<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Kecil Rifay</title>
	<atom:link href="http://rifay.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rifay.wordpress.com</link>
	<description>Sejarah Hanya ditulis dg nuansa dua warna. Merah darah para pejuang, dan hitam tinta para penulis.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 08:46:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rifay.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Catatan Kecil Rifay</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rifay.wordpress.com/osd.xml" title="Catatan Kecil Rifay" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rifay.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Buku Baru : Man Shabara Zhafira</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2011/12/12/buku-baru-man-shabara-zhafira/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2011/12/12/buku-baru-man-shabara-zhafira/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 12:18:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[ABOUT ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[TENTANG BUKU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/?p=1191</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; Spesifikasi Buku Judul: Ahmad Rifa&#8217;i Rif&#8217;an ISBN: 9786020016191 Harga: Rp. 49.800 Ukuran: 14 X 21 Cm Tebal: 308 Kategori: MOTIVASI &#160; “Saya sudah baca bukunya, subhanallah, buaagus!” Ustadz Yusuf Mansyur, Pemimpin Wisata Hati “Inspiring! Buku ini menggerakkan pembaca untuk take action.” Ippho Santosa, Pakar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1191&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rifay.files.wordpress.com/2011/12/15-cover-man-shabara.jpg"><img class=" wp-image-1192 alignleft" title="15. Cover Man Shabara" src="http://rifay.files.wordpress.com/2011/12/15-cover-man-shabara.jpg?w=477&#038;h=340" alt="" width="477" height="340" /></a><strong></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Spesifikasi Buku</strong><br />
Judul: Ahmad Rifa&#8217;i Rif&#8217;an<br />
ISBN: 9786020016191<br />
Harga: Rp. 49.800<br />
Ukuran: 14 X 21 Cm<br />
Tebal: 308<br />
Kategori: MOTIVASI</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;">“Saya sudah baca bukunya, subhanallah, buaagus!”</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Ustadz Yusuf Mansyur,</strong><em> Pemimpin Wisata Hati</em></p>
<p style="text-align:left;">“Inspiring! Buku ini menggerakkan pembaca untuk take action.”</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Ippho Santosa,</strong><em> Pakar otak kanan, penulis mega-bestseller, dan pendiri TK Khalifah</em></p>
<p style="text-align:left;">“Buku ini mengingatkan kita bahwa kesabaran itu tidak berbatas”</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Purdi E. Chandra</strong>,<em> Pendiri Primagama &amp; Entrepreneur University</em></p>
<p style="text-align:left;">“Kesabaran adalah kekuatan untuk berlaku tenang dalam penantian. Dan orang yang menanti sesuatu yang bernilai, memiliki hak yang lebih baik untuk bersabar&#8221;.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Mario Teguh</strong><em>, Motivator Indonesia</em></p>
<p style="text-align:left;">&#8220;Man Shabara Zhafira, sebuah buku penting yang menginspirasi. Tidak ada yang dapat mengalahkan kekuatan para pemimpi yang bersabar. Siapa yang bersabar pasti akan beruntung&#8221;</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Damien Dematra</strong>, <em>Sutradara Film &#8216;Si Anak Kampoeng&#8217; dan Penulis buku tertebal di dunia.</em></p>
<p style="text-align:left;">“Kombinasi sungguh-sungguh dan sabar adalah keberhasilan. Kombinasi man jadda wajada dan man shabara zhafira adalah kesuksesan.”<strong></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Ahmad Fuadi</strong>,<em> Penulis Trilogi Negeri 5 Menara</em></p>
<p style="text-align:left;">“Buku ini menunjukkan, bahwa selain kerja keras, orang butuh kesabaran untuk mencapai kesuksesan. Tidak ada kesuksesan yang bisa dicapai secara instan, sabar adalah kuncinya&#8221;</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Akbar Zainudin</strong><em>, Motivator, penulis buku ‘Man Jadda Wajada 1&amp;2’</em><em></em></p>
<p style="text-align:left;">&#8220;Sukses adalah sebuah perjalanan, dan bagaimana kita berespon terhadap peristiwa dalam kehidupan merupakan bagian yang penting untuk mengambil setiap keputusan. Buku ini mengingatkan kita untuk melakukan bagian kita secara maksimal dan beriman agar Tuhan melakukan bagianNYA untuk kita. Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Bekerja keras, bertekun dalam doa dan senantiasa mengucap syukur akan member energi baru dalam<br />
melangkah menggapai kesuksesan. Buku ini dengan keenam bagiannya layak untuk dibaca bagi kita yang ingin meraih kesuksesan dalam perjalanan hidup.&#8221;</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Parlindungan Marpaung</strong><em>, Motivator and Leadership Specialist, Penulis Buku Best Seller , &#8220;Setengah Isi Setengah Kosong&#8221; dan &#8220;Life is Choice&#8221;</em><em></em></p>
<p style="text-align:left;">“Kalau anda ingin tahu bahwa kesabaran merupakan kunci kesuksesan, cepat baca buku yang luar biasa ini”</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Hengky Eko,</strong><em> Pemilik Franchise Bakso Malang ‘Cak Eko’</em></p>
<p style="text-align:left;">“Impian melangit, action membumi, tebarkan cinta, sertakan Tuhan dalam setiap langkah, serta bangkit ketika gagal menyerta. Formula hidup yang komplit itu dijabarkan dalam buku <em>Man Shabara </em><em>Zhafira</em>, buku motivasi yang menurut saya sudah sangat komplit. Bertabur kisah, kaya hikmah, berlinang motivasi, kadang bikin ketawa, tapi tak jarang bikin nangis. <em>Great!!!</em>”.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Aisyah Christy</strong><em>, Penulis buku ‘Woman to Heaven’</em></p>
<p style="text-align:left;">“Buku ini sangat inspiratif. Selain menguak dimensi perjalanan batin manusia yang begitu dalam dan powerfull, buku ini juga menyajikan contoh-contoh perjalanan kehidupan seseorang dalam menggapai kesuksesan dengan sebuah senjata yang bernama &#8220;sabar&#8221;. Motivasi yang mengena dan contoh keseharian yang banyak kita temui menjadikan buku ini seharusnya menjadi buku pegangan anda jika anda seorang pelajar, mahasiswa, dosen, pejabat, pengusaha, karyawan, ataupun siapa saja yang punya impian dengan masa depan dirinya, institusi, dan usahanya”.</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Zikky</strong><em>, Mahasiswa S2 Microelectronics HDA-Darmstadt, Germany</em></p>
<p style="text-align:left;">&#8220;Sebenarnya, inti seluruh ajaran moral yang diemban para Nabi dan Rasul adalah mengajak manusia untuk selalu bersikap sabar, karena dengan kesabaranlah segala cita dan keinginan akan teraih dengan gemilang. Tanpa kesabaran, seseorang tak akan pernah bisa meraih apa yang dia inginkan. Dan buku ini dengan excellent bertutur pada kita akan bukti-bukti nyata linangan madu manis kesabaran, agar kita termotivasi untuk mencerecap manisnya madu itu&#8221;</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Awy&#8217; A. Qolawun</strong><em>, FLP Saudi Arabia, Penulis buku &#8220;Bengkel Jiwa&#8221;</em></p>
<p style="text-align:left;">&#8220;Inspiratif! Ditengah kondisi masyarakat kita yang banyak menawarkan solusi instan dalam meraih sebuah kesuksesan, buku motivasi Man Shabara Zhafira ini hadir untuk menjelaskan tentang pentingnya sebuah proses dan kesabaran untuk menggapai keberhasilan. Buku bergizi yang wajib di baca oleh setiap orang yang mendambakan kesuksesan.&#8221;</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Miftahur Rahman el-Banjary</strong>, MA,<em> Penulis buku &#8220;Dahsyatnya Potensi Ahsanu Taqwim&#8221;, Motivator Muda , dan Kandidat Doktor  di Univ. Arab League, Cairo-Mesir</em></p>
<p style="text-align:left;">&#8220;Sukses memang akan berbeda dimaknai oleh setiap orang, namun, untuk menggapai &#8220;sukses&#8221; tersebut semua orang harus melalui dengan &#8220;sabar&#8221;. dalam buku ini, sabar bukanlah hanya sekedar teori, akan tetapi bagaimana sabar itu bsia dipraktekkan yang kemudian mampu diinternalisasikan dalam diri untuk menggapai &#8220;sukses&#8221;. wajib ini menjadi dibaca bagi siapa saja yang mau menggapai sukses dan disertai dengan kendahan cinta dan keimanan.  dan perlu penekanan, buku ini juga bisa buat anda semua menjadi positive thingking menghadapi masalah hingga anda mampu menggapai bahagia&#8221;</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Rolla Apnoza</strong><em>, Mahasiswi S2 Psikologi UI</em></p>
<p style="text-align:left;"><em>“Awesome!.</em> Ditengah kekeringan sentuhan softkill bagi para pemuda Indonesia, disaat hilangnya pendidikan mental dalam kurikulum pendidikan Nasional, buku praktis karya Ahmad Rifai Rifan ini pun hadir. Cerita yang diangkat bukanlah isapan jempol belaka, sebagaimana prinsip al Quran dalam mendidik umat akhir zaman yang tidak pernah menggunakan sandiwara dalam penyampaiannya. Buku ini seperti hendak mengungkapkan apa dibalik kalam Ilahi, ‘<em>Ana inda dzonni abdi‘</em> (Sesungguhnya Aku tergantung persangkaan hamba-Ku). Masalahnya, tergantung siapakah yang bermimpi (berprasangka)?. Bila ia seorang yang dungu, maka mimpinya hanya akan mencelakai orang lain, bila ia orang yang pandai maka mimipinya akan bisa menyelesaikan masalah banyak orang dan bila ia orang yang bijak maka mimpinya akan membahagiakan setiap orang. Buku yang layak dibaca dan diwariskan”.</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Achmad Syaifudin</strong><em>, Lecture, Study in Hokkaido University, Jepang</em></p>
<p style="text-align:left;">“Sabar itu adalah memang kunci sukses. Kita memang sering menjadi orang yang seenaknya atau semau gue, yaitu ingin meraih kesuksesan dengan tergesa-gesa, terburu-buru, atau cepat-cepat tanpa mau bersusah-susah atau berusaha keras dahulu. Atau, dengan ungkapan lain, kita sering “tidak sabar” dalam proses meraih kesuksesan. Kita sering kali tidak telaten dalam melewati proses kesuksesan. Kita bisanya melihat orang lain ketika sudah dalam keadaan sukses, akan tetapi kita tidak mau melihat bagaimana orang lain itu sampai bisa meraih kesuksesan. Saya setuju dengan penulis buku ini bahwa kesabaran adalah modal dasar dari para pemenang. Sabar adalah rumus hidup dari hampir semua orang sukses di dunia.”</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Achmad Sjamsudin</strong><em>, Manajer Layanan Donatur Yatim Mandiri</em></p>
<p style="text-align:left;">“Buku yang menggugah. Karena sabar adalah hal yang sangat penting dalam Islam, sehingga dikatakan bahwa orang-orang yang sabar adalah kekasih Allah”</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Viddy AD Daery</strong>,<em> budayawan Asia Tenggara, novelis</em></p>
<p style="text-align:left;">“Bagi siapapun yang sedang berjuang menggapai mimpinya dan tiba-tiba di tengah jalan berkata &#8220;Aku sudah tak kuat lagi, kesabaranku sudah mencapai limitnya, kesabaranku sudah habis&#8230;&#8221;, maka lewat buku ini kita akan temukan bahwa kita pantas untuk terus berjuang, karena batas untuk berhenti bersabar itu hanyalah ketika impian kita sudah tercapai!”</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Alief Wikarta</strong><em>, Dosen Mechanical Engineering ITS</em></p>
<p style="text-align:left;">&#8220;<em>Man Shabara Zhafira</em>. Sederhana tetapi dahsyat. mengikis keraguan dan ketakutan untuk bermimpi besar dan meraih kembali kekuatan untuk mengejarnya. Ditambah perpaduan kisah-kisah yang begitu dekat dengan keseharian kita, mampu membuat kita tersadar bahwa kita sangat dekat dengan atmosfer kesuksesan.&#8221;</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Rizka Zulhijjah, ST</strong><em>, Kumamoto University, Jepang</em></p>
<p style="text-align:left;"> &#8221;Buku inspiratif yang akan menjadi best practice buat sahabat yang ingin sukses&#8221;.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Ahmad Badruddin</strong><em>, EPD-Process Engineering di PT. Pertamina</em></p>
<p style="text-align:left;">“Ada ratusan buku tentang bagaimana menjadi orang sukses. Tapi buku ini mengingatkan kita dan saya khusus nya untuk kembali meluruskan niat dan menjadikan “kesuksesan” bukan sebagai tujuan akhir tapi sebagai bagian dari proses kehidupan itu sendiri. Buku ini secara mendalam membahas hal se-sederhana “mimpi”, namun penulis dengan bahasanya yang ringan mampu menggambarkan metamorfosa mimpi menjadi cita cita dan kemudian kebahagiaan. Hal lain yang juga menarik adalah bagaimana penulis mengolah setiap bab sehingga pesan tentang pentingnya doa, kesabaran, kerja keras dan terlebih berbaik sangka kepada Allah SWT adalah satu kesatuan yang menjadikan seseorang tidak sekedar sukses tapi bahagia dalam arti yang luas”.</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Leddy Damayanti</strong><em>, Jakarta</em></p>
<p style="text-align:left;">“Tak selamanya ‘istimewa’ itu ada pada sesuatu yang luar biasa. Kesederhanaan justru membuatnya lebih bermakna, dan mengena. Rumus-rumus dalam buku ini misalnya. Sederhana, tapi istimewa. Istimewa bagi siapa saja yang ingin belajar mengambil hikmah. Teruslah menginspirasi!”</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Holidah, S.Pd</strong><em>, Guru SDIT Luqman al Hakim, Balikpapan</em></p>
<p style="text-align:left;">“<em>Man Shabara Zhafira</em>, kesabaran menjadi energi besar maraih keberhasilan, sebagaimana kisah Thalut yang diabadikan dalam al-Qur&#8217;an. Semakin paham dan dekat dengan shabar maka keberhasilan akan semakin nyata”.</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Agus Cahyono SHI.,MHI</strong><em>, Ketua Umum DPD PKS Trenggalek</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/1191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/1191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/1191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/1191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rifay.wordpress.com/1191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rifay.wordpress.com/1191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rifay.wordpress.com/1191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rifay.wordpress.com/1191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/1191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/1191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/1191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/1191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/1191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/1191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1191&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2011/12/12/buku-baru-man-shabara-zhafira/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2011/12/15-cover-man-shabara.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">15. Cover Man Shabara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahkan Tuhan Pun Berqurban</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2011/10/25/bahkan-tuhan-pun-berqurban/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2011/10/25/bahkan-tuhan-pun-berqurban/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 04:30:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[ABOUT ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[TENTANG BUKU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/?p=1187</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku : Bahkan Tuhan pun Berqurban Seri : Motivasi Islami ISBN / EAN : 9786020012315 / 9786020012315 Author : Ahmad Rifa&#8217;i Rif&#8217;an Publisher : Elex Media Komputindo Publish : 19 Oktober 2011 Ukuran : 132 halaman, 150 gram,  140 x 210 Harga : 24.800 &#160; Ibnu Hajar Rahimahullah dalam kitab legendarinya, Fathul Baari mengatakan: “Tampaknya sebab mengapa sepuluh hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1187&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1188" title="9786020012315" src="http://rifay.files.wordpress.com/2011/10/9786020012315.jpg?w=500" alt=""   /></p>
<p>Judul Buku : Bahkan Tuhan pun Berqurban</p>
<p><strong>Seri : </strong>Motivasi Islami</p>
<p><strong>ISBN / EAN : </strong>9786020012315 / 9786020012315</p>
<p><strong>Author : Ahmad Rifa&#8217;i Rif&#8217;an</strong></p>
<p><strong>Publisher : </strong>Elex Media Komputindo</p>
<p><strong>Publish : </strong>19 Oktober 2011</p>
<p><strong>Ukuran : </strong>132 halaman, 150 gram,  140 x 210</p>
<p><strong>Harga</strong> : 24.800</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ibnu Hajar <em>Rahimahullah</em> dalam kitab legendarinya, <em>Fathul Baari </em><em>mengatakan</em>: “Tampaknya sebab mengapa sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah diistimewakan adalah karena pada hari-hari tersebut merupakan waktu berkumpulnya ibadah-ibadah utama,  dan tidak ada pada waktu lainnya.”</p>
<p>Bulan Dzulhijjah menyimpan begitu banyak misteri. Ada yang dikuak langsung secara eksplisit oleh Allah melalui literatur-literatur agama, ada pula yang membutuhkan kerja keras dan usaha manusia untuk mengungkap misteri-misteri lain yang terkandung di  dalamnya.</p>
<p>Buku ini mengungkap hal-hal yang berkaitan dengan keistimewaan Dzulhijjah yang jarang terekspose oleh buku-buku agama klasik. Buku ini dibagi menjadi empat bagian, antara lain:</p>
<p><strong>Bagian 1 Menyelami Sejarah</strong><strong></strong></p>
<p>Bagian ini mengungkap peristiwa-peristiwa besar yang terjadi pada bulan Dzulhijjah di masa lampau. Masing-masing kisah kemudian diambil intisari dan hikmah yang patut dijadikan teladan bagi umat Islam sepanjang masa.</p>
<p><strong>Bagian 2 Beridul Adha dengan Cerdas</strong><strong></strong></p>
<p>Bagian ini mengungkap bagaimana memuliakan bulan Dzulhijjah serta menjabarkan ritual peribadatan yang dilakukan oleh Rasulullah pada bulan tersebut.</p>
<p><strong>Bagian 3 <em>The Philosophy of Qurban</em></strong><strong><em></em></strong></p>
<p>Dalam bagian ini penulis hendak mendiskusikan muatan-muatan filosofis yang tersimpan dalam perintah qurban. Ternyata qurban mengandung begitu banyak hikmah yang patut untuk direnungkan.</p>
<p><strong>Bagian 4 Memaknai Haji</strong><strong></strong></p>
<p>Bagian ini tidak akan anda dapati tata cara berhaji. Karena sudah begitu banyak buku yang membahasnya. Bagian ini anda akan diajak penulis untuk menyelami peribadatan haji ditinjau dari pemaknaan ritual dalam haji. <em></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/1187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/1187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/1187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/1187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rifay.wordpress.com/1187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rifay.wordpress.com/1187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rifay.wordpress.com/1187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rifay.wordpress.com/1187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/1187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/1187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/1187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/1187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/1187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/1187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1187&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2011/10/25/bahkan-tuhan-pun-berqurban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2011/10/9786020012315.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">9786020012315</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lu’lu&#8217;il Maknun (Mutiara yang Tersimpan)</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2011/08/15/lu%e2%80%99luil-maknun-mutiara-yang-tersimpan/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2011/08/15/lu%e2%80%99luil-maknun-mutiara-yang-tersimpan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Aug 2011 08:05:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/?p=1183</guid>
		<description><![CDATA[Seorang Arab kampung datang kepada Muawiyah ibn Abi Sofyan dengan pakaian yang sangat kumal. Ternyata karena alasan itu Muawiyah pun tidak mempedulikan kehadirannya. “Ya Amirul Mukminin,” kata orang Arab Kampung itu. “Bukanlah pakaian yang mengajak anda berbicara tuan! Yang mengajak tuan bicara adalah manusia yang berada di dalam pakaian ini!”. Arab Kampung itu kemudian berbicara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1183&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><br />
</strong>Seorang Arab kampung datang kepada Muawiyah ibn Abi Sofyan dengan pakaian yang sangat kumal. Ternyata karena alasan itu Muawiyah pun tidak mempedulikan kehadirannya.</p>
<p>“Ya Amirul Mukminin,” kata orang Arab Kampung itu. “Bukanlah pakaian yang mengajak anda berbicara tuan! Yang mengajak tuan bicara adalah manusia yang berada di dalam pakaian ini!”.</p>
<p>Arab Kampung itu kemudian berbicara panjang lebar tentang berbagai masalah dengan tingkat keilmuan yang tinggi. Tutur kata dan bahasanya indah. Muawiyah tak menyangkanya sebelumnya.</p>
<p>Usai berbicara, Arab Kampung itu keluar dan pergi meninggalkan istana tanpa meminta suatu apapun.</p>
<p>Muawiyah pun berkata, “Aku belum pernah melihat seseorang yang pada awalnya sama sekali tak kuhargai, namun pada akhirnya ia begitu mulia di mataku”.</p>
<p align="center">♥♥♥</p>
<p>Ketika masih berada di kelas empat Madrasah Ibtidaiyah (setara SD), saya memperoleh pelajaran hidup yang sungguh berharga: jangan mudah meremehkan orang lain dari penampilannya.</p>
<p>Saat itu saya sangat hobi bermain ke Pasar Wage. Itu adalah nama pasar di kampung sebelah yang buka tiap 5 hari sekali (Wage). <em>Nah,</em> di jalan masuk pasar itu, ada seorang tukang sol sepatu. Biasa, dari segi penampilan, tak ada yang unik, penampilan seadanya, pakaiannya kotor oleh debu-debu jalanan. Tetapi sungguh wajahnya meskipun kotor, tapi cerah. Diam-diam saya sambil lewat masuk maupun keluar pasar selalu memperhatikan Bapak tukang sol sepatu ini. Saya memang sejak lama percaya, bahwa orang shalih selalu memancarkan aura positif dari wajahnya.</p>
<p>Dan benar. Secara tak sengaja salah seorang teman yang kebetulan <em>mondok</em> di pesantren bercerita, bahwa bapak tukang sol sepatu itu adalah salah satu ustadz yang mengajar di pesantrennya. Teman itu pun bilang bahwa tukang sol sepatu itu adalah seorang hafidz (hafal Al Qur’an).</p>
<p align="center">♥♥♥</p>
<p>Saya berulang kali menunduk syukur kepada Allah, sungguh karunia yang luar biasa, sejak kecil saya dipertemukan dengan banyak manusia mulia. Beberapa manusia luar biasa itu adalah para guruku di MI Islamiyah. MI tempat saya belajar itu bukanlah sekolah elit. Hanya MI kecil, terletak di kampung terpencil pula. <em>Ah</em>, jangankan gubernur, bupati saja belum tentu mengenal nama kampung yang juga dipimpinnya itu.</p>
<p>Namun saya bangga dan merasa beruntung bisa bersekolah di sana. Di sekolah itu saya memperoleh banyak teladan tentang keikhlasan. Jika mengenang mereka (para guru MI itu), saya mendadak melankolik. Bagaimana tidak, semua dari kami sadar betul bahwa gaji yang mereka terima dari hasil mengajar di sekolah itu tak mungkin cukup untuk kebutuhan sehari-hari. <em>Ah</em>, jangankan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Untuk biaya bensin untuk pulang pergi tiap hari saja saya yakin akan tekor. Harap tahu, jarak rumah mereka dengan MI itu relatif jauh. Apalagi pas musim hujan. Terpaksa mereka harus menempuh jarak yang jauhnya tiga kali lipat dari jalan pintas, karena saat musim hujan jalan pintas menuju kampungku tak bisa dilewati kendaraan.</p>
<p>Tapi jangan ragukan bagaimana semangat mereka dalam mengajar. Mereka mengajar kami dengan sungguh-sungguh dan sangat antusias, tak ada sedikitpun rona keterpaksaan di wajah mereka. Bagaimana mereka bisa dengan ceria mengajar kami, seolah lupa dengan kesulitan ekonominya?. Seolah segala kebutuhan mendasar hidupnya telah tuntas. Padahal, sungguh, kami benar-benar tahu, bahwa mereka bukan orang kaya. Ya, jika kekayaan dipandang dari segi materi, mereka jauh dari predikat kaya. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, kebanyakan dari mereka mencari pekerjaan lain. Ada yang menjahit, ada yang bertani, ada yang mengajar di tempat lain.</p>
<p>Kami sadar, nama mereka tak dikenal di negeri ini. Tak ada yang kenal mereka kecuali warga kampung dan kami para muridnya. Tapi mereka mulia dalam ketidakpopuleran. Mereka mutiara yang tersimpan. Mereka manusia mulia yang terpendam dari buku-buku biografi sejarah. Dan jujur, diam-diam saya lebih bangga kepada mereka daripada para dosen maupun para professor di kampus saya saat ini.</p>
<p>Bagiku, merekalah lu&#8217;lu&#8217;il maknun, mutiara yang tersimpan. Sayang, mereka tak terjangkau media. Sayang, tinta emas tak bersedia menulis nama mereka di lembar buku sejarah, menjadikan mereka sebagai teladan manusia inspiratif. Alasannya sederhana, budaya jurnalistik dan pers kita lebih menghargai prestasi yang tertampilkan dalam kompetisi-kompetisi tingkat nasional, baru dihargai. Budaya masyarakat kita lebih menghargai manusia berdasar banyak standar-standar fisik: prestasi akademik, deret gelar, tingkat pendidikan, popularitas, tingkat kekuatan finansial, karya-karya ilmiah, dan banyak lagi standar formalitas yang lain. Maka wajar jika para manusia mulia itu tak mungkin masuk dalam deretan nama yang layak ditulis oleh tinta emas sejarah. Deret gelar mereka tak punya. Bahkan kebanyakan mereka adalah lulusan pesantren yang gelar terakhir yang disandangnya adalah santri. Kekayaan apalagi. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari mereka harus bertani dan menjahit.</p>
<p align="center">♥♥♥</p>
<p>Ada tukang bakso yang memiliki kebiasaan unik. Setiap menerima uang dari pembeli bakso darinya, ia menyimpan uang itu di tiga tempat. Sebagian di laci gerobaknya, sebagian di dompetnya, dan sisanya ke kaleng bekas tempat roti. Ketika ditanyaapa alasannya, jawabannya membuat kita tertunduk malu.</p>
<p>“Uang yang masuk dompet itu, “ Penjual bakso itu menjelaskan alasannya, “adalah hak keluarga dan anak-anak saya. Uang yang di laci itu untuk zakat, infaq, qurban, dan yang sejenisnya. Sedangkan yang di kaleng itu untuk nyicil biaya naik haji. Insyaallah sekitar dua tahun lagi bisa mencukupi untuk membayar ONH. Mudah-mudahan ongkos haji naiknya tidak terlalu, sehingga saya masih bisa menjangkaunya”.</p>
<p>Sekali lagi, banyak manusia mulia yang tersimpan di balik layar sejarah. Mereka tak mengharap puja-puji manusia. Mereka hanya ingin mulia di depan Tuhannya. Mereka merindu untuk segera tidur di atas dipan bertahtakan emas. Mereka merindu hidup bersama bidadari-bidadari surga bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan. <em>Lu’luil Maknun.</em></p>
<p>Ada kisah dari Emha Ainun Najib. Suatu hari Cak Nun ingin membeli jagung bakar dalam jumlah banyak, untuk dia dan kawan-kawannya. Padahal uangnya tidak cukup. Si penjual jagung malah berkata, “Kalau sampeyan cuma punya 75 rupiah untuk satu jagung, ya tidak apa-apa lah. Silahkan ambil. Tapi harganya tetap seratus rupiah <em>lho </em><em>ya</em>”.</p>
<p>“Lho, bagaimana sih Pak?” Tanya Cak Nun bingung.</p>
<p>Penjual jagung itu menjawab, “Kekurangan sampeyan yang dua puluh lima rupiah itu adalah keuntungan saya di akhirat nanti.”.</p>
<p align="center">♥♥♥</p>
<p>Lu’luil Maknun. Mungkin banyak dari kita yang tertunduk malu pada mereka. Ketika yang lain mendamba kuasa, mereka justru gemetaran menerima amanah. Ketika masih banyak dari kita yang tak ada puasnya memburu harta dengan beragam cara, mereka menolaknya atas nama kejujuran. Ketika banyak dari kita yang memburu popularitas, tak terbesit dalam jiwa mereka untuk dikenal banyak orang dan diketahui jasa-jasa mereka. Mereka tidak tertarik dengan puja-puji dari manusia. Mereka tak tertarik untuk dikenal oleh banyak manusia. Mereka hanya ingin dikenal sebagai hamba yang mulia oleh Tuhannya.</p>
<p>Semoga kita tak lagi merasa rendah saat berhadapan dengan orang yang hartanya lebih banyak, gelarnya lebih berderet, atau jabatan dan popularitasnya lebih tinggi. Karena bagi Allah, bukan ukuran-ukuran semacam itu yang menjadi tolok ukur kemuliaan manusia.</p>
<p>Semoga mulai saat kini kita juga tak mudah menganggap remeh orang-orang yang dari penampilan fisik mungkin sangat sederhana. Karena tak jarang orang-orang baik lahir dari orang-orang yang sederhana. Mereka tidak menampakkan kebaikannya. Mereka kadang berusaha mati-matian merahasiakan prestasinya. Mereka menyembunyikan kebaikan dan prestasi yang telah diperoleh dengan alasan takut riya’, takabur, atau ujub. Mereka takut niatnya untuk berbuat baik terkotori oleh sikap-sikap hati yang salah.</p>
<p>Ya, jangan takut tak memiliki eksistensi dalam lembar sejarah dunia. Karena lembar sejarah akhiratmu tak akan pernah melewatkan manusia-manusia mulia yang mengikhlaskan dirinya meniti jalan-Nya. Jika rangsangan untuk menampilkan potensi diri dikhawatirkan akan timbul riya’, ujub, takabbur, dan segala sifat-sifat kotor yang lain, yakinlah, bahwa di hadapan Allah, mutiara tetaplah mutiara. Tersimpannya mutiara tak mengurangi harga mutiara itu.</p>
<p>Tugas kita dalam hidup cukuplah sederhana, berusahalah untuk menjadi mutiara. Mutiara yang berharga menurut Allah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/1183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/1183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/1183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/1183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rifay.wordpress.com/1183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rifay.wordpress.com/1183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rifay.wordpress.com/1183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rifay.wordpress.com/1183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/1183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/1183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/1183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/1183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/1183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/1183/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1183&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2011/08/15/lu%e2%80%99luil-maknun-mutiara-yang-tersimpan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buku Sukses Tanpa Sarjana</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2011/07/08/buku-sukses-tanpa-sarjana/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2011/07/08/buku-sukses-tanpa-sarjana/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jul 2011 02:52:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[ABOUT ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[TENTANG BUKU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/?p=1178</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Judul  : Sukses Tanpa Sarjana Penulis : Ahmad Rifa&#8217;i Rif&#8217;an Penerbit : Marsua Media Tebal    : 200 halaman Harga  : Rp. 25.000 &#160; Hal apa yang paling diinginkan semua umat manusia? Jawabannya adalah sukses. Sukses telah menjadi impian setiap manusia. Berbagai jenis pendidikan diambil, beragam usaha dikerjakan, beragam jenis pekerjaan ditekuni demi mencapai kesuksesan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1178&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rifay.files.wordpress.com/2011/07/sts-ndew.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1179" title="STS ndew" src="http://rifay.files.wordpress.com/2011/07/sts-ndew.jpg?w=212&#038;h=300" alt="" width="212" height="300" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Judul  : Sukses Tanpa Sarjana</p>
<p>Penulis : Ahmad Rifa&#8217;i Rif&#8217;an</p>
<p>Penerbit : Marsua Media</p>
<p>Tebal    : 200 halaman</p>
<p>Harga  : Rp. 25.000</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal apa yang paling diinginkan semua umat manusia? Jawabannya adalah sukses. Sukses telah menjadi impian setiap manusia. Berbagai jenis pendidikan diambil, beragam usaha dikerjakan, beragam jenis pekerjaan ditekuni demi mencapai kesuksesan.</p>
<p>Sayangnya, meski semua manusia ingin sukses, tidak semuanya memahami apa itu makna dari kesuksesan. Tidak sedikit yang masih menganggap kesuksesan identik dengan punya harta banyak, popularitas melangit, duduk di kursi empuk kekuasaan, dan lain-lain. Padahal begitu banyak orang kaya (secara materi), populer, maupun pangkatnya tinggi yang hidup dalam stres, depresi, bahkan meninggal dengan cara bunuh diri.</p>
<p>Lalu, apa sebenarnya indikator seseorang bisa disebut sebagai orang sukses?. Buku setebal 200 halaman ini memberikan pemaknaan tentang sukses dengan sangat gamblang. Penulis mencoba menjernihkan definisi sukses melalui tingkatan kesuksesan hidup yang disebutnya sebagai kelas-kelas sukses.</p>
<p>Penulis mengungkapkan bahwa kelas terendah kesuksesan hidup adalah materi. Kelas ini termasuk di dalamnya berisi harta, tahta, popularitas, intelektualitas, kreatifitas, dan sejenisnya. Intinya ia lebih bersifat egosentris. Kelas ini bisa mengangkat manusia pada sebuah kelas yang ‘elit’ di komunitasnya. Jika manusia bisa mengendalikannya, maka potensi untuk mencapai tangga sukses yang lebih tinggi akan semakin mudah. Tapi jika tak bisa mengendalikan, maka kelas pertama ini tak banyak berperan untuk menggapai tujuan hidup yang lebih tinggi.</p>
<p>Kelas pertama ini hanyalah tangga terendah. Bahkan berapa banyak manusia yang telah meraih kaya, popularitas melangit, intelektualitas tak diragukan, tapi hidupnya justru berakhir di rumah sakit jiwa, bahkan tak sedikit yang mengakhiri hidupnya dengan cara tragis. Karena hati mereka hampa dalam gemerlap kilau materi.</p>
<p>Kelas sukses kedua adalah bahagia. Ia jauh lebih tinggi dari tangga pertama yang hanya terjangkau secara inderawi dan bersifat fisik semata. Kebahagiaan adalah suasana damai di jiwa. Ia tak berasal dari harta berlimpah, ia tak berasal dari pangkat yang tinggi, bukan juga dari popularitas. Bahagia akan lahir dari ikhlas dan syukurnya hati terhadap segala hasil yang dicapai dalam kehidupan.</p>
<p>Bahagia tapi hanya untuk diri sendiri tentu belum cukup. Manusia yang mulia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Maka kelas sukses berikutnya adalah bermanfaat bagi manusia lain. Maka kesuksesan sebenarnya adalah bagaimana agar dalam setiap hembusan napas kita senantiasa menjadi rahmat bagi sekitar kita. Kedatangan kita membawa kebaikan dan senantiasa membuat orang lain tersenyum, dan kepergian kita ditangisi setiap orang karena sang pahlawan telah tiada. Inilah orang-orang yang akan memperoleh ganjaran berupa tangga sukses keempat, sukses abadi.</p>
<p>Ya, penulis mengungkapkan dengan tegas bahwa kelas sukses tertinggi adalah kelas sukses keempat yaitu kesuksesan yang abadi. Yang tak lenyap sampai kapan pun. Jika kelas sukses satu hingga tiga berakhir saat usia kita telah berakhir, maka kelas keempat ini yang menjadi penentu, apakah kau benar-benar sukses dalam hidup di dunia. Kesuksesan yang abadi, saat kita menginjakkan kaki di pelataran surga. Saat itulah kau benar-benar sukses. Sukses yang tidak pernah usai sampai kapanpun. Kesuksesan yang tidak pernah berakhir oleh kematian sekalipun.</p>
<p>Dengan pemaknaan sukses seperti yang dituliskan dalam buku ini, maka sesungguhnya sukses itu hak semua orang. Semua manusia dibekali oleh Tuhan sejak lahir untuk bisa meraih prestasi tertingginya. Sukses bukan hanya milik sarjana. Bukan pula milik anak pejabat. Semua orang berhak untuk sukses.</p>
<p>Sukses Tanpa Sarjana, sangat layak untuk menjadi salah satu bacaan, karena buku ini menyentuh sisi motivasi pembaca untuk berprestasi tanpa menunggu lulus sarjana. Kalau sebelum wisuda sudah bisa sukses, mengapa harus menunggu hingga lulus?.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/1178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/1178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/1178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/1178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rifay.wordpress.com/1178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rifay.wordpress.com/1178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rifay.wordpress.com/1178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rifay.wordpress.com/1178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/1178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/1178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/1178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/1178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/1178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/1178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1178&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2011/07/08/buku-sukses-tanpa-sarjana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2011/07/sts-ndew.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">STS ndew</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>9 Rahasia Doa Lulus Ujian (Edisi Revisi)</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2011/07/08/9-rahasia-doa-lulus-ujian-edisi-revisi/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2011/07/08/9-rahasia-doa-lulus-ujian-edisi-revisi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jul 2011 02:43:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[ABOUT ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[TENTANG BUKU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/?p=1172</guid>
		<description><![CDATA[Judul       : 9 Rahasia Doa Lulu Ujian (Edisi Revisi) Penulis   : Ahmad Rifa&#8217;i Rif&#8217;an Tebal      : 144 halaman Harga    : Rp. 29.800 ************************************* 9 Alasan Membeli Buku Ini ************************************* Isi buku ini telah dibuktikan oleh ribuan pembaca di nusantara. Disertai dengan penjelasan yang detail tentang cara mengaplikasikan atau mengamalkan 9 Rahasia Doa yang terkandung dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1172&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;" align="center"><a href="http://rifay.files.wordpress.com/2011/07/9-rahasia-doa-lulus-ujian.jpg"><img class="size-medium wp-image-1173 aligncenter" title="9 Rahasia doa lulus ujian" src="http://rifay.files.wordpress.com/2011/07/9-rahasia-doa-lulus-ujian.jpg?w=372&#038;h=219" alt="" width="372" height="219" /></a></p>
<p style="text-align:left;" align="center">Judul       : 9 Rahasia Doa Lulu Ujian (Edisi Revisi)</p>
<p style="text-align:left;" align="center">Penulis   : Ahmad Rifa&#8217;i Rif&#8217;an</p>
<p style="text-align:left;" align="center">Tebal      : 144 halaman</p>
<p style="text-align:left;" align="center">Harga    : Rp. 29.800</p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#ff0000;"><strong>*************************************</strong></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#ff0000;"><strong>9 Alasan Membeli Buku Ini</strong></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center">*************************************</p>
<ol>
<li>Isi buku ini telah dibuktikan oleh ribuan pembaca di nusantara.</li>
<li>Disertai dengan penjelasan yang detail tentang cara mengaplikasikan atau mengamalkan 9 Rahasia Doa yang terkandung dalam buku ini.</li>
<li>Ditulis dengan bahasa populer sehingga mudah dicerna oleh anak-anak hingga orang tua</li>
<li>Disertai dasar-dasar ilmiah, penelitian terbaru.</li>
<li>Disertai kisah-kisah inspiratif yang memotivasi semangat untuk sukses</li>
<li>Seluruh rahasia doa disertai dalil-dalil dalam Al Qur’an serta hadist Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em></li>
<li>Telah diamalkan dan dibuktikan oleh ulama kontemporer</li>
<li>Gratis konsultasi kepada penulis (Ada CP-nya <em>tuh</em> di belakang)</li>
<li>Kami menjamin, hingga buku ini diterbitkan, belum ada buku sejenis yang sebaik, sekeren, segaul, sedahsyat, semurah, se-apapun lah dibanding buku ini. Nggak percaya? <em>Ah</em>, buktiin aja!</li>
</ol>
<p style="text-align:center;">*</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:center;">*********************************************************</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Beberapa Komentar Buku 9 Rahasia Doa Lulus Ujian</strong></span></p>
<p style="text-align:center;">*********************************************************</p>
<p>“Assalamu&#8217;alaikum Kak, saya udah baca buku kakak ‘9 Rahasia Doa Lulus Ujian’, alhamdulillah ada pencerahan dan bersyukur banget aku lolos di Universitas Negeri Jakarta. Semoga buku-buku kakak bermanfaat untuk semua orang, Amin”</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Shabriena Munawwaroh Yamazhie Alie</strong><em>, Mahasiswi Bahasa Jepang UNJ</em></p>
<p style="text-align:left;" align="right">.</p>
<p>“Terimakasih kak Rifan. Saya salah satu dari sekian banyak pembaca yang mengagumi karya Kakak, terlebih untuk buku 9 Rahasia Doa Lulus Ujian. Saya sangat berterimakasih kak, dengan buku yang  kakak buat, dengan trik-triknya yang pas, dengan bahasa yang lugas, saya merasa termotivasi untuk melakukan apa saja yang kakak tuliskan. Terimakasih kak”</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Pristy Sukmasetya</strong><em>, Reporter di</em><em> </em><em>Koran Kampus IPB Bogor</em></p>
<p style="text-align:left;" align="right">.</p>
<p>“Mas, buku 9 rahasia do&#8217;a lulus ujian punya sampean bwaguss banget isinya. Terima kasih banyak”</p>
<p><strong>Fanta Ijhoo</strong><em><strong>,</strong> MAN 1 Malang</em></p>
<p>.</p>
<p><em>“The most excellent book</em> tentang rahasia doanya. Lahir dan bathin kena. Dari islami, humor, sampe penjabaran ilmiahnya ada. Moga karya terus berlanjut”.</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><em><strong>Azhar Rohmadi</strong>, Mahasiswa dari Malang</em></p>
<p style="text-align:left;" align="right">.</p>
<p>“Saya adalah salah satu pembaca buku kamu yangg berjudul &#8220;9 Rahasia Doa Lulus Ujian &#8220;. Alhamdulillah berkat buku kamu saya jadi jauh lebih baik lagi padahal sebelumnya saya sempat untuk mengakhiri hidup saya. Tapi setelah say abaca buku kamu, saya jadi bersemangat dan tidak putus asa lagi. Makasih”.</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Sekar</strong><em>, Medan</em></p>
<p style="text-align:left;" align="right">.</p>
<p>“Buku kecil yang berjudul 9 Rahasia Doa Lulus Ujian ini semoga bermanfaat bagi aku yang baru lulus kuliah. Semoga Allah selalu memberikan rahmat-Nya kepada kita semua. Salam Kenal”.</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Rani</strong><em>, Pekanbaru</em></p>
<p style="text-align:left;" align="right">.</p>
<p>Kak, aku udah baca buku kakak , kakak tuh hebat . Aku pengen seperti kakak. Tapi kenapa ya aku belum bisa mengamalkannya?. Mohon bantuannya yah kak.</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Aisyah</strong>, Banjarmasin</p>
<p style="text-align:left;" align="right">.</p>
<p>Kak Rifa’i, subhanallah bukunya. Akhir-akhir ini saya mengalami banyak problema dalam nilai-nilai kuliah saya, setelah membaca isi dari buku ini, semangat dan impian-impian saya yang sempat macet sekarang mulai naik drastis, alhamdulilah. Terima kasih sekali motivasi-motivasinya. Semoga ini membantu saya dalam menghadapi sulitnya masa-masa kuliah.</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Lia</strong><em>, Mahasiswi Kedokteran Universitas Andalas</em></p>
<p style="text-align:left;" align="right">.</p>
<p>Assalamualaikum, kak, bukunya bagus deh. Makasih yaa kak jadi tambah semangat nih. <strong></strong></p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Astari</strong><em>, MTSN 30 Jakarta</em></p>
<p style="text-align:left;" align="right">.</p>
<p>“Mas Rifa&#8217;i, saya baru beli kemarin buku 9 Rahasia Doa Lulus Ujian. Buku bagus. Itu saya beli untuk persiapan anak saya nanti yang sekarang masih kelas 2 SD dan umur 3 thn”.</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Inne</strong><em>, Bengkulu</em></p>
<p style="text-align:left;" align="right">.</p>
<p>Bukunya kak rifan yang berjudul &#8220;9 Rahasia Doa Lulus Ujian” keren banget. Bukunya bisa jadi motivator buat aku kak.</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Gita yolani</strong><em>, Bireuen, Aceh</em></p>
<p style="text-align:left;" align="right">.</p>
<p>“Subhanallah. Ane sangat terpukau membaca buku ente ka, &#8220;9 Rahasia Doa Lulus Ujian&#8221;. Sangat bermanfaat dan membantu. Sekarang ane mulai sadar apa yang selama ini jadi kendala buat ane. insyaallah 9 rahasia itu akan selalu ane praktekkan dalam hidup ane mulai SEKARANG!. Syukron ka.. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>(+6285717585***)</strong></p>
<p style="text-align:left;" align="right">.</p>
<p>Dari Marzali di kampung Laban, Kewalian Salido. Kec. IV Jurai, Pesisir Selatan, Sumatra Barat. Saya jalan-jalan ke ibukota Padang. Dari tempat saya 2,5 jam. Di sana saya diajak teman membeli buku. Saya tertarik pada buku ‘9 rahasia doa lulus ujian’. Akhirnya saya beli. Saya sangat senang membacanya.</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Marzali</strong><em>, Pesisir Selatan, Sumatera Barat</em></p>
<p style="text-align:left;" align="right">.</p>
<p>“Assalamualaikum. Saya pembaca buku &#8220;9 Rahasia Doa Lulus Ujian&#8221;. Saya sudah selesai membaca bukunya. Saya mohon dengan penuh ketawadlu&#8217;an, sudilah kiranya bpk. A.Rifa&#8217;i Rif&#8217;an mengikhlaskan ilmu yang sudah saya dapat dari buku itu. Dan izinkan saya untuk mengamalkan ilmu yang saya dapatkan itu. Sekian,kurang lebihnya mohon maaf. <em>Jazakallah khairan katsiran”.</em></p>
<p style="text-align:left;" align="right">(+6285233227***)</p>
<p style="text-align:left;" align="right">.</p>
<p>Semoga Allah memberikan rahmatnya selalu kepada anda. Sholawat selalu kepada Nabi Muhammad SAW. Buku anda sangat menarik dan boleh usul untuk mencerdaskan umat islam di Indonesia dibuat kurikulum non formal utk yang sekolah agar mereka semakin mencintai agamanya.</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><em><strong>dr. Aldjoefrie</strong>, www.kedokteranislam.com</em></p>
<p style="text-align:left;" align="right">.</p>
<p>“Saya Maria Ulfa, dari Ngawi, tapi saya sekolah dan mondok di Pesantren al Mujaddadiyah, Demangan, Taman Kota, Madiun. Ketika pelajaran Qur’an Hadist, guru saya cerita, ketika beliau akan mendaftar CPNS, beliau bingung cari soal latihan. Beliau cerita sama temennya, <em>eh</em> malah dikasih buku ’9 Rahasia Doa Lulus Ujian’. Jelas saja beliau bingung. Awalnya beliau sama sekali nggak tertarik, tapi setelah membaca halaman terakhir, beliau langsung membacanya. Beliau kemudian diamanati oleh temennya untuk menyebarkan kepada murid-muridnya. Saya sudah khatam membaca buku ini lebih dari tiga kali”</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><em><strong>Maria Ulfa</strong>, Ngawi</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/1172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/1172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/1172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/1172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rifay.wordpress.com/1172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rifay.wordpress.com/1172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rifay.wordpress.com/1172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rifay.wordpress.com/1172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/1172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/1172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/1172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/1172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/1172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/1172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1172&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2011/07/08/9-rahasia-doa-lulus-ujian-edisi-revisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2011/07/9-rahasia-doa-lulus-ujian.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">9 Rahasia doa lulus ujian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menggapai Malam Lailatul Qadar</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2011/07/08/menggapai-malam-lailatul-qadar/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2011/07/08/menggapai-malam-lailatul-qadar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jul 2011 02:29:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[ABOUT ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[TENTANG BUKU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/?p=1166</guid>
		<description><![CDATA[Judul      : Menggapai Malam Lailatul Qadar Penulis   : Ahmad Rifa&#8217;i Rif&#8217;an Terbit     : 20 Juli 2011 Tebal      : 224 halaman Harga    : Rp. 37.800 Bulan Suci kembali menyambangi kita. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ia datang tidak dengan tangan kosong. Saat datang, ia selalu tak lupa untuk membawa banyak oleh-oleh. Oleh-oleh berupa rahmat, maghfirah, serta keberlimpahan pahala [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1166&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rifay.files.wordpress.com/2011/07/menggapai-malam-lailatul-qadar.jpg"><img class="size-medium wp-image-1167 aligncenter" title="Menggapai Malam Lailatul Qadar" src="http://rifay.files.wordpress.com/2011/07/menggapai-malam-lailatul-qadar.jpg?w=396&#038;h=296" alt="" width="396" height="296" /></a></p>
<p>Judul      : Menggapai Malam Lailatul Qadar</p>
<p>Penulis   : Ahmad Rifa&#8217;i Rif&#8217;an</p>
<p>Terbit     : 20 Juli 2011</p>
<p>Tebal      : 224 halaman</p>
<p>Harga    : Rp. 37.800</p>
<p>Bulan Suci kembali menyambangi kita. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ia datang tidak dengan tangan kosong. Saat datang, ia selalu tak lupa untuk membawa banyak oleh-oleh. Oleh-oleh berupa rahmat, <em>maghfirah</em>, serta keberlimpahan pahala dari-Nya.</p>
<p>Ramadhan tahun lalu saya bercerita banyak tentang Izrail, sang malaikat maut yang sempet-sempetnya mengirim surat secara khusus kepada kita. Ya, disela-sela .kesibukannya mencabuti satu per satu nyawa manusia, ia datang kepada kita tepat sebelum Ramadhan hanya demi satu tujuan, yakni untuk menyampaikan surat peringatan kepada kita bahwa Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan terakhir yang akan kita nikmati.</p>
<p>Tahun ini saya kembali menghadirkan buku inspirasi Ramadhan, namun dengan citarasa dan gagasan yang berbeda. Jika buku sebelumnya memuat begitu banyak renungan yang agak menyimpang dari tema Ramadhan, maka di buku ini saya akan mengajak anda menyelami bahasan yang sungguh amat dekat dengan Ramadhan. Saya berusaha agar tema-tema dalam buku ini sesuai dengan momentum Ramadhan yang memang memuat beragam keistimewaan. Kita akan bicara banyak hal, tentang keistimewaan, inspirasi, ajaran, hakikat, bahkan tentang ke-<em>bullshit</em>-an Ramadhan yang kerap tak kita sadari.</p>
<p>Seperti biasa, saya membingkai kumpulan renungan ini dengan bahasa persuasif, namun tetap informatif. Sehingga selain mengajak anda untuk merenung, buku ini tetap akan memperkaya wawasan anda tentang Islam. Disini kita akan membahas banyak hal, misal, mengapa diksi yang dipakai untuk menyambut adalah ‘<em>marhaban</em>’, bukan ‘<em>ahlan wa sahlan’</em>. Mengapa Ramadhan saya katakan <em>bullshit</em>. Bagaimana reaksi manusia ketika tahu bahwa Ramadhan tahun ini akan dibatalkan. Bagaimana menyelami kembali makna jihad yang sejati. Bagaimana memberantas virus 3 F dengan puasa. Apa indikasi ketaqwaan seorang hamba. Bagaimana tips dan trik agar <em>Lailatul Qadr</em> bisa 100 % tergapai. Bagaimana menjadikan Ramadhan sebagai momentum mudiknya jiwa menuju fitrah. Serta beragam topik lain yang insyaallah menarik untuk diperbincangkan.</p>
<p align="center"><strong>DAFTAR ISI</strong></p>
<p style="text-align:center;">Bukan <em>Ahlan Wa Sahlan Yaa Ramadhan</em><br />
Ramadhan <em>is Bullshit</em><br />
Langit Nyaris Pecah di Bulan Suci<br />
Kata Jibril, Ramadhan Tahun Ini Dibatalkan<br />
Jihadnya Jihad<br />
Bahkan Tuhan pun Berpuasa<br />
<em>Moment of Life Revolution</em><br />
Untung Allah Bukan Diktator<br />
Mata yang Tak Menangis di Hari Kiamat<br />
Mengenakan Busana Tuhan<br />
<em>Food, Fashion, Fun</em><br />
Taqwa, Terminal Terakhir<br />
Bahkan Tuhan pun Kau Madu<br />
Merekonstruksi Orientasi Hidup<br />
Jangan Sampai Ada Tiadamu Sama Saja<br />
Saatnya Memperbaiki Makanan<br />
Dahsyatnya Al Qur’an<br />
Akan Indah Pada Waktunya<br />
<em>Lillaahi</em><br />
Zakat Fitrah, Ajaran untuk Berbagi<br />
Agar Lailatul Qadr 100 % Tergapai<br />
Pentas Sandiwara<br />
Membelenggu Diri Sejenak<br />
Untung Allah Bukan Pendendam<br />
Kenangan<br />
Nikmatnya Daging Manusia<br />
Seratus Persen Terkabul<br />
Khusnul Khatimah<br />
Mudik Raganya, Mudik Jiwanya<br />
<em>Halal Bi Halal</em><em></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/1166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/1166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/1166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/1166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rifay.wordpress.com/1166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rifay.wordpress.com/1166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rifay.wordpress.com/1166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rifay.wordpress.com/1166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/1166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/1166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/1166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/1166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/1166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/1166/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1166&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2011/07/08/menggapai-malam-lailatul-qadar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2011/07/menggapai-malam-lailatul-qadar.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Menggapai Malam Lailatul Qadar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karena Allah Tidak Tidur</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2011/06/28/karena-allah-tidak-tidur/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2011/06/28/karena-allah-tidak-tidur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jun 2011 07:28:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[ABOUT ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[TENTANG BUKU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/?p=1157</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku : Karena Allah Tidak Tidur Penulis        : Ahmad Rifa&#8217;i Rif&#8217;an Penerbit     : Az-Zahra Media Terbit          : 2011 Tebal           : 176 halaman Harga          : Rp. 34.500 &#160; &#160; Banyak orang begitu menginginkan perubahan ke taraf hidup yang lebih baik dari apa yang dimilikinya sekarang. Mereka merasa telah melakukan berbagai hal yang seharusnya dilakukan untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1157&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rifay.files.wordpress.com/2011/06/coverkarenaallahtidaktidur-blog.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1158" title="coverKarenaAllahTidakTidur-blog" src="http://rifay.files.wordpress.com/2011/06/coverkarenaallahtidaktidur-blog.jpg?w=208&#038;h=300" alt="" width="208" height="300" /></a></p>
<p>Judul Buku : Karena Allah Tidak Tidur</p>
<p>Penulis        : Ahmad Rifa&#8217;i Rif&#8217;an</p>
<p>Penerbit     : Az-Zahra Media</p>
<p>Terbit          : 2011</p>
<p>Tebal           : 176 halaman</p>
<p>Harga          : Rp. 34.500</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Banyak orang begitu menginginkan perubahan ke taraf hidup yang lebih baik dari apa yang dimilikinya sekarang. Mereka merasa telah melakukan berbagai hal yang seharusnya dilakukan untuk mencapainya. Bekerja keras dan terus bekerja. Berdoa dan terus saja berdoa. Namun, nasib tak kunjung berubah. Di manakah yang salah?</p>
<p>Kesulitan demi kesulitan datang silih berganti seolah tiada henti. Keputusasaan yang menerpa jiwa, keletihan yang mendera raga dalam usaha mengubah nasib pun membuat sebagian dari mereka mengambil langkah dan keputusan yang salah. Langkah dan keputusan yang dampak negatifnya tak hanya menimpa diri mereka sendiri, namun juga menyeret orang lain ke jurang kenistaan. Bila demikian, siapakah yang salah?</p>
<p>Tidak, ternyata bukan di mana dan siapa yang salah. Ketika kita telah sekuat tenaga berusaha, ketika telah begitu rajin berdoa, dan nasib belum berubah, ternyata masih ada yang tertinggal yang belum kita jalankan. Kita lalai, belum mengikuti tujuh wasiat Rasulullah Saw agar dapat mengubah nasib menjadi lebih baik.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/1157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/1157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/1157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/1157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rifay.wordpress.com/1157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rifay.wordpress.com/1157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rifay.wordpress.com/1157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rifay.wordpress.com/1157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/1157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/1157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/1157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/1157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/1157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/1157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1157&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2011/06/28/karena-allah-tidak-tidur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2011/06/coverkarenaallahtidaktidur-blog.jpg?w=208" medium="image">
			<media:title type="html">coverKarenaAllahTidakTidur-blog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Trik Nulis Buku (ala saya)</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2011/06/23/trik-nulis-buku-ala-saya/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2011/06/23/trik-nulis-buku-ala-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jun 2011 23:23:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[TENTANG BUKU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/?p=1149</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum, Selamat pagi semuaaaa. Lamaaa sekali saya tidak menulis gratisan. Hehe.. bahkan kemaren ada pesan di fb yang tanya, “Mas, artikel di blognya pada dijual ya?”. Hehe.. betul-betul. Pada diterbitin. Di hari jumat yang cerah ini, saya ingin membuka pagi dengan sedekah. Yah, sedekah pengalaman, sedekah wawasan, dan sedekah sedikit ilmu. Tema hari ini tentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1149&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalamualaikum,</em></p>
<p>Selamat pagi semuaaaa. Lamaaa sekali saya tidak menulis gratisan. Hehe.. bahkan kemaren ada pesan di fb yang tanya, “<em>Mas, artikel di blognya pada dijual ya?</em>”.</p>
<p>Hehe.. betul-betul. Pada diterbitin.</p>
<p>Di hari jumat yang cerah ini, saya ingin membuka pagi dengan sedekah. Yah, sedekah pengalaman, sedekah wawasan, dan sedekah sedikit ilmu. Tema hari ini tentang menulis. Ini baru saya tulis bakda Shubuh tadi. Jadi masih anget. Hehe..</p>
<p>Sejak setahun yang lalu, Alhamdulillah, lumayan banyak bedah buku yang diadakan oleh beberapa penerbit. Tapi ada sedikit yang ngganjel di pikiran. Pengennya dalam setiap bedah buku, pertanyaan yang muncul dari peserta adalah masalah yang masih terkait erat dengan materi buku yang sedang dibedah.</p>
<p>Tetapi apa daya, di tengah diskusi beberapa peserta justru mengorek teknik kepenulisan bukunya. Hampir di setiap diskusi buku, selalu muncul pertanyaan, “Mas, gimana sih caranya nulis buku?”. Dan saya selalu tak pernah ragu untuk menjawabnya, karena tnggak tega jg dg mereka, hehe..</p>
<p>Kalau itu masih saya maklumi. Tapi ada juga yang mempertanyakan keterkaitan antara pendidikan formal yang saya tempuh dengan hobi nyleneh saya (nulis buku). Ini yang bikin geregetan, “Mas kuliah di ITS jurusan Sastra, ya?”. Saya jawab saja, “Iya, bener, Sastra Mesin”. Hehe..</p>
<p>Emang gimana sih cara mudah untuk nulis?</p>
<p>Sebenarnya tidak ada formula rumit kok untuk menulis. Menulis apapun itu. Cerpen, artikel, novel, puisi, atau buku. Sejak buku pertama saya terbit, satu-satunya tips yang hingga kini saya pegang hanya satu: tulis apa yang kau rasa dan pikirkan. Itu tok. Saya tidak pernah belajar EYD, tidak pernah berpikir banyak tentang bahasa baku, gimana teknik menyusun kalimat yang indah, dan segala tetek bengek teori kepenulisan. Karena bagi pemula, saya rasa semua teori itu hanya akan membuat kita lambat dalam mengekspresikan ide-ide ada di kepala.</p>
<p>Dan saya bersyukur, tips itu ternyata jitu. Saya praktekin satu tips itu saat menulis apapun. Baik itu nulis cerpen, artikel, atau buku. Saya pernah nulis cerpen untuk pertama kalinya pada 2009, seumur hidup, itulah satu-satunya cerpen yang pernah saya buat. Iseng-iseng untuk uji kesaktian, akhirnya saya mengikutsertakannya dalam lomba, dan alhamdulillah langsung menjadi juara dalam kompetisi cerpen islami.</p>
<p>Rumusnya ya itu tadi : tulis apa yang dirasa dan dipikir. Tidak usah jauh-jauh mikir tulisan yang kita buat nantinya ngalir atau tidak, enak dibaca atau tidak, menarik atau belum. Itu urusan nanti. Yang penting, apa yang ada di kepala keluarkan dulu. Langsung ketikkan atau coretkan menjadi tulisan. Setelah semua yang dipikir sudah tuntas dituliskan, baru deh dibaca ulang dari awal. Baru diperbaiki, dibikin ngalir, dihias dengan diksi yang menarik, de el el.</p>
<p><strong>Trik supaya Produktif Nulis</strong></p>
<p>Melihat jumlah buku saya yang sudah terbit, beberapa pembaca juga tak sedikit yang tanya, “Gimana sih cara memelihara produktivitas dalam menulis?”.</p>
<p>Jujur, beberapa bulan terakhir saya sangat disibukkan dengan kuliah. Ada kerja praktek selama dua bulan di sebuah perusahaan, ada Tugas Akhir, ada seminar proposal, ada tugas proyek, serta masih ada beberapa kuliah. Tetapi beberapa bulan terakhir, buku-buku baru kok malah bermunculan?. Kapan nulisnya?.</p>
<p>Hey, nulis kan nggak harus duduk manis dalam kamar sambil menatap layar komputer. Ide-ide kan bisa muncul kapan dan dimana saja. Kalau idenya tiba-tiba muncul waktu di jalan, apa harus nunggu ntar malam baru menuliskannya?. Ya keburu ilang.</p>
<p>Menulislah kapanpun dan dimanapun itu selagi sempat. Sekedar cerita, beberapa buku yang baru terbit kebanyakan saya tulis di ruang tunggu jurusan, lho. Ceritanya, beberapa waktu terakhir kan saya sering banget tuh duduk di ruang tunggu sekretariat jurusan untuk nunggu dosen. Lha, daripada duduk kehilangan banyak waktu, mending dipake nulis.</p>
<p>Mungkin ada yang tanya, “Berarti kemana-mana harus sedia laptop donk?”.</p>
<p>Hei, sapa suruh nulis selalu di laptop. Tulis di kertas kan juga bisa pake pulpen.</p>
<p><em>“Wah, males, nanti ngetik-ngetik ulang”.</em></p>
<p>Gini nih, adaaa aja alasannya. Baik-baik. Saya juga paling males ngetik ulang. Tapi teknologi sekarang kan makin canggih tuh. Saya yakin hampir semua dari kita punya HP. Nah, manfaatkanlah kemajuan teknologi seoptimal mungkin. Saya biasanya nulis di HP. Yang ngeliat ngiranya saya sedang sms-an atau nge-game di HP. Padahal sedang nulis buku, hehe.</p>
<p>Atau kalau pas butuh nulis cepet, saya juga sering nulis di kertas. Tapi karena saya paling males ngetik ulang, maka setelah tulisan itu selesai, saya minta asisten saya untuk menuliskannya.</p>
<p><em>“Wuih, punya asisten?”</em>.</p>
<p>Asisten itu adalah adik saya yang kebetulan juga kuliah di kampus yang sama. Hehe..</p>
<p>Ya, produktivitas bukan terkait dg fasilitas. Ia lebih tergantung pada niat dan minat kita untuk selalu menulis. Dulu sebelum ada mesin tik, sebelum ada laptop, sebelum ada komputer, Imam Ghazali dan beberapa ulama’ lampau saja bisa menghasilkan kitab segitu banyaknya. Tebel-tebel lagi. Lalu bandingkan dengan kehidupan kita saat ini yang sebenarnya sangat mendukung.</p>
<p>Tapi lagi-lagi malaslah biang keroknya. Alesan gak ada waktu lah, fokus kuliah dulu lah, sibuk dengan kerjaan kantor lah, hingga tak sempat bikin satu buku pun.</p>
<p>Kenapa sih kita harus nulis buku?. Ada banyak banget alesan. Jangan melulu mikir materi. Bener royalty buku sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi kalo bukunya laris, royalty setahun bisa-bisa sama dengan gaji kantoran berpuluh tahun. Tapi jangan jadikan itu sebagai motivasi utama. Lalu apa motivasi yang bisa mempertahankan produktivitas nulis?.</p>
<p>Di artikel selanjutnya insyaallah akan saya bahas. Hari ini cukup sekian dulu dari saya. Lain kali kita sambung lagi. Kalo pengen tanya2, monggo. Insyaallah akan saya jawab (<em>kalo pas nganggur, hehe</em>).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/1149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/1149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/1149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/1149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rifay.wordpress.com/1149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rifay.wordpress.com/1149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rifay.wordpress.com/1149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rifay.wordpress.com/1149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/1149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/1149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/1149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/1149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/1149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/1149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1149&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2011/06/23/trik-nulis-buku-ala-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buku Merokok Haram</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2011/06/16/vonis-terhadap-ust-baasyir-dan-siapa-sebenarnya-abu-bakar-baasyir-itu/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2011/06/16/vonis-terhadap-ust-baasyir-dan-siapa-sebenarnya-abu-bakar-baasyir-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2011 14:33:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[ABOUT ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[TENTANG BUKU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/?p=1141</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Judul       : Merokok Haram Penulis    : Ahmad Rifa&#8217;i Rif&#8217;an Penerbit : Republika Tebal       : 150 halaman Harga      : Rp. 30.000 Salah satu hasil konsensus Komisi Fatwa Majlis Ulama Indonesia di Padang Panjang, Sumatera Barat, akhir Januari 2009 silam mengenai fatwa tentang hukum haramnya merokok bagi anak-anak, wanita hamil, dan para pengurus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1141&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://rifay.files.wordpress.com/2011/06/merokok.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1176" title="Merokok" src="http://rifay.files.wordpress.com/2011/06/merokok.jpg?w=197&#038;h=300" alt="" width="197" height="300" /></a> Judul       : Merokok Haram</p>
<p>Penulis    : Ahmad Rifa&#8217;i Rif&#8217;an</p>
<p>Penerbit : Republika</p>
<p>Tebal       : 150 halaman</p>
<p>Harga      : Rp. 30.000</p>
<p>Salah satu hasil konsensus Komisi Fatwa Majlis Ulama Indonesia di Padang Panjang, Sumatera Barat, akhir Januari 2009 silam mengenai fatwa tentang hukum haramnya merokok bagi anak-anak, wanita hamil, dan para pengurus MUI telah menuai banyak kontroversi. Bahkan di antara tokoh agama pun kerap menimbulkan perdebatan yang tidak ada habisnya.Adayang mereduksi pengharaman rokok sehingga akhirnya berhukum makruh atau bahkan mubah dengan berbagai alasan, termasuk alasan ekonomi. Rokok selama ini telah menjadi jantung perekonomian negara. Pada tahun 2009 saja cukai dari industri rokok sudah mencapai Rp 54 triliun. Apalagi tahun ini pemerintah menargetkan perolehan cukai tembakau sampai dengan Rp 58 triliun dengan produksi 245 miliar batang. Itulah salah satu sebab mengapa pemerintah Indonesia menetapkan industri rokok sebagai salah satu diantara 10 industri prioritas nasional.</p>
<p>Selain itu begitu banyak sektor perekonomian di negeri ini yang menggantungkan peruntungannya dari industri rokok. Mulai dari petani tembakau yang komoditinya tak punya pilihan lain kecuali dipasarkan kepada industri rokok. Jumlah petani tembakau menurut BPS tahun 2007 mencapai 582 ribu orang. jika rokok diharamkan dikhawatirkan perekonomian ratusan petani tembakau itu akan tidak menentu.</p>
<p>Tidak bisa dipungkiri perusahaan rokok juga berperan besar dalam mengurangi jumlah pengangguran di tanah air. Satu perusahaan saja bahkan bisa menampung ribuan sampai puluhan ribu karyawan. Misalnya PT HM Sampoerna, pabrikan rokok terbesar di Indonesia ini kini menguasai pasar dengan lebih dari 30% pangsa dan mempekerjakan 29 ribu pegawai. Itu belum termasuk pegawai tidak tetap di berbagai daerah, jaringan agen dan penjualan, agensi iklan, dan lain-lain. Kita juga mengenal perusahaan Gudang Garam yang juga menyerap ribuan karyawan. Kini Gudang Garam bahkan telah mempekerjakan 38 ribu pegawai tetap, belum lagi jutaan keluarga yang sejak lama bergantung pada raksasa sigaret kretek ini berkait dalam rantai produksi rokoknya. Belum lagi para distributor, pedagang, pengecer, biro iklan, bahkan juga beberapa kampus yang seringkali memperoleh dana besar dari industri rokok untuk kegiatan-kegiatan di kampusnya. Maka sangatlah wajar begitu keluar fatwa MUI tentang haramnya merokok, masyarakat yang selama ini merasa diuntungkan oleh industri rokok spontan melakukan resistensi terhadap fatwa MUI tersebut.</p>
<p>Banyak yang khawatir, jika rokok dilarang, bagaimana nasib jutaan karyawan pabrik yang kebutuhan sehari-harinya bergantung pada industri rokok?. Bagaimana nasib ratusan ribu petani tembakau yang hidupnya bergantung pada konsumen rokok?. Bagaimana nasib para pedagang rokok?. Jika rokok dilarang dikhawatirkan bisa menyebabkan lonjakan jumlah pengangguran yang luar biasa.</p>
<p>Buku Merokok ini mengungkap jawaban atas kekhawatiran tersebut. Ternyata tidak ada fakta, baik secara akademis maupun empiris yang membuktikan bahwa pengendalian tembakau mengakibatkan ‘kiamat ekonomi’ bagi suatu negeri. Ya, tidak ada fakta. Bahkan, industri rokok hanya menduduki peringkat 48 dari 66 sektor yang berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja. Ya, relatif rendah.</p>
<p>Fakta juga menunjukkan, industri rokok berkontribusi kurang dari 1 persen terhadap total tenaga kerja nasional sejak tahun 1970-an, hingga kini. Bandingkan, misalnya dengan sektor jasa konstruksi yang berkontribusi 5,4%, atau sektor pertambangan yang berkontribusi 4,6 persen. Perlu kita ingat, bahwa <em>tren</em> menurunnya penyerapan tenaga kerja dalam industri rokok akan terus terjadi, karena industri rokok secara bertahap melakukan mekanisasi. Jutaan buruh, yang mayoritas perempuan, secara perlahan akan diganti dengan mesin-mesin canggih.</p>
<p>Buku Merokok Haram juga memuat kajian yang cukup kritis terhadap alasan-alasan beberapa tokoh agama yang masih mengambil keputusan untuk tidak setuju terhadap pengharaman rokok. Salah satunya melihat dari alasan kesehatan dimana rokok memiliki dampak yang besar bagi kerusakan tubuh manusia. Sudah sangat sering diekspose media, sebatang rokok saja mengandung tidak kurang dari 4.000 zat kimia beracun. Bahkan Menurut penelitian dr. Vincent Sorrell, ahli jantung dari East Carolina University,Amerika Serikat, satu kali isapan rokok ternyata bisa langsung memengaruhi fungsi jantung. Dalam penelitian yang dilakukannya, Sorrel mengumpulkan orang-orang yang bukan perokok aktif. Dia kemudian mempelajari dan mencatat aliran darah yang keluar dari paru-paru dan jantung orang-orang tersebut. Mereka lalu diminta untuk memilih antara mengunyah permen karet nikotin atau merokok satu batang. Setelah itu, aliran darah mereka kembali dipelajari. Rata-rata orang yang memilih rokok ketimbang permen karet mengalami perubahan arus aliran darah. Selain itu, menurut Sorrel, fungsi jantung orang-orang yang merokok satu batang tersebut juga mulai mengalami kerusakan.</p>
<p>Buku Merokok Haram ini menarik bukan hanya karena penyajian dalil-dalil agama yang cukup kuat, tetapi juga bahasanya yang mudah dipahami oleh berbagai pihak mengingat buku ini ditulis dengan bahasa populer. Sehingga buku ini bisa dijadikan referensi bagi tokoh agama, para perokok, serta masyarakat umum untuk menyadari bahwa alasan pengharaman rokok sangatlah kuat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/1141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/1141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rifay.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rifay.wordpress.com/1141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rifay.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rifay.wordpress.com/1141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/1141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/1141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/1141/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1141&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2011/06/16/vonis-terhadap-ust-baasyir-dan-siapa-sebenarnya-abu-bakar-baasyir-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2011/06/merokok.jpg?w=197" medium="image">
			<media:title type="html">Merokok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gerhana Bulan 16 Juni 2011 dan Tata Cara Sholat Gerhana</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2011/06/15/gerhana-bulan-16-juni-2011-dan-tata-cara-sholat-gerhana/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2011/06/15/gerhana-bulan-16-juni-2011-dan-tata-cara-sholat-gerhana/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jun 2011 05:19:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[ABOUT ISLAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/?p=1138</guid>
		<description><![CDATA[Gerhana bulan total akan kembali menyapa Indonesia. Menurut pakar astronomi Moedji Raharto dari Institut Teknologi Bandung, gerhana insya Allah  akan berlangsung pada hari Kamis,16 Juni 2011 dini hari. &#8220;Gerhana penumbra akan terjadi mulai pukul 00.25 WIB, gerhana umbra mulai jam 01.22 &#8211; jam 05.03 WIB,&#8221; katanya. Ia memprediksi, momen gerhana bulan total akan berlangsung pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1138&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rifay.files.wordpress.com/2011/06/gerhana_bulan_parsial_100626191434.jpg"><img class="alignleft" title="gerhana_bulan_parsial_100626191434" src="http://rifay.files.wordpress.com/2011/06/gerhana_bulan_parsial_100626191434.jpg?w=300&#038;h=216" alt="" width="300" height="216" /></a>Gerhana bulan total akan kembali menyapa Indonesia. Menurut pakar astronomi Moedji Raharto dari Institut Teknologi Bandung, gerhana insya Allah  akan berlangsung pada hari Kamis,16 Juni 2011 dini hari.</p>
<p>&#8220;Gerhana penumbra akan terjadi mulai pukul 00.25 WIB, gerhana umbra mulai jam 01.22 &#8211; jam 05.03 WIB,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia memprediksi, momen gerhana bulan total akan berlangsung pada pukul 02.22 &#8211; 04.03 WIB.</p>
<p>Yang menarik, pada pertengahan gerhana, pusat bulan berada pada jarak terdekat dengan pusat/sumbu umbra Bumi pada pukul 03.13 WIB.Gerhana Penumbra berakhir pukul 06.01 WIB.</p>
<p>&#8220;Kalau langit cerah gerhana bulan total tersebut bisa disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia,&#8221; karanya.</p>
<p>Gerhana bulan berikutnya akan terjadi pada 10 Desember 2011, pertengahan Muharram 1433 H. Gerhana umbra mulai pukul 19.45 WIB hingga 23.18 WIB. Gerhana bulan total mulai pukul 21.05-21.58 WIB.</p>
<p>Sumber : <a href="Gerhana bulan total akan kembali menyapa Indonesia. Menurut pakar astronomi Moedji Raharto dari Institut Teknologi Bandung, gerhana insya Allah  akan berlangsung pada hari Kamis,16 Juni 2011 dini hari.  &quot;Gerhana penumbra akan terjadi mulai pukul 00.25 WIB, gerhana umbra mulai jam 01.22 - jam 05.03 WIB,&quot; katanya.  Ia memprediksi, momen gerhana bulan total akan berlangsung pada pukul 02.22 - 04.03 WIB.  Yang menarik, pada pertengahan gerhana, pusat bulan berada pada jarak terdekat dengan pusat/sumbu umbra Bumi pada pukul 03.13 WIB.Gerhana Penumbra berakhir pukul 06.01 WIB.  &quot;Kalau langit cerah gerhana bulan total tersebut bisa disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia,&quot; karanya.  Gerhana bulan berikutnya akan terjadi pada 10 Desember 2011, pertengahan Muharram 1433 H. Gerhana umbra mulai pukul 19.45 WIB hingga 23.18 WIB. Gerhana bulan total mulai pukul 21.05-21.58 WIB.">Republika.co.id</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sholat Gerhana</strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Sebagian orang menganggap terjadinya gerhana matahari dan bulan sebagai gejala alam biasa, sebagai peristiwa ilmiah yang bisa dinalar. Gerhana sekedar menjadi tontonan menarik yang bisa disaksikan beramai-ramai bersama keluarga dan handai tolan. Namun bagi yang merasa tunduk kepada keagungan Sang Perncipta, Allah SWT, gerhana adalah peristiwa penting yang secara gamblang menunjukkan bahwa ada kekuatan Yang Maha Agung di luar batas kemampuan manusia; manusia yang paling merasa faham ilmu alam sekalipun. Mereka yang merasa rendah di hadapan Sang Pencipta akan menadahkan muka, menghadap Allah, mengerjakan shalat secara berjamaah. Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan untuk itu.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Rasulullah SAW bersabda,”<em>Sesungguhnya matahari dan rembulan adalah dua tanda-tanda kekuasaan Allah, maka apabila kalian melihat gerhana, maka berdo’alah kepada Allah, lalu sholatlah sehingga hilang dari kalian gelap, dan bersedekahlah.</em>” (HR Bukhari-Muslim)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Sayyidatuna A’isyah ra bercerita: Gerhana matahari pernah terjadi di masa Rasululloh SAW kemudian beliau sholat bersama para sahabat. Beliau pun berdiri dengan lama, ruku’ dengan lama, berdiri lagi dengan lama namun lebih pendek dari yang pertama, lalu ruku’ dengan lama namun lebih pendek dari yang pertama, lalu mengangkat kepala dan bersujud, dan melakukan sholat yang terakhir seperti itu, kemudian selesai dan matahari pun sudah muncul. (HR Bukhari, Muslim, Nasa’i, Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Para ulama sepakat bahwa sholat gerhana matahari dan bulan adalah sunnah dan dilakukan secara berjamaah. Berdasarkan redaksi hadits yang pertama di atas penamaan gerhana matahari dan bulan berbeda, sholat khusuf untuk gerhana bulan dan sholat kusuf untuk gerhana matahari.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Imam Maliki dan Syafi’i berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidatuna A’isyah berpendapat bahwa sholat gerhana dengan dua roka’at dengan dua kali ruku’, berbeda dengan sholat Id dan Jum’at. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas juga terdapat penjelasan serupa, yakni sholat gerhana dikerjakan dua roka’at dengan dua kali ruku’, dan dijelaskan oleh Abu Umar bahwa hadits tersebut dinilai paling shahih.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Maka dengan begitu keistimewaan shalat gernana dibanding dengan shalat sunnah sunnah lainnya terletak pada bilangan ruku’ pada setiap roka’atnya. Apalagi dalam setiap ruku’ disunnahkan membaca tasbih berulang-ulang dan berlama-lama.</span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Verdana;font-size:medium;">سُبْحَانِ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Tasbih berarti gerak yang dinamis seperti ketika bulan berrotasi (berputar mengelilingi kutubnya) dan berevolusi (mengelilingi) bumi, bumi berotasi dan berevolusi mengelilingi matahari, atau ketika matahari berotasi dan berevolusi pada pusat galaksi Bimasakti. Namun pada saat terjadi gerhana, ada proses yang aneh dalam rotasi dan revolusi itu. Maka bertasbihlah! <em>Maha Suci Allah, Yang Maha Agung!</em></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-family:Verdana;">Adapun tata cara shalat gerhana adalah sebagai berikut: </span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-family:Verdana;">1. Memastikan terjadinya gerhana bulan atau matahari terlebih<br />
dahulu. (Sebagai panduan lihat di rubrik IPTEK)<br />
2. Shalat gerhana dilakukan saat gerhana sedang terjadi.<br />
3. Sebelum sholat, jamaah dapat diingatkan dengan ungkapan,<br />
”<em>Ash-shalatu jaami’ah</em>.”<br />
4. Niat melakukan sholat gerhana matahari (<em>kusufisy-syams</em>)<br />
atau gerhana bulan (<em>khusufil-qamar</em>),<br />
menjadi imam atau ma’mum.</span></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-family:Verdana;font-size:medium;">أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ / لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-family:Verdana;">5. Sholat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat.<br />
6. Setiap rakaat terdiri dari dua kali ruku dan dua kali sujud.<br />
7. <span style="font-family:Verdana;">Setelah rukuk pertama dari setiap rakaat membaca Al-Fatihah dan surat kembali</span><br />
8. Pada rakaat pertama, bacaan surat pertama lebih panjang daripada surat kedua. Demikian pula pada rakaat kedua,<br />
bacaan surat pertama lebih panjang daripada surat kedua. Misalnya rakaat pertama membaca surat Yasin <span style="font-family:Verdana;">(36)<br />
dan ar-Rahman (55), lalu raka’at kedua membaca al-Waqiah (56) dan al-Mulk <span style="font-family:Verdana;">(78)<br />
9. Setelah sholat disunahkan untuk berkhutbah</span></span></span></span></p>
<p>Sumber : <a href="http://blog.its.ac.id/syafii/2010/01/14/tatacara-sholat-gerhana-matahari-atau-bulan/">blogger ITS</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/1138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/1138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/1138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/1138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rifay.wordpress.com/1138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rifay.wordpress.com/1138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rifay.wordpress.com/1138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rifay.wordpress.com/1138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/1138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/1138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/1138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/1138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/1138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/1138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1138&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2011/06/15/gerhana-bulan-16-juni-2011-dan-tata-cara-sholat-gerhana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2011/06/gerhana_bulan_parsial_100626191434.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">gerhana_bulan_parsial_100626191434</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download Buku Sejarah Kota Lamongan</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2011/06/08/sejarah-kota-lamongan/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2011/06/08/sejarah-kota-lamongan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2011 01:28:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[TENTANG BUKU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/?p=1129</guid>
		<description><![CDATA[Download Buku Sejarah Kota Lamongan Disini Sejak SD sampai SMA, salah satu pelajaran yang paling tidak saya minati adalah sejarah. Saat itu saya berpikir, apa sih gunanya belajar sejarah?. Yang lalu ya sudah biar berlalu. Padahal belajar sejarah bukan sekedar untuk menambah wawasan tetapi lebih mengetahui proses dari sejarah itu sendiri untuk mengambil hikmah-hikmah dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1129&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rifay.files.wordpress.com/2011/06/index.jpeg"><img class="size-full wp-image-1131 aligncenter" title="index" src="http://rifay.files.wordpress.com/2011/06/index.jpeg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="//www.4shared.com/file/kvQeLRhW/Sejarah_Kota_Lamongan__Seri_1_.html">Download Buku Sejarah Kota Lamongan Disini</a></p>
<p>Sejak SD sampai SMA, salah satu pelajaran yang paling tidak saya minati adalah sejarah. Saat itu saya berpikir, apa sih gunanya belajar sejarah?. Yang lalu ya sudah biar berlalu. Padahal belajar sejarah bukan sekedar untuk menambah wawasan tetapi lebih mengetahui proses dari sejarah itu sendiri untuk mengambil hikmah-hikmah dari sejarah hidup orang jaman dahulu. Bahkan tak hanya itu, ternyata sejarah juga memberi informasi penting untuk menyikapi masa depan. Ternyata ada yang namanya pengulangan sejarah. Banyak kejadian saat ini yang serupa dg masa lalu, sehingga kita bisa mempelajari masa lalu untuk menyikapi masa depan.</p>
<p>Semoga buku yang saya susun ini memberi manfaat, khususnya bagi warga Lamongan agar lebih kenal dengan muasal daerahnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/1129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/1129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/1129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/1129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rifay.wordpress.com/1129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rifay.wordpress.com/1129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rifay.wordpress.com/1129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rifay.wordpress.com/1129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/1129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/1129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/1129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/1129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/1129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/1129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1129&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2011/06/08/sejarah-kota-lamongan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2011/06/index.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">index</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download Ebook Aku Cinta Lamongan</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2011/06/07/download-ebook-aku-cinta-lamongan/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2011/06/07/download-ebook-aku-cinta-lamongan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 13:23:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[TENTANG BUKU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/?p=1125</guid>
		<description><![CDATA[“Wong Lamongan nek rendeng gak iso ndodok, nek ketigo gak iso cewok“ Pada zaman kolonial Belanda, Lamongan ternyata terbebas dari politik Tanam Paksa (cultuurstelsel). Meskipun sepertinya kebijakan itu cukup menguntungkan bagi Lamongan, namun sesungguhnya hal itu mengungkap satu fakta yang menyedihkan. Ya, pada saat itu, secara ekonomi Lamongan termasuk salah satu daerah yang dianggap tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1125&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><em>“Wong Lamongan nek rendeng gak iso ndodok,</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>nek ketigo gak iso cewok“</em></p>
<p>Pada zaman kolonial Belanda, Lamongan ternyata terbebas dari politik Tanam Paksa (cultuurstelsel). Meskipun sepertinya kebijakan itu cukup menguntungkan bagi Lamongan, namun sesungguhnya hal itu mengungkap satu fakta yang menyedihkan. Ya, pada saat itu, secara ekonomi Lamongan termasuk salah satu daerah yang dianggap tak menguntungkan. Kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan kolonial Belanda itu memang disebabkan kondisi tanah Lamongan yang kurang subur.</p>
<p>Di akhir abad ke-20, Lamongan masih diacuhkan. Lamongan tidak banyak dikenal. Lamongan hanya diketahui orang sebagai daerah yang miskin, tidak berprestasi, dan terbelakang.</p>
<p>Bahkan di Tahun 1970-an sampai awal tahun 1990-an, masyarakat Jawa Timur mengenal Lamongan sebagai daerah paling miskin nomor dua di Propinsi Jawa Timur setelah Kabupaten Pacitan.</p>
<p>Ya, setelah ditinjau dari alamnya, Lamongan dan Pacitan ternyata memiliki karakteristik yang sama, yaitu keduanya berada di daerah pesisir yang salah satu sisinya diapit oleh gunung kapur yang tandus, yang sangat sulit untuk ditanami tanaman pertanian.</p>
<p>Orde Baru pun yang sering mengklaim sebagai Orde Pembangunan ternyata tak kuasa menjulurkan tangan pembanguannya di Lamongan. Di zaman Orba, tanaman pertanian milik penduduk Lamongan sering mengalami kegagalan panen dalam setiap tahunnya. Pada musim penghujan kegagalan disebabkan karena hujan, sedang pada musim kemarau kegagalan panen lebih disebabkan karena kekurangan air dan terserang hama.</p>
<p>Bahkan kondisi itu menyulut berkembangnya pameo klasik yang menyindir, “Wong Lamongan nek rendeng gak iso ndodok, nek ketigo gak iso cewok “</p>
<p>Maka tak heran, jika lantas lebih dari separuh penduduk Lamongan berada di bawah garis kemiskinan. Prosentase keluarga miskin di Kabupaten Lamongan pada tahun 1999 yang mencapai 50,74 %. Bahkan dua tahun sebelumnya, prosentase keluarga miskin mencapai 54,02 %.</p>
<p>Memasuki millenium baru, fajar kebangkitan terbit. Ditandai dengan terpilihnya Masfuk sebagai Bupati Lamongan. Lamongan mulai menunjukan perubahan yang signifikan. Kabupaten Lamongan tiba-tiba melejit menjadi daerah yang maju. Terobosan demi terobosannya dalam pembangunan sering menjadi perbincangan nasional. Dimulai dari pembangunan Wisata Bahari Lamongan (Lamongan Ocean Tourism Ressort), kemudian Lamongan Integrated Sharebased, yang mempunyai visi untuk menyediakan sentra logistik terpadu bertaraf internasional di Tanjung Pakis, Kabupaten Lamongan. PKL yang dulunya tersebar tak terurus kini tertata dengan rapi. Kelancaran jalan-jalan desa dan pengairan ditata sedemikian rupa. Bahkan mulai 2005, Lamongan mencetuskan program Beasiswa bagi siswa dan mahasiswa berprestasi yang ekonominya kurang beruntung, dengan harapan para generasi pelajar ini nanti setelah menyelesaikan studinya mereka bisa kembali dan menyumbangkan pikiran dan kemampuannya demi kemajuan Lamongan.</p>
<p>Lalu apa tujuan buku ini ditulis?. Sebelum menjawab itu, ijinkan saya mengajukan kalimat tanya, berapa banyak anak muda Lamongan yang begitu cinta kepada Lamongan sehingga rela mengabdikan diri tanpa pamrih, ikhlas untuk memperjuangkan kemajuan Lamongan agar menjadi kota yang bisa dibanggakannya?.</p>
<p>Saya tak tahu pasti apa jawabnya. Yang jelas, sampai sekarang kita masih dengan mudah menyaksikan anak-anak muda Lamongan yang telah merantau ke luar kota, ke kota-kota besar, setelah mereka sukses di sana, mereka enggan untuk kembali ke tanah kelahirannya, Lamongan.</p>
<p>Cinta. Agaknya rasa itu yang perlu ditumbuhkan dari para generasi kita. Karena ketika cinta telah bicara, jangan tanyakan pengorbanan yang akan diberikan oleh sang pencinta. Ia pasti akan rela mengorbankan apapun untuk yang dicintainya.</p>
<p>Aku Cinta Lamongan. Saya berharap buku ini memberi kita sedikit alasan, mengapa Lamongan menjadi tanah yang layak kita cinta. Semoga ebook ini menginspirasi lahirnya generasi-generasi baru yang siap memberikan kontribusi terbaiknya bagi Lamongan. Sehingga Lamongan benar-benar berkilau, cemerlang, dan bercahaya, sebagaimana translate namanya dalam bahasa Arab, Lam’an, yang artinya memang berkilau, cemerlang, bercahaya.</p>
<p>Ah, semoga harapan itu tak terlalu melangit. Jika anda lahir di Lamongan dan kini telah jadi ‘orang’ di kota-kota lain dan hanya pulang ke kampung halaman setahun sekali, yaitu saat lebaran, harapan saya, semoga anda tetap mengenang Lamongan sebagai kota yang anda rindukan.</p>
<p>Ebook Aku Cinta Lamongan sengaja dibuat berseri mengingat begitu banyak bab yang dibahas nantinya. Untuk seri pertama ini kebanyakan masih menjabarkan sejarah lahirnya Lamongan. Seri selanjutnya menyusul mengiringi terbitnya versi cetaknya.</p>
<p><a title="Sini" href="http://www.4shared.com/file/SZgGHPpp/Ebook_Aku_Cinta_Lamongan__Seri.html">Silahkan download ebooknya di sini</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/1125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/1125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/1125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/1125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rifay.wordpress.com/1125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rifay.wordpress.com/1125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rifay.wordpress.com/1125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rifay.wordpress.com/1125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/1125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/1125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/1125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/1125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/1125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/1125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1125&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2011/06/07/download-ebook-aku-cinta-lamongan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tuhan, Maaf, Kami sedang Sibuk</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2011/05/31/tuhan-maaf-kami-sedang-sibuk-2/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2011/05/31/tuhan-maaf-kami-sedang-sibuk-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 May 2011 08:30:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[ABOUT ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[TENTANG BUKU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/?p=1121</guid>
		<description><![CDATA[Judul : Tuhan, Maaf, Kami sedang Sibuk Penulis : Ahmad Rifa’i Rif’an Penerbit : Quanta (Imprint Elex Media Computindo) Tebal : 352 halaman Ukuran Buku : 150 x 230 mm ISBN / EAN : 9786020003764 / 9786020003764 Harga : Rp. 58.800 Cetakan 1 : Mei 2011 Cetakan 2 : Juli 2011 ************ Backcover: ************ Tuhan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1121&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://rifay.files.wordpress.com/2011/05/tuhan-maaf-kami-sedang-sibuk2.jpg"><img class="size-medium wp-image-1122 aligncenter" title="Tuhan Maaf Kami sedang Sibuk" src="http://rifay.files.wordpress.com/2011/05/tuhan-maaf-kami-sedang-sibuk2.jpg?w=195&#038;h=300" alt="" width="195" height="300" /></a>Judul : Tuhan, Maaf, Kami sedang Sibuk</strong></p>
<p><strong>Penulis : Ahmad Rifa’i Rif’an</strong></p>
<p><strong>Penerbit : Quanta (Imprint Elex Media Computindo)</strong></p>
<p><strong>Tebal : 352 halaman</strong></p>
<p><strong>Ukuran Buku : 150 x 230 mm</strong></p>
<p><strong>ISBN / EAN : 9786020003764 / 9786020003764</strong></p>
<p><strong>Harga : Rp. 58.800</strong></p>
<p>Cetakan 1 : Mei 2011</p>
<p>Cetakan 2 : Juli 2011</p>
<p style="text-align:center;"><em>************</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Backcover:</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>************</em></p>
<p>Tuhan, harap maklumi kami, manusia-manusia yang begitu banyak kegiatan.<br />
Kami benar-benar sibuk, sehingga kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk-Mu.</p>
<p>Tuhan, kami sangat sibuk.  Jangankan berjamaah, bahkan munfarid pun kami tunda-tunda.<br />
Jangankan rawatib, zikir, berdoa, tahajud, bahkan kewajiban-Mu yang lima waktu saja sudah    sangat memberatkan kami.</p>
<p>Jangankan puasa Senin-Kamis, jangankan ayyaamul baith, jangankan puasa nabi Daud, bahkan puasa Ramadhan saja kami sering mengeluh.<br />
.<br />
Tuhan, maafkan kami, kebutuhan kami di dunia ini masih sangatlah banyak, sehingga kami sangat kesulitan menyisihkan sebagian harta untuk bekal kami di alam abadi-Mu.<br />
Jangankah sedekah, jangankan jariyah, bahkan mengeluarkan zakat yang wajib saja seringkali terlupa.<br />
Tuhan, urusan-urusan dunia kami masih amatlah banyak. Jadwal kami masih amatlah padat. Kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk mencari bekal menghadap-Mu.</p>
<p>Kami masih belum bisa meluangkan waktu untuk khusyuk dalam rukuk, menyungkur sujud, menangis, mengiba, berdoa, dan mendekatkan jiwa sedekat mungkin dengan-Mu.</p>
<p>Tuhan, tolong, jangan dulu Engkau menyuruh Izrail untuk mengambil nyawa kami. Karena kami masih terlalu sibuk.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Buku ini disusun dengan klasifikasi berdasarkan wilayah kehidupan yang hendak dieksplorasi oleh penulis. Diawali dengan bagian Menata Hati Membenahi Nurani, Anda akan diajak untuk bercengkerama tentang pemaknaan tauhid, takdir, sufi, serta beberapa tema yang menyentuh wilayah jiwa.</p>
<p>Bahasan dilanjutkan dengan tema Baitii Jannatii yang mengeksplorasi trik dan tips Islam untuk menggapai kesuksesan dalam wilayah keluarga. Bagian ketiga Memancarkan Cahaya Surga di Tempat Kerja, Anda akan diajak memaknai ulang seluruh aktivitas pekerjaan kita sebagai media penghambaan diri kepada Sang Pencipta.</p>
<p>Buku ini ditutup dengan bagian Memperkokoh Semangat dan Visi Hidup yang memotivasi muslim untuk meraih empat tangga kesuksesan. Buku ini tidak hanya menjadi media perenungan untuk memasuki wilayah sakral dalam lubuk sanubari kita, namun juga memberi pancaran inspirasi, ilmu, serta semangat yang menggugah dan mencerdaskan.</p>
<p style="text-align:center;">*</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:center;">*****</p>
<p style="text-align:center;">************************************</p>
<p align="center"><strong>Testimoni Pembaca buku</strong></p>
<p align="center"><strong>“Tuhan, Maaf, Kami sedang Sibuk”</strong></p>
<p align="center">************************************</p>
<p>“Pas baru baca Bab 1, <em>wuiiihh</em>, rasanya udah nggak karuan. Ternyata tanpa saya sadari, selama ini saya benar-benar telah menomor duakan Dia”</p>
<p><strong>Anna Setiyanto<em>, Mahasiswi Manajemen Internasional di STIE IEU Yogyakarta</em></strong></p>
<p>.</p>
<p style="text-align:left;" align="right">&#8220;Kemaren sempet jalan-jalan ke toko buku Gramedia. Tiba depan pintunya tertumpuk buku-buku terbitan baru. Pandangan saya langsung tertuju ke buku yg memiliki judul yang membuat hati tertegun dan penasaran. Judul bukunya &#8216;Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk&#8217;. Saya baca sinopsis di halaman paling belakangnya. Nangis.&#8221;<strong></strong></p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>http://www.adammusl.im</strong></p>
<p style="text-align:left;" align="right">.</p>
<p><em>“</em>Baru lihat judulnya saja saya sudah tersindir dan malu kalau saya seakan-akan sok sibuk atau menunda untuk beribadah kepada Allah. padahal segala urusan kita di dunia yang besar atau pun yang kecil akan lebih mudah kita lalui kalau kita awali dengan niat yang benar. Dengan kesibukan kerja seharusnya malah membuat kita semakin tersungkur karena bersyukur, karena tidak semua orang mendapat karunia seperti itu”.</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Endang Lastri,</strong><em> Guru di TKIT As-Salam, Jayapura</em></p>
<p style="text-align:left;" align="right">.</p>
<p style="text-align:left;" align="right">“Tuhan, Maaf Kami Sedang Sibuk-nya bener-bener bagusss banget. Ditunggu karya-karyanya mas. Salam silaturahim dari Pontianak khatulistiwa. Tanah Borneo”.</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Siti Fathimah Azzahra<em>, Pontianak</em></strong></p>
<p style="text-align:left;" align="right">.</p>
<p> “<em>Jazakumullahu khairan</em> mas. Matur suwun sanget. Saya salah satu pembaca karya mas ‘Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk’.</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Tien Patimatuzzahro</strong><em>, Karawang, Mahasiswi UPI Bandung</em></p>
<p style="text-align:left;" align="right">.</p>
<p>“Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk<em>, like this!!!”</em></p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Laili Nahdiyati</strong><em>, Cengkareng, Jakarta</em></p>
<p style="text-align:left;" align="right">.</p>
<p>“Salam ukhwah. Bukunya yang berjudul &#8220;Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk&#8221; subhanallah, benar-benar jadi bahan renungan dan inspirasi yangg keren. Judul yang benar-benar membuat siapapun yang membacanya jadi &#8216;tersindir&#8217;. Nggak nyesel dah beli bukunya, buat kita jadi &#8216;sadar diri&#8217; sama Allah”.</p>
<p style="text-align:left;" align="right"><strong>Pembaca</strong><em>, Palembang</em></p>
<p style="text-align:left;" align="right">.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/1121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/1121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/1121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/1121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rifay.wordpress.com/1121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rifay.wordpress.com/1121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rifay.wordpress.com/1121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rifay.wordpress.com/1121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/1121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/1121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/1121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/1121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/1121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/1121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1121&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2011/05/31/tuhan-maaf-kami-sedang-sibuk-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2011/05/tuhan-maaf-kami-sedang-sibuk2.jpg?w=195" medium="image">
			<media:title type="html">Tuhan Maaf Kami sedang Sibuk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tombo Ati</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2011/04/25/tombo-ati/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2011/04/25/tombo-ati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Apr 2011 23:31:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[ABOUT ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[TENTANG BUKU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/?p=1084</guid>
		<description><![CDATA[Judul : Tombo Ati Penulis : Ahmad Rifa&#8217;i Rif&#8217;an Penerbit : Elex Media Komputindo Tebal : 196 halaman Harga : Rp. 34.800 . Hati merupakan organ vital manusia. Apalah artinya punya raga bugar jika hati berpenyakit. Apalah artinya punya tubuh kuat jika hati yang ada di dalamnya telah mati. Maka menjaga sehatnya hati adalah keharusan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1084&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rifay.files.wordpress.com/2011/04/tombo-ati.jpg"><img class="size-full wp-image-1085 aligncenter" title="tombo ati" src="http://rifay.files.wordpress.com/2011/04/tombo-ati.jpg?w=500&#038;h=371" alt="" width="500" height="371" /></a></p>
<p>Judul : Tombo Ati</p>
<p>Penulis : Ahmad Rifa&#8217;i Rif&#8217;an</p>
<p>Penerbit : Elex Media Komputindo</p>
<p>Tebal : 196 halaman</p>
<p>Harga : Rp. 34.800</p>
<p>.</p>
<p>Hati merupakan organ vital manusia. Apalah artinya punya raga bugar jika hati berpenyakit. Apalah artinya punya tubuh kuat jika hati yang ada di dalamnya telah mati. Maka menjaga sehatnya hati adalah keharusan setiap manusia.<br />
Leluhur Muslim Jawa memiliki metode ampuh untuk menjaga sehatnya jiwa. Metode itu terbingkai dalam senandung Tombo Ati yang berisi lima nasehat kebijaksanaan hidup yang jika diamalkan, mustahil hati manusia dilanda kesedihan, putus asa, gundah, iri hati, dan beragam penyakit hati yang lain.</p>
<p>.<br />
Namun sayang, selama ini syair Tombo Ati hanya didendangkan tanpa direnungi maknanya. Hanya dilagukan tanpa diamalkan. Padahal inilah metode ampuh untuk menjernihkan jiwa dan meraih kebahagiaan sejati.</p>
<p>.<br />
Buku ini membongkar lima nasehat itu dengan dalil dan pembahasan ilmiah. Buku ini mengungkap bagaimana cara kerja Al Qur’an sehingga mampu mempengaruhi kesehatan jiwa seseorang yang membacanya. Menyingkap bagaimana energi positif dari pribadi shalih bisa meresonansi jiwa-jiwa yang dengan ikhlas mendekatinya. Mengungkap kedahsyatan sholat malam yang mampu menjernihkan batin. Membongkar keistimewaan puasa yang dapat mengaktifkan program autolisis. Serta membuka tabir bagaimana menjadikan dzikir sebagai momentum curhat melepas gundah kepada Tuhan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/1084/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/1084/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/1084/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/1084/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rifay.wordpress.com/1084/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rifay.wordpress.com/1084/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rifay.wordpress.com/1084/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rifay.wordpress.com/1084/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/1084/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/1084/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/1084/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/1084/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/1084/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/1084/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=1084&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2011/04/25/tombo-ati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2011/04/tombo-ati.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tombo ati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Allah, Inilah Proposal Cintaku</title>
		<link>http://rifay.wordpress.com/2011/01/26/allah-inilah-proposal-cintaku/</link>
		<comments>http://rifay.wordpress.com/2011/01/26/allah-inilah-proposal-cintaku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Jan 2011 02:35:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifay</dc:creator>
				<category><![CDATA[TENTANG BUKU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifay.wordpress.com/?p=986</guid>
		<description><![CDATA[Penulis       :    Ahmad Rifai Rif&#8217;an Harga         :    Rp. 25,000.00 Penerbit     :    Gazzamedia Tebal          :    160 Halaman Ini buku ke-9 ku. Buku pertamaku yang secara khusus membahas cinta. Menulis tentang cinta memang seru. Menceritakan cinta memang haru. Namun tentu saja ini buku membahas perjalanan cinta yang direncanakan menuju fitrah. Menuju [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=986&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rifay.files.wordpress.com/2011/01/200798_198051266886915_100000461291622_687798_7521904_n-2.jpg"><img class="size-full wp-image-1106 aligncenter" title="200798_198051266886915_100000461291622_687798_7521904_n (2)" src="http://rifay.files.wordpress.com/2011/01/200798_198051266886915_100000461291622_687798_7521904_n-2.jpg?w=500" alt=""   /></a>Penulis       :    Ahmad Rifai Rif&#8217;an<br />
Harga         :    Rp. 25,000.00<br />
Penerbit     :    Gazzamedia<br />
Tebal          :    160 Halaman</p>
<p>Ini buku ke-9 ku.</p>
<p>Buku pertamaku yang secara khusus membahas cinta. Menulis tentang cinta memang seru. Menceritakan cinta memang haru. Namun tentu saja ini buku membahas perjalanan cinta yang direncanakan menuju fitrah. Menuju kesucian ikatan syar&#8217;i.</p>
<p>Proposal cinta adalah proposal yang akan mengarahkan perjalanan cinta agar tetap menuju titik yang membahagiakan di akhir.</p>
<p>Insyaallah barokah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifay.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifay.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifay.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifay.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rifay.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rifay.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rifay.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rifay.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifay.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifay.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifay.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifay.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifay.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifay.wordpress.com/986/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifay.wordpress.com&amp;blog=3083466&amp;post=986&amp;subd=rifay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifay.wordpress.com/2011/01/26/allah-inilah-proposal-cintaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5e5c1025390daf27273faf454987dc5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rifay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifay.files.wordpress.com/2011/01/200798_198051266886915_100000461291622_687798_7521904_n-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">200798_198051266886915_100000461291622_687798_7521904_n (2)</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
