>Kisah di atas merupakan bukti, bahwa kekayaan yang melimpah<br />
bukan jaminan akhir kehidupan yang bahagia.</p>
<p style="text-align:left;">lalu darimana kita dapatkan kebahagiaan?</p>
<p style="text-align:left;">Bukannya sok menjadi motivator, tapi sekedar berbagi tips, insyaallah menjadi kalimat yg mengantar kita pada nikmat Allah berupa bahagia itu.</p>
<p>1. Mulailah Berbagi<br />
Memberilah sebanyak2nya, bukan menerima sebanyak2nya. Kenapa? Ya, dengan cara berbagi akan menjadikan hidup kita terasa lebih berarti.</p>
<p>2. Bebaskan hati dari rasa benci</p>
<p style="text-align:left;">Dendam. Tak ada sedikitpun manfaat yg akan kau peroleh darinya. Sumpeh! Menyimpan rasa benci, marah atau dengki hanya akan membuat hati merasa tidak nyaman dan tersiksa. Jika ada orang yang menyakiti, jangan balik memaki-maki.  Mendingan berteriak  &#8220;Hey! Kamu sudah saya maafkan!!&#8221;.</p>
<p>3. Lakukan sesuatu yang bermakna.<br />
Tentu kau tahu ini, bahwa hidup di dunia ini hanya sementara. Usia adalah amanah. Nggak ada orang besar yg mengisi waktunya dg hal yg sia-sia. bahkan dg banyak pilihan kegiaatan yg bermakna semua, ia akan selektif memilih mana yg opaling memberi kontribusi yg besar bagi dunia. Gunakanlah setiap waktu dan kesempatan yang ada untuk melakukan hal-hal yang bermakna, untuk diri sendiri, keluarga, dan peradaban.</p>
<p>4. Dan yang terakhir, jangan terlalu banyak berharap pada orang lain, nanti kau akan kecewa! Lbih indah jika tiap langkah yg kau tempuh berharapmu hanya pada Dzat yang menguasai semesta. Insyaallah harapmu akan besar, impianmu lebih dahsyat, dan lebih mendekatkanmu pada sukses yg besar.  Termasuk bahagia ug kita dapat.</p>
<p style="text-align:left;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/398/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=398&subd=rifay&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2009/09/12/sms-hari-ini-edisi-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beasiswa= Racun</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2009/09/02/beasiswa-racun/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2009/09/02/beasiswa-racun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 08:19:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[INFO BEASISWA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/?p=395</guid>
		<description><![CDATA[Berdebat tanpa amal sungguh saya benci. Apalagi hanya mengenai gengsi diri.
Kalimat itu memang cukup baru bagiku yang selama ini menjadi salah satu penikmat beasiswa sejak usia sekolah hingga saat ini.
‘Beasiswa itu racun’ menjadi kalimat penohok jiwaku yang selama ini bisa kuliah dari ‘belas kasih’ pemberi beasiswa. Kalimat itu begitu pahit sebelum bisa kucerna dengan sikap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=395&subd=rifay&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berdebat tanpa amal sungguh saya benci. Apalagi hanya mengenai gengsi diri.</p>
<p>Kalimat itu memang cukup baru bagiku yang selama ini menjadi salah satu penikmat beasiswa sejak usia sekolah hingga saat ini.</p>
<p>‘Beasiswa itu racun’ menjadi kalimat penohok jiwaku yang selama ini bisa kuliah dari ‘belas kasih’ pemberi beasiswa. Kalimat itu begitu pahit sebelum bisa kucerna dengan sikap bijak. Ya, kalimat itu memang begitu pedas untuk didengar.</p>
<p>Tapi tak begitu butuh waktu lama untukku sadar, bahwa tak selamanya yang pahit itu harus dimuntah. Tak selamanya yang pedas itu tak bisa dinikmat. Terkadang kita butuh jamu yang cukup pahit untuk membantu menyembuhkan jasad yang lama sakit. Kita pun butuh sambal sebagai penghilang hambar dalam kuah sang bunda.</p>
<p>Beasiswa itu racun. Aku pun tersadar, bagaimana aku bisa mengerti makna mandiri, bahkan untuk memenuhi kebutuhan mendasar dalam hidup saja menunggu ‘disuapi’ dengan uang beasiswa. Bagaimana aku akan mengerti tentang makna perjuangan, bahkan hanya untuk menyelesaikan kewajiban menimba ilmu saja harus ‘merengek’dan memelas pada pemberi beasiswa.</p>
<p>Ketika data dari salah satu perusahaan multinasional mengungkap satu fakta yang makin memperkuat pendapat itu, bahwa 80% dari mahasiswa yang menyelesaikan studinya dengan diberi beasiswa, saat lulus mereka tidak mampu bertahan untuk hidup dengan mandiri. Ya, tahulah kita bahwa kebiasaan ‘diberi’ menjadi racun yang menggerogoti semandirian.</p>
<p>Tentu berbeda dengan mereka yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya sendiri saat kuliah dengan kerja keras. Mereka yang mampu mandiri sejak kuliah, saat lulus tentu lebih mudah menyesuaikan dengan realitas kehidupan yang memang tak manja. Ya, kehidupan ini tak manja, maka memanjakan mahasiswa dengan beasiswa-beasiswa adalah pilihan yang tak bijak.</p>
<p>Lalu solusinya?</p>
<p>Mudah. Ya, sangat mudah bagi yang mau berpikir. Saran saya wahai perisahaan, yayasan, kampus, sekolah, birokrasi, instansi, yang selama ini ‘baik’ kepada mahasiswa, hanya metode pemberian beasiswa saja yang butuh dipikir dengan baik. Alangkah indah jika beasiswa itu diberikan kepada mereka yang mau mengerjakan hal produktif, nah, beasiswa itu anda berikan kepada mereka sebagai ‘gaji’ yang mereka terima atas produktivitasnya. Singkatnya, jangan beri ikannya, tapi beri kailnya. Biar mereka sedikit berpikir caranya memancing iotu gimana. Biar mereka bisa sedikit paham, cara hidup itu gimana. Supaya mereka tidak kaget saat mereka diwisuda dari kampusnya.</p>
<p>Lihatlah saat ini. Penerima beasiswa ibarat burung dalam sangkar emas yang tiap hari hanya menunggu disuapi makanan sejak bayinya. Indah memang. Sangkarnya memang emas. Tapi ia tak kunjung mandiri. Ia kalah dengan sang burung yang hidup di alam bebas sejak kecil. Tapi begitu burung dilepas dari sangkarnya, ia akan kebingungan untuk mencari sumber hidupnya. Ia bingung, ketika ia harus berusaha mencari makan sendiri.</p>
<p>Maka, teringat kalimat Pak Harvan dalam Laskar Pelangi, satu kalimat yang paling tepat bagimu wahai para penuntut ilmu. Hidup itu member sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya’</p>
<p><em>Tidaklah sekali-kali seseorang makan makanan yang lebih baik daripada makan dari kerja tangannya sendiri,, </em>(<strong>HR Bukhari)</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/395/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=395&subd=rifay&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2009/09/02/beasiswa-racun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kerja Praktekku..Hmm..</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2009/07/26/kerja-praktekku-hmm/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2009/07/26/kerja-praktekku-hmm/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 08:18:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[CAMPUR-CAMPUR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/2009/07/26/kerja-praktekku-hmm/</guid>
		<description><![CDATA[3 Minggu udah berlalu..
Gile 9x&#8230;
Nggak kerasa udah 3 minggu aku kerja praktek di PT.Lintech. Bukannya karena menikmati kerjaan di sana, cuman keseringan nggak masuk aja sehingga nggak kerasa udah tinggal seminggu lagi..(hehe..).
Udah bosen buanget. bayangin, tiap hari berangkat ke kantor pagi2 jam7, biar bisa nyampe sana jam8 tet. Pulangnya tebak jam berapa? jam4 boy&#8230; Subhanallah..
Emang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=341&subd=rifay&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>3 Minggu udah berlalu..<br />
Gile 9x&#8230;<br />
Nggak kerasa udah 3 minggu aku kerja praktek di PT.Lintech. Bukannya karena menikmati kerjaan di sana, cuman keseringan nggak masuk aja sehingga nggak kerasa udah tinggal seminggu lagi..(hehe..).</p>
<p>Udah bosen buanget. bayangin, tiap hari berangkat ke kantor pagi2 jam7, biar bisa nyampe sana jam8 tet. Pulangnya tebak jam berapa? jam4 boy&#8230; Subhanallah..<br />
Emang sih banyak banget pengalaman baru yg bisa ku dapetin di sana. Mulai dari ilmu2 yg emang dibutuhkan buat kerja, serunya jadi engineer, tantangan kerja di kontraktor, bisa tahu juga mana2 mata kuliah yg emang perlu dimengerti dan mana mata kuliah yg boleh sekedar lulus aja (hehe..) soalnya nggak semua dibutuhkan.</p>
<p>Oia, ini pelajaran paling penting yg ku dapetin selama 3 minggu ini, ku semakin yakin buat nggak berminat jadi pegawai!! bayangin, waktu aye nyampe kantor jam8, para karyawan udah pada mulai kerja boy. Kira2 berangkat jam berapa tuh?. Terus waktu aye pamitan buat pulang, mereka masih kerja..Hmm..Orang2 yg tangguh.</p>
<p style="text-align:center;">Kalo aye mungkin dah nggak betah kali. Ku kan kalo kuliah serius, nggak main2.. Berbakti dg dosen, nurut kalo&#8217; disuruh2 ngerjain tugas, laporan praktikum komplit, selalu mematuhi tata tertib lalu lintas, nggak pernah nenggak minuman keras atau minuman lunak yg berbahaya, nggak pernah bolos (Pas Ujian), <img class="size-full wp-image-375 aligncenter" title="gggb" src="http://rifay.files.wordpress.com/2009/07/gggb.jpeg?w=167&#038;h=109" alt="gggb" width="167" height="109" />sampe nggak sempet pacaran, <img class="size-full wp-image-376 aligncenter" title="gd" src="http://rifay.files.wordpress.com/2009/07/gd.jpeg?w=171&#038;h=121" alt="gd" width="171" height="121" />masak begitu lulus, kerjanya lama gitu..!</p>
<p style="text-align:center;">Jurusanku juga bukan sembarang, teknik Mesin ITS, The Best lho se-Negeri Indonesia Raya. Ospek ku juga bukan kepalang, IPDN nggak ada seujung jari kelingkingnya. Tiap saat selalu terngiang slogan sebagai dzikir tiap hari, Mesin Uber Alles. <img class="size-full wp-image-377 aligncenter" title="sdg" src="http://rifay.files.wordpress.com/2009/07/sdg.jpeg?w=138&#038;h=103" alt="sdg" width="138" height="103" />Kagak main2 tuh boy, berani menghina jaket merah yg bertuliskan kalimat suci itu, mending kita duel, nyawa taruhannya. Oooo..Begitu diwisuda, masak kerjanya seharian gituu..!! Capek!! Nggak rela aye mah!</p>
<p>Bener sih gaji lumayan,rumah mawah, kendaraan keren. Tetapi mereka berada pada lahan kerja yang mengikat. Berangkat pagi-pagi jam enam agar bisa nyampe kantor jam tujuh atau delapan. Bekerja sampai sore. Pulangnya jam lima an, sampai rumah jam enam. Belum lagi kalau macet. Nyampe rumah stres. Capek.</p>
<p>Tuh, hidup kayak gitu setiap hari. Benar sih bisa bikin rumah bagus. tapi kapan menikmatinya?. Nyampe rumah kan tinggal tidur. Hari minggu? Bukannya pergi berlibur?. Benar sih keluarga tercukupi kebutuhan ekonominya, tapi apa iya kita hanya menganggap keluarga hanya butuh itu. Kasih sayang dan perhatian lebih dibutuhkan oleh mereka. Kapan ada waktu bercanda bersama anak istri tiap malam. Kapan ada waktu sholat berjamaah bersama mereka. Kapan ada waktu untuk menyimak iqra’ dan hafalan si kecil. Kapan ada waktu untuk menemani belajarnya dan mendiskusikan PR-PR nya?.</p>
<p>Sekarang pertanyaan terakhir untuk anda. Apakah saya telah sukses memupus cita-cita anda semua untuk menjadi karyawan?</p>
<p style="text-align:center;">Saya harap tidak semua terpengaruh. Karena dalam beberapa tahun lagi, insyaallah saya butuh banyak karyawan. Hehe…<img class="size-full wp-image-356 aligncenter" title="am I young-entrepreneur.." src="http://rifay.files.wordpress.com/2009/07/am-i-young-entrepreneur.jpg?w=133&#038;h=165" alt="am I young-entrepreneur.." width="133" height="165" /></p>
<p>Becanda2..<br />
Oia, makasih buat mas Adi Yusuf yg tiap hari dalam kesibukan kerja masih sempet bimbing kami. Sabar mas ya ngadepi mahasiswa males kaya&#8217; gini.. (Hehe..)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/341/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=341&subd=rifay&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2009/07/26/kerja-praktekku-hmm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2009/07/gggb.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">gggb</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2009/07/gd.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">gd</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2009/07/sdg.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">sdg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2009/07/am-i-young-entrepreneur.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">am I young-entrepreneur..</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sahabat, Ku Kangeeen..</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2009/07/26/sms-motivasi-hari-ini-2/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2009/07/26/sms-motivasi-hari-ini-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 08:08:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[RIAK-RIAK ORGANISASI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/2009/07/26/sms-motivasi-hari-ini-2/</guid>
		<description><![CDATA[Seorang sahabat, dalam short message-nya kembali mengenangkanku sebuah kaidah klasik, “Bencilah kesalahannya, tapi jangan kau benci orangnya.”. Sungguh tak ada benci. Tak ada sedikitpun. Sungguh tak ada kecewa. Tak ada sedikitpun.  Ah, tak ada rasa lebih suci, lebih baik, lebih mulia di hati.
Kucoba renungi sekali lagi kekata Asy Syafi’I,
“Aku mencintai orang-orang shalih” begitu katanya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=338&subd=rifay&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seorang sahabat, dalam short message-nya kembali mengenangkanku sebuah kaidah klasik, “Bencilah kesalahannya, tapi jangan kau benci orangnya.”. Sungguh tak ada benci. Tak ada sedikitpun. Sungguh tak ada kecewa. Tak ada sedikitpun.  Ah, tak ada rasa lebih suci, lebih baik, lebih mulia di hati.</p>
<p>Kucoba renungi sekali lagi kekata Asy Syafi’I,<br />
“Aku mencintai orang-orang shalih” begitu katanya, diiringi titik air mata yg kian menggenang,<br />
“Meski aku bukanlah bagian dari mereka. Dan aku membenci para pemaksiat-Nya, meski aku tak berbeda dengan mereka.”. Begitu lanjutnya.</p>
<p>Pikiran kemudian melesat ke postingan masa lampau, terpikir, mungkin benar kata mas kader yg bilang “Saya tidak menvonis seseorang sebagai hamba yang jauh dari Tuhan hanya karena dalam penglihatan indra saya nampaknya ia begitu”. Saya sepakat dg kekata mbak Aisy yg bilang “Masalah refleksi dari luar menurutku ini bukan cara yang tepat karena ini malah akan menjadikan miss komunikasi diantara kita semua”.</p>
<p>Saya sepakat dg kalimat tegas Nia, yg dengan hati mendalam mengatakan, “Jika kau benci dengan aktifitas yang ada, mengapa itu harus berimbas pada yang lain, ketika di sana masih banyak yang peduli dengan yang lain..”. Benar kata sahabat yg bilang,” Ia banyak kekurangan, tapi sayang utk ditinggalkan”. Benar ucap ukhti Ziadah, yg menasehati, “Kamu, dia, kita tetaplah saudara walaupun berjuang di jalan yang berbeda”.</p>
<p style="text-align:center;">Ah, maaf atas segala celah. Yakin, bahwa bagiku saat ini, tiap orang beriman tetaplah rembulan yg juga memiliki sisi kelam, yang tak pernah ingin ditampakkannya pada siapapun. <img class="size-full wp-image-360 aligncenter" title="images.jpegddd" src="http://rifay.files.wordpress.com/2009/07/imagesddd.jpeg?w=118&#038;h=118" alt="images.jpegddd" width="118" height="118" />Maka saat ini, cukuplah bagiku memandang sang bulan pada sisi cantik yang menghadap ke bumi saat purnama itu. Tak usah kupikir kelamnya wajah yg tak ditampakkannya. Lebih indah jika khusnudzon itu ada pada kerasnya jalan juang kalian selama ini yg tak jarang menguras peluh. Pada ikhlas di hati untuk mengobarkan semangat dhu’afa dalam memperjuangkan haknya. Pada getar hati untuk bergandeng tangan kibarkan bendera kebebasan untuk kaum tertindas. Kalimat sayyidina Ali Radhiyallahu’anh pun selalu terngiang di telinga saat aku mengenang perjuangan itu, “Revolusi Islam akan terus berjalan sampai mereka yang berada dalam status paling rendah di antara kamu menjadi yang paling tinggi dan mereka yang paling tinggi di antara kamu akan menjadi yang paling rendah dan mereka yang melampaui akan dilampaui&#8221;.<img class="size-full wp-image-361 aligncenter" title="DSCN5775" src="http://rifay.files.wordpress.com/2009/07/dscn5775.jpg?w=333&#038;h=250" alt="DSCN5775" width="333" height="250" /></p>
<p>Kangen. Sungguh kangen dg kebersamaan itu. Tapi keengganan untuk kembali selalu berbisik. Ya, sejak lama, hanya karena sebuah rasa bimbang yg terus bergelayut di hati, ‘Terus ntar mau ngapain ya aku di sana?’.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/338/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=338&subd=rifay&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2009/07/26/sms-motivasi-hari-ini-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2009/07/imagesddd.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">images.jpegddd</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2009/07/dscn5775.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSCN5775</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Test Dulu.. Kamu Pria atau Cowok???</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2009/07/16/test-dulu-kamu-pria-atau-cowok/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2009/07/16/test-dulu-kamu-pria-atau-cowok/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 13:07:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[CAMPUR-CAMPUR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/2009/07/16/test-dulu-kamu-pria-atau-cowok/</guid>
		<description><![CDATA[Hehe..
Ini aye baru dapet email menarik dari Snf, yang bilang kalo&#8217; tidak semua PRIA adalah COWOK, dan begitu juga sebaliknya&#8230;
Tidak semua lelaki dewasa menjadi &#8220;PRIA&#8221;, ada juga yang masih begitu kekanakan setelah umurnya mencapai 40. 
Tenaaaang.. jangan keburu marah dulu dengan kenyataan ini, mungkin memang sebagian orang dilahirkan untuk jadi &#8220;PRIA&#8221;, tapi ada juga yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=334&subd=rifay&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hehe..<br />
Ini aye baru dapet email menarik dari Snf, yang bilang kalo&#8217; tidak semua PRIA adalah COWOK, dan begitu juga sebaliknya&#8230;</p>
<p>Tidak semua lelaki dewasa menjadi &#8220;PRIA&#8221;, ada juga yang masih begitu kekanakan setelah umurnya mencapai 40. </p>
<p>Tenaaaang.. jangan keburu marah dulu dengan kenyataan ini, mungkin memang sebagian orang dilahirkan untuk jadi &#8220;PRIA&#8221;, tapi ada juga yang cukup menjadi &#8220;COWOK&#8221; saja. Sekali lagi jangan kawatir, terima saja diri Anda sebagai PRIA (P) atau sebagai COWOK (C), toh semua punya nilai lebih dan kurang tersendiri. Dan yang tak kalah penting, percayalah kadang wanita tidak peduli.</p>
<p>Inilah Perbedaan mendasar antara seorang PRIA dan COWOK<br />
P : Tahu jelas 5 tahun lagi ia mau jadi apa.<br />
C : Tidak jelas 5 menit lagi ia mau berbuat apa.</p>
<p>P : Jago membuat wanita merasa tenang.<br />
C : Jago membuat cewek merasa senang.</p>
<p>P : Bacaannya Jhon Grisham, mainannya golf, tontonannya CNN.<br />
C : Bacaannya Harry Potter, mainannya bilyar, tontonannya MTV.</p>
<p>P : Sebelum umur 30 sudah banyak uang.<br />
C : Sebelum umur 30 sudah banyak dosa.</p>
<p>P : Seimbang antara penghasilan dan pemasukan.<br />
C : Seimbang antara hutang dan pembayaran minimum.</p>
<p>P : Mendukung emansipasi wanita, tapi tetap membayari bon makan wanita.<br />
C: Mendukung emansipasi wanita dengan membiarkan wanita bayar sendiri.</p>
<p>P : Punya akuntan, penjahit dan dokter langganan.<br />
C : Punya salon, kafe dan bengkel langganan.</p>
<p>P : Meminta Anda nimbrung ngobrol kalau mamanya menelepon.<br />
C : Pura-pura Anda tidak bersamanya jika mamanya menelepon.</p>
<p>P : Putus dengan pasangannya sambil berjabatan tangan dan mengakui sulitnya menjembatani perbedaan antar mereka berdua, diiringi ucapan, &#8220;Kita tetap bisa berteman selamanya.&#8221;<br />
C : Putus dengan pasangannya sambil kabur dari rumah, merokok berbatang-batang, plus ucapan, &#8220;Jangan undang aku ke pernikahanmu nanti!&#8221;</p>
<p>P : Mencintai wanita 10% pada pertemuan awal dan meningkat terus.<br />
C : Mencintai wanita 100 % pada pertemuan awal dan menurun terus.</p>
<p>P : Berpikir dewasa seperti orang usia 40 tahun saat berusia 17 tahun.<br />
C : Berpikir kekanakan seperti orang usia 17 tahun saat berusia 40 tahun.</p>
<p>P: Bisa menang hanya dengan otak dalam konflik.<br />
C: Cuma bisa ngamuk, adu mulut, dan adu otot dalam konflik.</p>
<p>P : Mikirnya, &#8220;Aku masih kurang pengetahuan, harus belajar lebih banyak.&#8221;<br />
C : Mikirnya, &#8220;Aku yang terhebat di muka bumi, siapapun aku hadapin!!!&#8221;</p>
<p>P: Otak no 1, digabungin otot kalo kepaksa.<br />
C: Otot no 1, ditambah otak kalo punya.</p>
<p>Kamu termasuk yg mana ??</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/334/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&blog=3083466&post=334&subd=rifay&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2009/07/16/test-dulu-kamu-pria-atau-cowok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>