Da baca koran hari nini belum? “Sepuluh tahun pascareformasi, Indonesia tidak banyak mengalami perubahan, baik di segi politik maupun ekonomi. Ini terbukti dengan belum adanya kebijakan-kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat” (KOMPAS). Gimana pendapat sampean?
Keadaan Indonesia tidak bertambah baik. Bahkan pemerintah gagal menstabilkan harga bahan pokok, harga kedelai tetap berada di atas daya beli masyarakat. Harga terigu serta beras juga merambat naik. Kemarin malah disetujui kalau BBM naik lagi 30 %. Waduh,,lagi-lagi dengan dalih mengamankan APBN, lagi-lagi menghibur rakyat kecil dengan pemberian BLT(Bantuan Langsung Tunai), lagi-lagi rakyat dan kaum mustadz’afin lagi jadi korban. Halah, sok peduli ya aku. Tapi jujur, ku peduli karena aku juga kaum mustad’afin, jadi aku wajib peduli dengan nasibku. Gitu ya?
Gimana kalau kita demonstrasi lagi besar-besaran ke istana negara, tuntut reformasi versi 2008. Karena efek reformasi 1998 masih belum nyata bagi rakyat kecil. Ini hanya menguntungkan bapak-bapak kita di atas. Bener ndak tuh? ndak ndak,,lagi-lagi aku cuma becanda teman.
Solusi terbaik adalah menempatkan rakyat sebagai pengambil keputusan pemerintah. Ini dapat dilakukan dengan memilih pemimpin yang benar-benar berasal dari rakyat dan mengutamakan kepentingan rakyat. Dengan begitu, kebijakan yang dihasilkan pun merupakan kebijakan yang pro kepada rakyat. Kita membutuhkan pemimpin yang mengedepankan kepentingan publik, seperti mampu menstabilkan harga kebutuhan pokok, bukan sibuk mengonversi kebutuhan energi minyak ke gas,,he,,Maaf Pak SBY. Saya cuma bisa ngritik, karena cuma itu kemampuan saya. he,,



