Miyabi kalo make jilbab cantik ‘kan?.
Gimana kalo film ‘Penculikan Miyabi’ Miybi disuruh make jilbab+jubah seperti wanita2 muslimah?
Hehe..
Kali ini saya ingin ikut andil berkomentar tentang maraknya kontroversi pada satu wanita terkenal yang saya dari dulu hanya saya ketahui namanya dari cerita kawan-kawan di kampus. Meskipun baru sempat melihat wajah ayu itu beberapa waktu terakhir ini, dari pemberitaan di tv.
.
Saya pernah mengulas artikel yang membahas glasnot vulgar di blog ini juga yaitu tentang Trio Singa yang saya ulas dari segi moralitas religi. Kali ini seperti biasa, saya menggunakan latar religi dalam mengurai masalah ini.
Lumayan sering negeri kita yang sudah carut-marut ini dihebohkan dengan kontroversi terkait hal-hal berbau porno. Mulai dari semakin merebaknya film-film porno, website pornografi yang masih laris, UU antipornografi yang menjadi bahasan cukup lama, serta kasus terakhir yaitu kontroversi dalam pembuatan film yang dibintangi oleh artis porno dari Jepang, Miyabi, yang berjudul Penculikan Miyabi.
.
Penilaian saya tentang hal ini, sederhana saja. Sebagai warga Negara, saya setuju jika Miyabi diizinkan untuk bermain dalam film Indonesia. Alasannya? Karena sampai saat ini belum ada Undang-Undang yang melarangnya. Asal ia bermain sesuai aturan yang berlaku di negeri ini, tegakkan aturan itu dengan objektif.
.
Tapi sebagai muslim, dengan tegas saya menyatakan menolak. Penghancur negeriku adalah musuhku. Seperti kedatangan si Bush yang penghancur aspek ekonomi politik sosial negeri-negeri saudaraku seiman, seperti itu pula saya juga menolak kedatangan Miyabi, si penghancur mental bangsaku.
.
Saya sepakat Miyabi, menurut MUI merupakan lambang pornografi yang kedatangannya akan membuat buruk citra umat beragama di Indonesia. Meskipun film yg digrap bukn film parno. Bahkan kalopun di film itu si miybi make jilbab, apa kita merubah sikap?.
.
Mulai sekarang, udah yah., jangan panjang-panjang mengkontroversikannya. Karena semakin ia kontroversi, ia akan semakin laris. Betul?.
…
Sampai saat ini saya percaya bahwa manusia besar selalu mengurusi hal-hal besar dalam hidupnya. Maka ketika orang-orang Irak jauh-jauh menemui Ibnu Abbas untuk menanyakan suatu permasalahan, dengan lantang Ibnu Abbas mengingatkan, “Tanyakan padaku perkara besar. Berikan perkara yang remeh pada orang lain”.
.
Apa ini pertanda kesombongan?. oh bukan. Bukannya Ibn Abbas berniat sombong dengan pernyataan itu, Ibnu Abbas ingin kita meneladaninya bahwa dalam hidup kita harus mengambil peran pada hal-hal yang lebih besar.
.
Bukankah dalam hidup kita selalu ada pilihan-pilihan persoalan. Ada yang kecil dan ada yang besar. Jika dua-duanya adalah permasalahan hidup, mana yang kita prioritaskan untuk segera menyelesaikannya?.
.
Ingat kawan, usia kita terbatas. Kita juga diberi jatah waktu yang sama tiap hari, 24 jam. Jangan sampai permasalahan remeh selalu menghabiskan jatah usia kita, sehingga permasalahan besar terabaikan. Permasalahan bangsa ini juga besar, jangan sampai perhatian kita terserap oleh kontroversi Miyabi ini.
.
Saya jadi teringat kalimat syaikhut tarbiyah saat menyikapi artis dangdut dengan goyang seronoknya, “Lisan kita terlalu mulia untuk membicarakannya”.
.
Ah, begitulah sikap orang-orang besar menghadapi persoalan hidup. Ia fokus pada permasalahan besar negeri ini.
Lalu menyikapinya gimana?
.
Jika bisa dengan tangan, larang kemaksiatan dengan tanganmu, ini jelas tugas pejabat pemerintah. Kalau tidak bisa dengan kuasa, cegah dengan lisanmu, suarakan penolakan kita. bisa lewat ceramah agama bagi para ustadz, ulama’, atau kita-kita yang pada hakikatnya jg da’i. bisa juga lewat tulisan kayak artikel ini. Jangan salah lho, ini juga upaya saya dalam menyuarakan penolakan. Kalau tidak mampu juga, cukuplah hati kita membencinya. Jangan sampai getar hati kita seirama dengan para pendukung dosa.






kalo film menculik miyabi pake jilbab/jubah, susah larinya nanti fai..
ya, kalo perkara yang remeh dibicarakan oleh orang besar, jadi besar juga perkara itu.. apalagi kalo dimainkan sama media..
bayangkan, hanya rencana saja (dan sekarang tidak jadi), penjualan VCD bajakan miyabi meningkat sampai 150%. Dan di Indonesia siapa pun bisa mengakses, mulai dari anak SD sampai kakek buyut, yang penting penjualan laris.
dulu mungkin hanya orang tertentu yang mendengar kata miyabi tertawa cekikikan, dan yang lain yang gak tau keheranan melihat ekspresi temannya itu. Tapi sekarang semakin banyak yang cekikikan.. bahkan terbahak-bahak..
duh, miyabi..