Judul : Tuhan, Maaf, Kami sedang Sibuk
Penulis : Ahmad Rifa’i Rif’an
Penerbit : Quanta (Imprint Elex Media Computindo)
Tebal : 352 halaman
Ukuran Buku : 150 x 230 mm
ISBN / EAN : 9786020003764 / 9786020003764
Harga : Rp. 58.800
Cetakan 1 : Mei 2011
Cetakan 2 : Juli 2011
************
Backcover:
************
Tuhan, harap maklumi kami, manusia-manusia yang begitu banyak kegiatan.
Kami benar-benar sibuk, sehingga kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk-Mu.
Tuhan, kami sangat sibuk. Jangankan berjamaah, bahkan munfarid pun kami tunda-tunda.
Jangankan rawatib, zikir, berdoa, tahajud, bahkan kewajiban-Mu yang lima waktu saja sudah sangat memberatkan kami.
Jangankan puasa Senin-Kamis, jangankan ayyaamul baith, jangankan puasa nabi Daud, bahkan puasa Ramadhan saja kami sering mengeluh.
.
Tuhan, maafkan kami, kebutuhan kami di dunia ini masih sangatlah banyak, sehingga kami sangat kesulitan menyisihkan sebagian harta untuk bekal kami di alam abadi-Mu.
Jangankah sedekah, jangankan jariyah, bahkan mengeluarkan zakat yang wajib saja seringkali terlupa.
Tuhan, urusan-urusan dunia kami masih amatlah banyak. Jadwal kami masih amatlah padat. Kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk mencari bekal menghadap-Mu.
Kami masih belum bisa meluangkan waktu untuk khusyuk dalam rukuk, menyungkur sujud, menangis, mengiba, berdoa, dan mendekatkan jiwa sedekat mungkin dengan-Mu.
Tuhan, tolong, jangan dulu Engkau menyuruh Izrail untuk mengambil nyawa kami. Karena kami masih terlalu sibuk.
***
Buku ini disusun dengan klasifikasi berdasarkan wilayah kehidupan yang hendak dieksplorasi oleh penulis. Diawali dengan bagian Menata Hati Membenahi Nurani, Anda akan diajak untuk bercengkerama tentang pemaknaan tauhid, takdir, sufi, serta beberapa tema yang menyentuh wilayah jiwa.
Bahasan dilanjutkan dengan tema Baitii Jannatii yang mengeksplorasi trik dan tips Islam untuk menggapai kesuksesan dalam wilayah keluarga. Bagian ketiga Memancarkan Cahaya Surga di Tempat Kerja, Anda akan diajak memaknai ulang seluruh aktivitas pekerjaan kita sebagai media penghambaan diri kepada Sang Pencipta.
Buku ini ditutup dengan bagian Memperkokoh Semangat dan Visi Hidup yang memotivasi muslim untuk meraih empat tangga kesuksesan. Buku ini tidak hanya menjadi media perenungan untuk memasuki wilayah sakral dalam lubuk sanubari kita, namun juga memberi pancaran inspirasi, ilmu, serta semangat yang menggugah dan mencerdaskan.
*
***
*****
************************************
Testimoni Pembaca buku
“Tuhan, Maaf, Kami sedang Sibuk”
************************************
“Pas baru baca Bab 1, wuiiihh, rasanya udah nggak karuan. Ternyata tanpa saya sadari, selama ini saya benar-benar telah menomor duakan Dia”
Anna Setiyanto, Mahasiswi Manajemen Internasional di STIE IEU Yogyakarta
.
“Kemaren sempet jalan-jalan ke toko buku Gramedia. Tiba depan pintunya tertumpuk buku-buku terbitan baru. Pandangan saya langsung tertuju ke buku yg memiliki judul yang membuat hati tertegun dan penasaran. Judul bukunya ‘Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk’. Saya baca sinopsis di halaman paling belakangnya. Nangis.”
http://www.adammusl.im
.
“Baru lihat judulnya saja saya sudah tersindir dan malu kalau saya seakan-akan sok sibuk atau menunda untuk beribadah kepada Allah. padahal segala urusan kita di dunia yang besar atau pun yang kecil akan lebih mudah kita lalui kalau kita awali dengan niat yang benar. Dengan kesibukan kerja seharusnya malah membuat kita semakin tersungkur karena bersyukur, karena tidak semua orang mendapat karunia seperti itu”.
Endang Lastri, Guru di TKIT As-Salam, Jayapura
.
“Tuhan, Maaf Kami Sedang Sibuk-nya bener-bener bagusss banget. Ditunggu karya-karyanya mas. Salam silaturahim dari Pontianak khatulistiwa. Tanah Borneo”.
Siti Fathimah Azzahra, Pontianak
.
“Jazakumullahu khairan mas. Matur suwun sanget. Saya salah satu pembaca karya mas ‘Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk’.
Tien Patimatuzzahro, Karawang, Mahasiswi UPI Bandung
.
“Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk, like this!!!”
Laili Nahdiyati, Cengkareng, Jakarta
.
“Salam ukhwah. Bukunya yang berjudul “Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk” subhanallah, benar-benar jadi bahan renungan dan inspirasi yangg keren. Judul yang benar-benar membuat siapapun yang membacanya jadi ‘tersindir’. Nggak nyesel dah beli bukunya, buat kita jadi ‘sadar diri’ sama Allah”.
Pembaca, Palembang
.

assalamu’alaikum.. boleh ijin promosi buku.a ga? lewat facebook
keren neh buku… bahasan yang dalem tapi dituliskan dengan cara yang sederhana…
klo mau pesan buku ini Online, dimana ya?
Sungguh buku yang memberikan inspirasi yang sangat baik untuk menjalani sisa hidupku ….