
Tinta yang menyebabkan titik
Bukan titik yang menyebabkan tinta
Cinta yang menyebabkan cantik,
Bukan cantik yang menyebabkan cinta
Kata pujangga, cinta letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, namun getarannya tampak sekali.
Cinta, satu kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Ribuan buku tentang cinta telah memenuhi rak perpustakaan-perpustakaan dunia. Mulai dari novel-nonel monumental sampai karya-karya klasik para penyair. Bahkan jika Anda amati cinta telah menjadi satu tema yang paling banyak dibicarakan, ditulis, didiskusikan, didramakan, maupun difilmkan.
Cinta, satu kata yang mampu mempengaruhi pikiran sekaligus mengendalikan tindakan. Ia dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Ah, inilah dasyatnya cinta menurut Jalaluddin Rumi.
Namun hati-hati dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, si gemuk menjadi kurus, si normal menjadi gila, si kaya menjadi miskin, raja menjadi budak.
Cinta, satu perasaan naluriah yang ada dalam jiwa kita. Ia tumbuh apabila kondisi mendukungnya. Ia selalu tumbuh dari dalam, tanpa membutuhkan pengaruh-pengaruh dari luar dan tanpa didramatisasi ataupun di rekayasa. Ia memberi tapi tidak meminta
Cinta adalah perasaan dalam jiwa yang tumbuh secara sendirinya tanpa kesengajaan atau niatan. Jadi jika kita mencinta seseorang, bukan karena diri orang itu, melainkan karena bagaimana dia membuat kita merasa dicintai.
Kepada Tuhan pun cinta itu semakin agung. Orang yang mencintai Tuhan adalah seorang yang sadar bahwa Tuhan telah banyak memberikannya cinta, tanpa mengharapkan imbalan apapun dari hambanya.
Memang tidak sesederhana itu menjelaskan apa hakekat cinta. Mungkin sampai sekarang masih sangat langkah pakar yang berani menjelaskan hakekat cinta, karena pengertiannya sangatlah jelas tapi hakekatnya sangat misterius. Cinta adalah cinta…
”Cinta tidak bisa didefinisikan dengan jelas, bahkan bila didefinisikan tidak menghasilkan sesuatu melainkan menambah kabur dan tidak jelas, berarti definisinya adalah adanya cinta itu sendiri”.
(Ibnu al-Qayyim)
