Seri 2: Rasulullahpun nggak Pernag Ngampus
Jika kita mengamati dunia pendidikan saat ini, menunjukkan banyak hal yang dinilai telah salah kaprah. Beberapa kesalah kaprahan itu adalah:
1. Semakin seorang itu sekolah, semakin tidak kreatif ia. Karenanya, semakin takut dia mengambil resiko. Sistem seperti inilah yang melahirkan manusia-manusia yang lebih memilih aman dalam pekerjaannya, sehingga memutuskan untuk menjadi pegawai. Karena mereka menganggap dengan menjadi pegawai ia tidak banyak menanggung resiko.
2. Anda punya jawaban, bagaimana mungkin anak-anak yang bercita-cita jadi seniman dipaksa untuk menguasai trigonometri, mekanika fluida, kalkulus, dinamika, dan lain-lain?
3. Sekolah kebanyakan mengajarkan disiplin yang mengikat serta harus patuh kepada guru sepatuh-patuhnya. Untuk ini saya punya cerita menarik. Suatu ketika Emha Ainun Najdib terlambat masuk sekolah. Resikonya tentu ia dihukum oleh gurunya: berdiri di depan kelas sampai seluruh pelajaran selesai. Emha konsekuen dengan aturan sekolah itu. Baginya aturan itu harus dijunjung tinggi oleh siapapun. Maka ketika pada suatu hari gurunya pun terlambat mengajar, Emha pun secara konsekuen menerapkan aturan itu. Ia menghukum sang guru untuk memikul sepedanya keliling halaman sekolah. Tentu saja sang guru merasa dilecehkan. Ia tersinggung berat. Ia marah. Ujungnya Emha keluar dari SD itu, yang dianggapnya telah menerapkan peraturan yang tidak adil.
4. Anda punya pendapat tak terbantahkan mengapa pendidikan sekolah dasar harus 6 tahun, SMP 3 tahun dan SMA 3 Tahun? Jika usia rata-rata anak indonesia masuk sekolah adalah 5 tahun maka dibutuhkan masa selama 17 tahun menamatkan jenjang sekolah. Setelah itu masuk ke perguruan tinggi dan membutuhkan waktu 4-5 tahun untuk bisa meraih gelar sarjana. Kalau kita total, berarti butuh usia 22 tahun untuk menjadi sarjana di indonesia. Apakah runutan waktu ini tidak begitu lama?
5. Selama 22 tahun sistem pendidikan sekolah memberi kewajiban kepada orang tua untuk terus memberi subisidi kepada anak. Apakah ini bentuk sebuah kemandirian?
6. Jika orang tua rata-rata usia pria indonesia berumah tangga adalah 27-28 tahun. pada umur 29 tahun akan mempunyai anak. 29 tahun usia orang tua ditambah 22 tahun usia anak menamatkan pendidikan meraih gelar sarjana berarti pada usia 51-an tahun orang tua indonesia bisa melihat anak meraih gelar sarjana. Masya Allah… Lama yah?
7. Jika ada yang siap, mari kita buat penelitian berapa persen jumlah siswa pencontek di negeri ini?. Atau lebih mudahnya berapa persen jumlah siswa yang tidak pernah mengopek dan mencontek di negari ini? Penipuan intelektual semaki bertebaran di mana-mana.
8. Masih banyak kita saksikan sekolah yang mengharuskan untuk membeli perlengkapan tertentu dari sekolah. Bahkan terkesan memaksa. Bagaimana tidak, saat daftar ulang para siswa sudah dikenai biaya pembelian perlengkapan dengan harga di atas pasaran. Setiap ajaran baru dan sekolah baru orang tua kurang mampu akan menambah/menumpuk hutang untuk membeli seragam/buku pelajaran dsb





