
“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.”
(QS 32:9)
Allah memulai menciptakan manusia dengan menyempurnakan aspek fisik, baru kemudian Dia meniupkan ruh-Nya. Dengan demikian keberadaan manusia itu terdiri dari unsur jasmani (fisik) dan ruh ( Allah).
Jalaludin Rumi menyatakan bahwa yang pertama diciptakan Tuhan adalah cinta. Cinta merupakan sifat Tuhan, sehingga antara makhluk dan Khaliqnya sama-sama memiliki sifat mencinta. Dari sini Rumi mengajukan gagasan bahwa cinta sebagai kekuatan yang fundamental dalam diri manusia.
Tuhan adalah Cinta. Sang Maha Cinta telah meniupkan cinta-Nya pada setiap pencinta tanpa henti. Cinta akan selalu ada sebagai manifestasi dari keabadian Sang Pemberi cinta.
Karena Sang Pemberi Cinta adalah Penguasa Alam, maka Cinta akan menggerakkan segalanya. Cinta adalah sebab, juga merupakan akibat. Alam semesta adalah wujud Cinta-Nya.
Di saat berdo’a dan sholat, coba Anda sempatkan untuk melafazkan sifat-sifat Allah. Cobalah hayati perlahan-lahan. Coba temukan getarannya di sana.
Sebuah bisikan mulia dan penuh cinta dengan jelas akan memancar darinya. Pancaran dari sifat-sifat mulia Allah. Ibnu ‘Arabi melantunkan syair cintanya:
……
Lempeng-lempeng Taurat dan Kitab Al Qur’an
Kuanut agama cinta
Dan kemanapun arah
yang hendak dituju oleh kendaraannya
Cinta itulah agama,
dan keyakinanku
